tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengakui rentetan kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk insiden di Sidoarjo, membuat pihaknya sangat terpukul dan drop.
Pengakuan blak-blakan ini disampaikan Sudaryono di tengah upaya keras lembaga tersebut membenahi tata kelola internal pasca-pergantian pimpinan.
Sudaryono mengatakan BGN saat ini tengah melakukan pembenahan setelah sebelumnya terjadi persoalan pimpinan sebelumnya yang menurutnya lekat dengan tindakan koruptif.
“Nah kami ini sedang coba beres-beres dengan dengan man power yang ada dan so far berjalan dengan baik,” kata Sudaryono kepada para wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026) malam.
Ia menjelaskan, pembenahan yang dilakukan BGN mencakup sejumlah aspek, mulai dari tata kelola sistem, peraturan, teknologi informasi (IT), hingga pelaporan dan pengawasan.
Menurutnya, BGN juga tengah memperbaiki mekanisme kerja, termasuk melalui rapat daring dan pengaturan jam kerja.
Namun, di tengah proses pembenahan tersebut, BGN kembali dihadapkan dengan kasus keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah.
“Tapi kemudian di atas itu semua, tiba-tiba ada keracunan makanan. Itu kemudian kami, aduh, cukup sangat prihatin dan drop ya,” ujarnya.
Sudaryono menyebut kasus keracunan makanan tersebut terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Sidoarjo dan Agam, Sumatera Barat.
Ia juga menyebut adanya kasus keracunan di Rembang, Jawa Tengah. Menurutnya, rentetan kasus tersebut menjadi persoalan yang harus segera diperbaiki oleh BGN.
“Ini tentu saja kami sangat sangat terpukul sebetulnya tapi ini dan kami tidak boleh menyerah,” tegasnya.
Sudaryono mengatakan BGN akan melakukan perbaikan terhadap tata kelola dan aturan program MBG, termasuk memperbaiki alur penataan keuangan serta memperkuat koordinasi data dengan kementerian dan lembaga terkait.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































