Menuju konten utama

BNPB: Karhutla Masih Terjadi di IKN-Ijen, Luas Capai 734,81 Ha

BNPB mencatat 72.008 hektare lahan terbakar, dengan 734,81 hektare masih terbakar di sejumlah wilayah gambut Kalimantan dan Sumatra.

BNPB: Karhutla Masih Terjadi di IKN-Ijen, Luas Capai 734,81 Ha
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto saat diskusi dengan Forum Pemimpin Redaksi Media melalui sambungan virtual di Nusa Dua, Bali, Rabu (20/4/2022). ANTARA/HO-BNPB/
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga Senin (7/9/2026), kebakaran masih ditemukan di enam wilayah lahan gambut, yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, total luas lahan yang terbakar mencapai 72.008 hektare. Dari luasan tersebut, sebanyak 71.274,29 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara 734,81 hektare lainnya masih dalam proses penanganan.

"Yang masih terbakar, per kemarin ya, 734,81 hektar. Nah, sekarang sedang dipadamkan ini yang 734,81 hektar. Apakah nanti bisa berkurang? Ah ini belum tentu. Kenapa? Karena sifatnya lahan gambut," tutur Suharyanto dalam konferensi pers di Mako Marinir, Kwitang, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Karhutla di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena api dapat kembali menyala meski titik kebakaran telah dipadamkan. Kondisi tersebut semakin sulit ditangani karena Indonesia masih menghadapi musim kemarau ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun depan.

Untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul, BNPB akan melakukan pemantauan setelah proses pemadaman. Patroli dilakukan dengan memanfaatkan data satelit Kementerian Kehutanan dan BMKG untuk mengidentifikasi titik panas yang masih tersisa sebelum petugas kembali melakukan pemadaman.

Selain di enam wilayah lahan gambut tersebut, kebakaran juga masih terjadi di sejumlah daerah lain. Suharyanto menyebut kondisi cuaca ekstrem turut menjadi salah satu faktor yang memicu kebakaran di beberapa wilayah.

Salah satunya terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 4,6 hektare. Kebakaran tersebut masih dalam proses pemadaman.

"Kemudian ada lagi kebakaran-kebakaran di provinsi lain yang sekarang sedang kebakar, ada di Kalimantan Timur, di kawasan IKN, itu seluas 458 hektar, sedang ditangani, masih belum padam. Kemudian kawasan Gunung Ijen di Jawa Timur ada 2,5 hektar," ungkap Suharyanto.

Kebakaran juga tercatat di kawasan Gunung Butak, Jawa Timur, dengan luas 16,5 hektare. Sementara di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, kebakaran melanda lahan seluas 223,5 hektare, tetapi api telah berhasil dipadamkan.

"Jumlahnya adalah 705,1 hektar. Tetapi yang 705,1 hektar ini karena bukan lahan gambut, itu kita memadamkannya lebih mudah," ucap Suharyanto.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana