Menuju konten utama

Alasan Rizki Juniansyah Batal Main di Asian Games 2026

Kenapa Rizki Juniansyah batal tampil di angkat besi nomor 93 kg putra Asian Games 2026? Cek penjelasan PABSI dan KOI terkait penangguhan sementara IWF.

Alasan Rizki Juniansyah Batal Main di Asian Games 2026
Lifter Indonesia Rizki Juniansyah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/app/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kenapa Rizki Juniansyah tidak tampil dalam cabor weightliftign (angkat besi) nomor 85 kg putra Asian Games 2026? Dalam daftar atlet yang akan bertanding pada Senin (28/9/2026) di Nagoya City Trade and Industry Centre, Nagoya, Jepang, tidak ada nama sang lifter peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut.

Mengacu pada situs web resmi Asian Games 2026, para lifter yang akan bertarung di kelas 85 kg putra di antaranya adalah Alexey Churkin (Kazakhstan), Ryo Kwang-ryol (Korea utara), hingga Rakuei Azuma (Jepang). Dari Asia Tenggara, yang bakal terjun adalah Worrapot Nasuriwong (Thailand) dan Muhammad Erry Hidayat (Malaysia). Tidak ada nama Rizki Juniansyah di sana.

Padahal Asian Games 2026 semestinya menjadi debut Rizki di pesta olahraga terbesar Asia tersebut. Sang lifter juga bertarung di kelas 85 kg, bukan lagi kelas 73 kg seperti saat di Olimpiade 2024. Apa yang terjadi pada Rizki?

Kenapa Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026?

Dalam keterangan bersama Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki Juniansyah pada Minggu (27/9), sang lifter tidak dapat tampil di Asian Games 2026 karena skorsing sementara yang diberikan oleh International Weightlifting Federation (IWF).

Cout of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan pencabutan skorsing tersebut. Alhasil, tidak akan ada nama sang lifter dalam perebutan medali nomor 75 kg putra pada Senin (28/9) mendatang.

Mengutip Antara, penangguhan sementara yang ditetapkan IWF terhadap Rizki tersebut merupakan tindakan prosedural selama proses persidangan terkait dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan (whereabouts). Kewajiban keberadaan adalah ketentuan antidoping yang berkaitan dengan ketersediaan atlet untuk menjalani pemeriksaan doping di luar kompetisi.

Penangguhan dari IWF tersebut tidak terjadi karena adanya temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan antidoping. Penangguhan ini tidak terkait dengan zat terlarang apa pun. PABSI dan KOI juga menyebutkan Rizki tidak pernah hasil tes positif soal doping ini, termasuk dalam tes terakhir yang berlangsung pada Agustus 2026.

"Kami menyayangkan bahwa Rizki, yang merupakan juara bertahan Olimpiade dan Dunia, tidak dapat mewakili Indonesia di Nagoya, dan kami menyampaikan terima kasih kepada tim, federasi, serta masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan," keterangan dalam pernyataan bersama PABSI, KOI, dan Rizki Juniansyah.

Rizki Juniansyah membantah tuduhan tersebut dan akan membela kasusnya di hadapan CAS dengan dukungan penuh dari PABSI dan KOI. Di sisi lain, PABSI, KOI, dan Rizki menyatakan menghormati keputusan CAS serta proses antidoping yang sedang berjalan dan akan bekerja sama sepenuhnya dalam proses tersebut.

Profil Rizki Juniansyah, Daftar Prestasi, dan Rekor

Rizki Juniansyah lahir pada 17 Juni 2003 dan tumbuh dalam keluarga atlet. Ayahnya, M. Yasin, merupakan mantan atlet angkat besi nasional. Sementara itu, ibu Rizki, Yeni Rohaeni, adalah atlet angkat berat Provinsi Banten..

Tahun lalu, Rizki Juniansyah meraih medali emas di kelas 79 kg putra dalam ajang SEA Games 2025 Thailand. Ini membuat sang lifter memiliki 2 emas di SEA Games. Pasalnya, di Kamboja 2023, Rizki juga sukses merebut medali tertinggi untuk kelas 73 kg putra.

Prestasi tertinggi Rizki adalah emas Olimpiade 2024 Paris di kelas 73 kg. Catatan emas lain adalah emas kelas 79 kg di World Championship 2025 yang digelar di Forde. Rizki juga menyabet emas kelas 73 kg dalam Piala Dunia Angkat Besi 2024 di Phuket Thailand. Juga, emas di Kejuaraan Angkat Besi Asia Tenggara 2025 di Singapura untuk kelas 88 kg.

Catatan emas Rizki Juniansyah sudah terukir sejak level junior. Ia memperoleh emas (kelas 73 kg) dalam 2 edisi Junior World Championship berturut-turut, yaitu di Taskhent 2021 dan Heraklion 2022. Gelar lain adalah emas dalam ajang Asian Junior Championshp 2022 di Taskhent, dan emas di Youth World Cup 2029 Lima, semuanya di kelas 73 kg.

Baca juga artikel terkait ASIAN GAMES atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus