Menuju konten utama

14 Siswa SD di Subang Diduga Keracunan MBG dari Susu Kemasan

Sebanyak 14 siswa SD di Subang diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dinkes menduga susu kemasan yang menggumpal jadi pemicunya.

14 Siswa SD di Subang Diduga Keracunan MBG dari Susu Kemasan
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang kembali memakan korban. Sebanyak 14 siswa sekolah dasar di wilayah Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi MBG pada Rabu (30/9/2026). foto/Subanginfo
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 14 siswa sekolah dasar di wilayah Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang dilarikan ke puskesmas karena diduga mengalami keracunan makanan pada Rabu (30/9/2026). Insiden ini terjadi setelah para korban mengonsumsi susu kemasan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan dalam kondisi menggumpal.

Para korban sempat mendapat perawatan di PKM Cipunagara. Keluhan yang dialami para korban antara lain sakit perut, mual muntah, pusing, dan lemas. Menu MBG yang mereka santap berupa nasi putih, ayam geprek, sambal tomat, timun, buah anggur, dan susu kemasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan Marchiawati, mengaku sudah menerjunkan Tim Surveilans dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) setelah menerima laporan dari Puskesmas Cipunagara dan SPPG Subang Cipunagara Sidajaya.

"Benar, pada hari Rabu 30 September 2026 kami menerima laporan adanya terduga keracunan makanan pada anak sekolah di wilayah Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara setelah mengonsumsi MBG. Tim kami langsung bergerak cepat ke Puskesmas Cipunagara dan SPPG untuk melakukan penyelidikan epidemiologi," ujar Dwinan, pada Kamis (1/10/2026).

Dugaan Kuat dari Susu Kemasan

Keracunan MBG Subang

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang kembali memakan korban. Sebanyak 14 siswa sekolah dasar di wilayah Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi MBG pada Rabu (30/9/2026). foto/Subanginfo

Dwinan menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara, dugaan kuat penyebab keracunan mengarah pada susu kemasan yang dikonsumsi siswa.

"Dari hasil investigasi awal, semua penderita mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG, dan temuan di lapangan menunjukkan susu dalam kondisi menggumpal. Sampel makanan sudah kami ambil untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab pastinya," jelasnya.

Dwinan memastikan kondisi seluruh korban saat ini sudah membaik. "Alhamdulillah, 14 anak yang dirawat di Puskesmas Cipunagara kondisinya sudah membaik dan sudah dipulangkan. 25 anak lainnya yang ditangani di rumah juga dalam kondisi stabil. Kami terus melakukan pemantauan aktif untuk antisipasi kasus tambahan," tukasnya.

Dinkes Kabupaten Subang pun telah membuka posko KLB di PKM Cipunagara, berkoordinasi lintas sektor dengan SPPG, sekolah, TNI-Polri, dan aparat desa untuk penanganan lanjutan.

Sementara itu, pihak SPPG Sidajaya menyebutkan susu dipesan baru 4 hari lalu dan datang Selasa sore (29/9/2026) pukul 17.45 WIB. Tanggal kadaluarsa susu tercatat 14, 21, dan 26 Mei 2027. Total penerima manfaat SPPG Sidajaya mencapai 3.223 orang.

Atas dugaan keracunan ini, SPPG Sidajaya berdalih pihak SDN Cimahi II tidak melakukan uji organoleptik (uji rasa, bau, warna) sebelum MBG dibagikan kepada siswa. Uji coba baru dilakukan setelah kejadian ditemukan.

Kronologi Kejadian Berdasar Penelusuran Dinkes Subang

  • Pukul 09.00 WIB: MBG dibagikan dan dimakan oleh anak-anak sekolah.
  • Pukul 09.00 - 09.15 WIB: Pihak SPPG menerima laporan susu dalam kondisi menggumpal dan rasa tidak enak. Pada kemasan tertera batas konsumsi sampai pukul 10.00 WIB.
  • Pukul 10.00 WIB: Sejumlah siswa SDN Cimahi II mengeluh sakit perut, mual muntah, pusing dan lemas. Guru langsung membawa mereka ke Puskesmas.
  • Pukul 11.30 WIB: Jumlah anak yang dirawat di Puskesmas Cipunagara mencapai 14 orang, terdiri dari 12 siswa SDN Cimahi II dan 2 siswa SDN Mulyasari.
  • Pukul 19.30 WIB: Kondisi 14 anak membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
  • Selain 14 anak yang dirawat di Puskesmas, tercatat 25 anak lainnya ditangani di rumah dengan kondisi terkini sudah baik/stabil. Kelompok usia penderita terbanyak adalah 7-12 tahun.

=============

Subang Info adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait KASUS KERACUNAN atau tulisan lainnya dari Subang Info

tirto.id - Flash News
Reporter: Subang Info
Penulis: Subang Info
Editor: Siti Fatimah