tirto.id - Cara cek sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terkini bisa dilakukan melalui sejumlah kanal resmi, mulai dari MAGMA Indonesia milik PVMBG sampai info BMKG. Pemantauan penting dilakukan karena arah gerakan abu bisa berubah mengikuti kondisi angin di berbagai ketinggian.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali erupsi pada Jumat (4/9). Mengacu siaran pers BMKG pada Minggu (6/9), sebaran abu vulkanik teridentifikasi dalam dua klaster dengan ketinggian berbeda.
BMKG mencatat abu pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut sampai selatan, mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.
Sementara itu, abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebaran tersebut mencakup wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.
Lantas, bagaimana cara mengetahui wilayah terdampak dan memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau?
1. Cek melalui MAGMA Indonesia
MAGMA Indonesia merupakan platform informasi kebencanaan geologi yang dikelola Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Masyarakat bisa mengakses informasi Gunung Anak Krakatau melalui platform ini untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik dan informasi resmi terkait gunung api.
Data dari MAGMA Indonesia bisa dipakai sebagai salah satu rujukan utama untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
2. Pantau Penyebaran Abu Vulkani via BMKG
Cara cek penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terkini berikutnya yaitu melalui informasi yang dirilis BMKG. Lembaga tersebut memantau pergerakan abu menggunakan berbagai instrumen, termasuk analisis citra satelit.
Pada 6 September 2026, BMKG mengidentifikasi dua klaster utama sebaran abu vulkanik berdasar analisis citra satelit. Informasi tersebut menunjukkan perbedaan arah pergerakan abu pada lapisan atmosfer dengan ketinggian berbeda.
Masyarakat bisa memantau pembaruan melalui kanal komunikasi resmi BMKG. Perhatikan tanggal dan waktu pembaruan karena posisi serta arah sebaran abu bisa berubah mengikuti kondisi angin.
3. Cek Sebaran Abu Vulkanik melalui abu.cikoytew.my.id
Masyarakat juga bisa cek sebaran abu vulkanik Anak Krakatau melalui situs abu.cikoytew.my.id. Situs tersebut menyajikan data sebaran abu vulkanik yang bisa dipakai untuk melihat wilayah yang berpotensi terdampak serta arah pergerakan abu.
Untuk melihat peta sebaran abu, Anda bisa membuka situs tersebut melalui browser. Informasi pada peta membantu masyarakat mengetahui posisi dan pergerakan awan abu berdasar data pemantauan yang tersedia.
Meski demikian, informasi dari situs ini sebaiknya dipakai sebagai pelengkap. Untuk memastikan kondisi terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau, warga tetap disarankan memantau update dari BMKG serta PVMBG melalui kanal resminya.
Perlu diperhatikan bahwa abu vulkanik tidak selalu bergerak pada satu arah yang sama. Pergerakan abu bergantung pada arah dan kecepatan angin di berbagai lapisan atmosfer. Karena itu, peta sebaran yang diperbarui beberapa jam sebelumnya belum tentu menggambarkan kondisi terbaru.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sepanjang pesisir Selat Sunda, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti pembaruan dari kanal resmi pemerintah.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id



































