Menuju konten utama

Pemerintah akan Modifikasi Cuaca untuk Tangani Abu Vulkanik GAK

BNPB akan melakukan modifikasi cuaca dari Kertajati dan Semarang untuk menurunkan hujan dan meluruhkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah akan Modifikasi Cuaca untuk Tangani Abu Vulkanik GAK
(Kiri ke kanan) Kepala BNPB Suharyanto, Jaksa Agung St Burhanuddin, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mendagri Tito Karnavian, Menkopolkam Djamari A. Chaniago, Menhut Raja Juli Antoni, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BMKG Faisal Fathani, usai menggelar rapat penanganan karhutla di Mako Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah akan melakukan modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan sebagai salah satu langkah penanganan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Modifikasi itu direncanakan mulai hari ini dan besok (8/9/2026).

Kepala BNPB, Suharyanto, menerangkan bahwa modifikasi cuaca ini memang tidak bisa dilakukan dari penerbangan Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma. Sebab, akses penerbangan masih terkendala oleh sebaran abu vulkanik.

Suharyanto menerangkan, pihaknya akan melakukan modifikasi cuaca dari Bandara Kertajati dan Semarang yang masih bisa diakses jalur penerbangan. Dengan begitu, hujan dapat diturunkan guna meredam dampak penebalan abu vulkanik.

"Hari ini, mudah-mudahan bisa. Karena Kertajati di Majalengka sudah kebuka. Jadi kita mungkin nanti dari situ. Kemudian juga apabila masih terganggu di Kertajati, supaya segera turun hujan agar penerbangan tidak terganggu dan kondisi cuaca juga membaik, kami geser juga pesawat TMC dari Kalimantan masuk ke Semarang," ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Mako Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Dia mengemukakan, erupsi sendiri sudah menurun, namun sebaran abu vulkaniknya masih terjadi hingga pagi ini. Oleh karenanya, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan mendatangkan hujan untuk meluruhkan sebaran abu vulkanik.

Ditambahkan Kepala BMKG, Faisal Fathani, dalam modifikasi yang akan dilakukan ini digunakan bahan spraying atmosfer untuk meluruhkan abu vulkanik. Metode ini akan menggunakan air dan surfaktan menjadi satu larutan untuk meluruhkan abu.

"Nah, nanti kalau sudah ada awan tumbuh, bahannya kita ganti. Menjadi air, tapi kita campur dengan bahan semprot higroskopis. Dia akan mengaktifkan awan. Sehingga nanti harapannya dalam 1-2 hari ke depan, persoalan debu vulkanik bisa kita dapatkan," ungkap Faisal.

Cara itu, kata Faisal, akan efektif meluruhkan debu vulkanik selama tidak ada lagi erupsi yang terjadi. Dia pun memastikan, helikopter yang akan digunakan untuk memodifikasi akan selalu disiagakan di Semarang dan Surakarta.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana