Menuju konten utama

Cara Membersihkan Abu Vulkanik Pakai Apa & Kenapa Jangan Disapu?

Cara membersihkan abu vulkanik dengan aman, mulai dari penggunaan masker dan kacamata hingga metode pembersihan rumah agar abu tak kembali beterbangan.

Cara Membersihkan Abu Vulkanik Pakai Apa & Kenapa Jangan Disapu?
Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan keterangan Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau embusan angin yang mengarah ke timur membawa material abu vulkanik tersebut hingga melanda daratan pesisir Banten di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Kota Cilegon. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Cara membersihkan abu vulkanik berbeda dari debu biasa karena abu vulkanik mengandung partikel silika dan batuan sangat halus. Partikel tersebut memiliki karakter seperti serpihan kaca tajam, sehingga berisiko menyebabkan iritasi pada mata, kulit, hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menjelaskan, paparan abu vulkanik pada mata bisa membuat mata kemerahan, perih, berair, sensitif terhadap cahaya, hingga luka gores.

Sementara itu, paparan pada saluran pernapasan berisiko memicu iritasi hidung dan tenggorokan, pilek, batuk, sesak napas, serta nyeri dada. Gejala lebih berat pada penderita asma atau bronkitis kronis.

"Jangan lupa karena ini adalah debu silika yang tajam, jadi gunakan pelindung mata dengan kacamata. Kalau mata teriritasi, segera bilas dengan air bersih," terang Dicky, dikutip dari Antara.

Adapun untuk mencegah abu masuk ke paru-paru, masyarakat bisa memakai masker, seperti N95, yang mampu menutup area hidung dan mulut secara rapat.

Kenapa Abu Vulkanik Ja ngan Sembarangan Disapu?

Abu vulkanik sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara disapu dalam kondisi kering karena gerakan sapu bisa membuat partikel abu kembali beterbangan di udara. Kondisi tersebut meningkatkan risiko abu terhirup oleh orang yang sedang melakukan pembersihan.

"Kalau disapu itu justru abunya makin meledak, dan dapat terhirup kepada yang menyapu, jadi jangan disapu lebih baik menggunakan air," kata Siti Maria, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

Paparan abu vulkanik juga berisiko menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati ketika membersihkan abu, terutama orang dengan masalah pernapasan.

Sebelumnya diberitakan erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (7/9/2026) melaporkan via siaran pers, abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer.

Berdasar analisis BMKG, abu vulkanik bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot. Sebarannya pada lapisan permukaan hingga 15.000 kaki mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, dan Bengkulu serta perairan di sekitarnya.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta memakai masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

Cara Membersihkan Abu Vulkanik dengan Aman

Berikut cara membersihkan abu vulkanik dengan aman, merujuk USGS:

  • Sebelum membersihkan abu vulkanik, gunakan masker penyaring partikel, sarung tangan, dan kacamata pelindung.
  • Tutup pintu dan jendela untuk mencegah abu tambahan masuk ke dalam rumah.
  • Hindari menyapu abu dalam kondisi kering karena bisa membuat partikel kembali beterbangan.
  • Gunakan penyedot debu dengan penyaring partikel berdaya tinggi untuk membersihkan karpet, furnitur, peralatan kantor, peralatan rumah tangga, dan permukaan lainnya.
  • Bersihkan permukaan keras memakai kain atau spons yang sudah dibasahi air dan deterjen.
  • Pada kaca, porselen, enamel, dan akrilik, gunakan kain atau spons yang sudah diberi deterjen, lalu usap secara perlahan agar permukaan tidak tergores.
  • Untuk karpet dan pelapis furnitur, gunakan penyedot debu terlebih dahulu, kemudian bisa dilanjut dengan deterjen. Hindari menggosok terlalu keras karena partikel abu bisa merusak serat kain.
  • Bersihkan lantai dengan metode dibasahi lebih dulu.
  • Jika hendak mencuci, bilas kain atau pakaian yang terkena abu dengan air mengalir.
  • Cuci pakaian yang sangat kotor secara terpisah menggunakan air dan deterjen.
  • Pastikan pakaian terbebas dari abu sebelum memasukkannya ke mesin pengering, sebab abu bisa menggores bagian dalam mesin cuci.
  • Bersihkan saluran masuk udara pada kulkas, kipas, dan ventilasi yang berpotensi meniup atau mengedarkan kembali abu.
Di samping itu, membersihkan abu vulkanik juga perlu dilakukan secara berkala karena abu bisa kembali beterbangan setelah tertiup angin.

Dengan memakai alat perlindungan diri dan metode pembersihan yang tepat, paparan abu vulkanik serta risiko kerusakan pada bangunan dan peralatan bisa dikurangi.

Baca juga artikel terkait KRAKATAU atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus