tirto.id - Hujan abu vulkanik dapat menghambat aktivitas sehari-hari, bahkan masuk ke dalam rumah, mencemari lingkungan, serta mengganggu kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan persiapan sejak sebelum hujan abu terjadi agar kebutuhan dasar dan perlindungan di rumah tetap terpenuhi.
Dalam beberapa waktu terakhir, hujan abu vulkanik melanda sejumlah wilayah di Indonesia akibat erupsi Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9) lalu. Masyarakat pun perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya karena abu vulkanik ini tidak seperti debu biasa.
Abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam sehingga bersifat abrasif. Layaknya debu, abu vulkanik juga ringan sehingga mudah beterbangan dan dapat mencemari udara maupun sumber air.
Abu vulkanik pun berbahaya bagi kesehatan sehingga paparan dan penyebarannya di lingkungan rumah perlu diantisipasi. Oleh karena itu, menyiapkan produk rumah tangga yang tepat sebelum hujan abu vulkanik terjadi bisa membantu mengurangi risiko kesehatan.
8 Produk Rumah Tangga yang Berguna Saat Terjadi Hujan Abu Vulkanik

Bahaya abu vulkanik perlu diwaspadai karena partikel halusnya tidak hanya akan mengotori rumah, tapi juga bisa mengganggu kesehatan, mulai dari menyebabkan gangguan pernapasan hingga membuat mata iritasi.
Sebagai langkah antisipasi, terdapat beberapa produk rumah tangga yang bisa berguna selama menghadapi hujan abu vulkanik. Berikut 8 produk rumah tangga yang dapat disiapkan di rumah:
1. Masker dan Kacamata Pelindung (Goggles)
Masker dan kacamata pelindung menjadi perlengkapan penting selama hujan abu vulkanik berlangsung. Produk ini pun bisa berguna untuk mengurangi paparan debu abu vulkanik pada saluran pernapasan dan mata.Berdasarkan SE Kemenkes Nomor KL.01.02/A/17765/2026, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker yang memadai, seperti masker N95, KN95, KF94, FFP2, atau yang setara.
Jika jenis tersebut belum tersedia, masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan sementara. Pemakaian masker pun harus benar, yaitu menutupi hidung, mulut, dan dagu serta diganti ketika basah, kotor, rusak, atau sulit digunakan untuk bernapas.
Sementara itu, untuk melindungi mata dari iritasi dan partikel abu, gunakan kacamata pelindung tertutup atau goggles, serta hindari penggunaan lensa kontak selama hujan abu.
2. Plastik Wrap atau Plastik Pembungkus
Produk berikutnya yang terlihat sepele, tapi juga perlu disiapkan adalah plastik wrap atau plastik pembungkus. Menurut International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), plastik ini dapat digunakan untuk melindungi perangkat elektronik dari masuknya abu vulkanik.Abu memiliki ukuran yang sangat halus sehingga bisa masuk melalui celah, lubang ventilasi, atau bagian terbuka pada perangkat seperti televisi, komputer, printer, dan peralatan elektronik lainnya. Karena sifat abrasifnya, abu bisa saja merusak komponen perangkat elektronik.
3. Kotak P3K dan Obat-obatan Rutin
Obat-obatan maupun perlengkapan P3K juga wajib ada di setiap rumah ketika terjadi hujan abu vulkanik. Obat-obatan berguna untuk menangani cedera ringan sekaligus memastikan anggota keluarga tetap memiliki obat yang dibutuhkan selama kondisi darurat.Kotak P3K umumnya berisi perlengkapan dasar seperti plester, kasa steril, perban, antiseptik, hingga berbagai obat umum sesuai kebutuhan keluarga. Obat-obatan umum dimaksud bisa berupa obat pereda nyeri, obat mag, obat diare, hingga minyak kayu putih.
Sementara itu, obat rutin adalah obat yang harus dikonsumsi secara teratur oleh orang dengan kondisi kesehatan tertentu sehingga persediaannya tidak boleh terputus, terutama saat akses ke apotek atau fasilitas kesehatan terganggu akibat hujan abu vulkanik.
Jika memang perlu obat resep, situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk menyediakan obat tersebut setidaknya untuk satu minggu dalam kondisi darurat.

