Menuju konten utama

Tiga Helikopter Jepang untuk Water Bombing Karhutla Tiba Besok

Jepang mengirim tiga helikopter CH-47 Chinook dan 180 personel untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia melalui operasi water bombing di Kalimantan.

Tiga Helikopter Jepang untuk Water Bombing Karhutla Tiba Besok
Foto udara api membakar lahan di Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan pantauan satelit NOAA20 yang dipantau melalui aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdapat 1.319 titik panas yang terdeteksi pada Sabtu (5/9). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkap rencana operasional tiga helikopter CH-47 Chinook yang dikirim pemerintah Jepang untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemhan, Tri Budi Utomo, mengatakan tiga helikopter tersebut akan digunakan untuk melakukan water bombing. Selain helikopter, pemerintah Jepang juga mengirimkan 180 personel untuk mendukung penanganan karhutla.

“Sesuai rencana saat ini, JS Kunisaki dijadwalkan akan tiba di Terminal Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat pada 9 September 2026. Dan setelah kedatangan, tentunya tidak serta-merta langsung digunakan dalam operasi, tetapi akan dilakukan tahapan penyiapan sistem dan flight test untuk memastikan seluruh aspek kesiapan dan keselamatan penerbangan terpenuhi,” kata Tri dalam konferensi pers secara daring, Selasa (8/9/2026).

Dia mengatakan helikopter tersebut direncanakan beroperasi pada 12-19 September 2026. Nantinya, helikopter akan melakukan water bombing di bawah kendali TNI.

“TNI bersama BNPB akan memastikan bantuan tersebut digunakan secara optimal sesuai kebutuhan penanganan karhutla di Kalimantan. Sementara Kementerian Pertahanan memberikan dukungan terhadap kebutuhan logistik operasional bantuan Jepang,” ujar Tri.

Sementara itu, penanganan karhutla saat ini difokuskan di enam provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Kalimantan Barat terdapat 36 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 350 hektare. Sebanyak 105 hektare di antaranya telah dipadamkan.

Di Kalimantan Tengah terdapat 47 titik api dengan luas lahan terbakar 100 hektare. Sebanyak 67 hektare di antaranya telah dipadamkan. Kemudian, di Kalimantan Selatan terdapat 21 titik api dengan luas lahan terbakar 260 hektare. Dari jumlah tersebut, 163 hektare telah dipadamkan.

“Untuk Provinsi Riau, kita lihat ada hujan di dua kabupaten yaitu Kepulauan Meranti maupun Kabupaten Pelalawan. Kita menemukan 51 titik di sana dan dengan luas lahan terbakar itu 309 hektare lebih, dan luas lahan yang berhasil dipadamkan 162 hektare lebih,” ujar Plt. Kapusdatin BNPB, Berton Panjaitan.

Lebih lanjut, Berton mengatakan di Jambi terdapat 29 titik api dengan luas lahan terbakar 60 hektare. Sebanyak 46 hektare di antaranya telah dipadamkan. Terakhir, di Sumatra Selatan terdapat sembilan titik api dengan luas lahan terbakar hampir 400 hektare. Namun, baru 13 hektare yang telah dipadamkan.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN HUTAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Alfitra Akbar