tirto.id - Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat suntikan armada tempur internasional. Tiga helikopter raksasa CH-47 Chinook bantuan dari pemerintah Jepang dijadwalkan bakal mengguyur wilayah-wilayah prioritas lewat skema water bombing selama 21 hari ke depan demi memadamkan kepungan api dari udara.
"Adapun lama tugas mereka dalam membantu kita adalah dijadwalkan akan berlangsung selama 21 hari, untuk membantu seluruh tim pemadam kebakaran yang ada di lapangan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam konferesi pers yang disaksikan secara virtual pada Kamis (10/9/2026).
Sebelum operasi dimulai, tiga helikopter tersebut menjalani uji terbang di Bandara Supadio, Pontianak. BNPB memperkirakan operasi water bombing akan mulai dilakukan pada 11 atau 12 September.
"Kita lihat seperti apa setelah mereka melakukan uji coba. Tentu ada 1-2 hari untuk mereka bisa melakukan diskusi serta mengeksekusi beberapa lahan yang menjadi prioritas," katanya.
Berton mengatakan helikopter penanganan karhutla itu telah tiba di Kalimantan Barat. Armada dan personel Jepang tersebut dibawa menggunakan kapal JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kamis (10/9/2026).
Kapal tersebut juga membawa sekitar 180 hingga 300 personel untuk mendukung operasi penanganan karhutla di lapangan.
Melansir ANTARA, dukungan tersebut merupakan bagian dari misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau humanitarian assistance and disaster relief (HADR) Jepang-Indonesia.
JS Kunisaki membawa personel dan peralatan pendukung setelah menempuh perjalanan selama 11 hari menuju Kalimantan Barat.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