4. Air Purifier
Kualitas udara di dalam rumah bisa menurun akibat paparan abu vulkanik. Jika sampai terhirup, dampak abu vulkanik tidak main-main karena bisa membahayakan kesehatan seluruh penghuni rumah. Untuk mengatasinya, air purifier bisa dijadikan pilihan sebagai perangkat untuk membersihkan udara.Air purifier dapat membantu mengurangi partikel abu vulkanik yang melayang di udara dalam ruangan. Namun, pastikan untuk memilih perangkat yang sudah dilengkapi dengan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air).
HEPA merupakan jenis filter yang sudah terbukti mampu menangkap partikel polutan yang berukuran sangat kecil, bahkan diklaim mampu menangkap sekitar 99,97% partikel halus berukuran hingga 0,3 mikron.
Meski demikian, air purifier hanya benar-benar efektif menghilangkan partikel dari udara jika kapasitasnya sesuai dengan ukuran, jadi perhatikan nilai CADR perangkat dan pastikan ruangan selalu tertutup agar abu vulkanik tidak masuk.
5. Penutup Celah Pintu dan Jendela
Saat hujan abu vulkanik menyerang, terkadang menutup pintu dan jendela saja tidak cukup. Celah di bawah pintu atau celah sempit di sekitar jendela bisa menjadi jalan masuk abu ke dalam rumah.Celah-celah sempit ini harus segera ditutup untuk mengurangi paparan abu. Saat ini ada banyak produk penutup celah bawah pintu yang dijual di pasaran (biasanya berbahan busa, PVC, atau silikon). Siapkan pula selotip atau lakban untuk menutup celah di sekitar jendela.
IVHHN juga menyarankan meletakkan kain atau handuk lembap di ambang pintu dan sumber masuk udara lainnya. Kain yang basah bisa menangkap abu sehingga tidak akan masuk ke dalam rumah.
6. Persediaan Makanan dan Minuman
Persediaan makanan dan air minum juga penting untuk disiapkan. Hujan abu vulkanik bisa berlangsung cukup lama dan membuat penghuni harus tetap berada di dalam rumah selama berjam-jam, bahkan berhari-hari.IVHHN merekomendasikan menyediakan makanan yang tidak mudah rusak setidaknya untuk 72 jam atau tiga hari, sedangkan untuk air minum disarankan sekitar 3–4 liter per orang per hari.
Makanan yang dapat dipilih antara lain makanan kaleng, biskuit, roti kemasan, sereal, oatmeal, abon, buah kering, kacang-kacangan, makanan siap santap dalam kemasan, serta makanan bayi atau makanan khusus lain untuk anggota keluarga yang membutuhkan.
Pilih produk yang memiliki kemasan tertutup dan simpan di tempat yang kering serta terlindung dari abu. Untuk air, simpan dalam botol atau galon yang tertutup rapat.

7. Peralatan Kebersihan yang Memadai
Abu vulkanik mungkin tetap akan menerobos masuk ke dalam rumah sehingga kita perlu melakukan pembersihan dengan hati-hati. Beberapa perlengkapan yang dapat disiapkan antara lain botol semprot berisi air, kain lap atau kain mikrofiber, pel, hingga vacuum cleaner.Jangan langsung menyapu atau membersihkan abu vulkanik yang masih kering. IVHHN menyarankan agar abu dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan, lalu gunakan metode pembersihan basah, seperti dengan kain atau pel yang lembab, agar abu tidak berterbangan.
Untuk vacuum cleaner, IVHHN merekomendasikan vacuum cleaner dengan sistem HEPA sebagai pilihan untuk membersihkan abu vulkanik.
8. Alat Elektronik Bertenaga Baterai
Pada kasus hujan abu vulkanik yang parah, pemadaman listrik bisa saja terjadi. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk menyediakan alat elektronik bertenaga baterai di rumah.Peralatan seperti radio portabel dengan baterai dapat digunakan untuk memperoleh informasi dan perkembangan situasi ketika jaringan listrik atau koneksi internet terganggu. Kita juga perlu menyediakan senter atau lampu darurat untuk membantu memberikan penerangan saat listrik padam.
Selain itu, kita bisa mempertimbangkan perangkat lain yang dapat tetap digunakan tanpa listrik rumah, seperti power bank untuk mengisi daya ponsel atau kipas angin portabel, dengan catatan perangkat tersebut juga perlu dijaga dari paparan abu.
Itulah beberapa contoh produk rumah tangga yang bisa berguna dan perlu disiapkan ketika terjadi hujan abu vulkanik. Daftar barang di atas juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang.
Selama situasi belum benar-benar aman, kita tetap perlu waspada. Sebisa mungkin, kurangi aktivitas di luar ruangan, pantau kondisi dan perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, serta selalu ikuti arahan dan imbauan dari pihak berwenang untuk menentukan langkah yang paling aman.
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id





































