Menuju konten utama

Sebaran Abu Vulkanik 5 Gunung Api di Indonesia, Ini Wilayahnya

BMKG memantau sebaran abu vulkanik dari 5 gunung api di Indonesia, termasuk Semeru, Anak Krakatau, Dukono, Ibu, dan Lewotolo.

Sebaran Abu Vulkanik 5 Gunung Api di Indonesia, Ini Wilayahnya
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sebaran abu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia. Sebaran abu teridentifikasi berasal dari Gunung Anak Krakatau, Gunung Dukono, Gunung Semeru, Gunung Lewotolo, dan Gunung Ibu, dengan arah pergerakan serta ketinggian yang berbeda-beda.

Pemantauan tersebut berlangsung setelah sejumlah erupsi terjadi di beberapa gunung api pada hari yang sama. Badan Geologi melaporkan Gunung Lewotolo di Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi pada pukul 14.49 WITA, dengan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak atau 1.923 meter di atas permukaan laut, berwarna kelabu, berintensitas tebal, dan condong ke arah barat.

Gunung Ibu di Maluku Utara juga mengalami erupsi pada pukul 09.19 WIT dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau 1.925 meter di atas permukaan laut, sedangkan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada pukul 00.47 WIB dengan ketinggian kolom erupsi yang tidak teramati.

Info Sebaran Abu Vulkanik Gunung Api di Indonesia

Berdasarkan unggahan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai analisis citra RGB Himawari-9 pada 9 September 2026 pukul 19.00 WIB, sebaran abu vulkanik teridentifikasi di beberapa wilayah Indonesia.

Pola persebarannya mengikuti arah pergerakan angin pada masing-masing wilayah gunung api, sehingga area terdampak tidak hanya berada di sekitar kawah, tetapi dapat meluas hingga wilayah daratan, perairan, dan selat di sekitarnya.

Gunung api yang teridentifikasi memiliki sebaran abu vulkanik dalam analisis tersebut adalah Gunung Anak Krakatau, Gunung Dukono, Gunung Semeru, Gunung Lewotolo, dan Gunung Ibu.

1. Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau menunjukkan sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian sekitar 5.000 kaki atau 1,5 km. Abu bergerak ke arah utara, sehingga sebarannya teramati mencakup bagian barat Selat Sunda hingga wilayah Pandeglang.

2. Gunung Semeru

Gunung Semeru memiliki sebaran abu yang paling tinggi di antara gunung-gunung yang lain, yakni dari permukaan hingga sekitar 15.000 kaki atau 4,5 km.

Abu bergerak ke arah tenggara, dengan wilayah sebaran meliputi sebagian Kabupaten Lumajang, Pulau Nusa Barung, serta perairan di sekitar Lumajang.

3. Gunung Dukono

Di kawasan Maluku Utara, Gunung Dukono teridentifikasi memiliki klaster abu vulkanik hingga sekitar 7.000 kaki atau 2,1 km. Abu bergerak ke arah timur laut, dengan sebaran yang mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Utara dan perairan di barat daya Pulau Morotai.

4. Gunung Ibu

Gunung Ibu juga memperlihatkan sebaran abu hingga sekitar 7.000 kaki atau 2,1 km dan bergerak ke arah timur laut. Sebarannya mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara.

5. Gunung Lewotolo

Gunung Lewotolo di Nusa Tenggara Timur menunjukkan sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga sekitar 8.000 kaki atau 2,5 km. Abu bergerak ke arah timur laut, dengan sebaran yang teridentifikasi mencakup sebagian Kabupaten Lembata serta kawasan Selat Flores hingga Lamakera.

BMKG juga memberikan catatan penting mengenai keterbatasan analisis satelit. Sebaran abu yang ditampilkan belum dapat dipastikan sepenuhnya karena sebagian wilayah gunung api dapat tertutup awan.

Selain itu, apabila debu vulkanik tidak teridentifikasi pada produk analisis satelit, hal tersebut tidak otomatis berarti bahwa debu vulkanik tidak ada.

Dampak dan Imbauan BMKG terkait Debu Vulkanik

Paparan debu vulkanik dapat menyebabkan dampak pada aspek kesehatan dan transportasi, seperti:

  • Kesehatan
  • Iritasi mata dan kulit
  • Batuk dan gangguan pernapasan
  • Memperburuk kondisi bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan
  • Transportasi
  • Mengurangi jarak pandang
  • Membuat jalan menjadi licin
  • Mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara
  • Mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran
Oleh karena itu, BMKG mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dalam menghadapi debu vulkanik akibat gunung api di Indonesia:

  • Tidak panik, namun tetap waspada.
  • Selalu pantau informasi sebaran debu vulkanik untuk keselamatan Penerbangan.
Masyarakat, terutama yang berada di sekitar Selat Sunda Barat Pandeglang, sebagian Kab. Lembata, Selat Flores-Lamakera, sebagian Kab. Halmahera Barat, Halmahera Utara, Kab. Pulau Morotai, Perairan Barat Daya Morotai, dan Perairan Barat Laut Morotai diimbau untuk:

  • Mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
  • Tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
  • Mengikuti arahan BMKG, PVMBG/Badan Geologi, dan pemerintah setempat.

Baca juga artikel terkait ABU VULKANIK atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra