Menuju konten utama

Sudaryono Akui Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo Bikin BGN Drop

Di tengah pembenahan tata kelola lembaga, BGN diuji kasus keracunan makanan MBG Sidoarjo. Sudaryono akui pihak internal sangat terpukul.

Sudaryono Akui Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo Bikin BGN Drop
Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengakui rentetan kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk insiden di Sidoarjo, membuat pihaknya sangat terpukul dan drop.

Pengakuan blak-blakan ini disampaikan Sudaryono di tengah upaya keras lembaga tersebut membenahi tata kelola internal pasca-pergantian pimpinan.

Sudaryono mengatakan BGN saat ini tengah melakukan pembenahan setelah sebelumnya terjadi persoalan pimpinan sebelumnya yang menurutnya lekat dengan tindakan koruptif.

“Nah kami ini sedang coba beres-beres dengan dengan man power yang ada dan so far berjalan dengan baik,” kata Sudaryono kepada para wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026) malam.

Ia menjelaskan, pembenahan yang dilakukan BGN mencakup sejumlah aspek, mulai dari tata kelola sistem, peraturan, teknologi informasi (IT), hingga pelaporan dan pengawasan.

Menurutnya, BGN juga tengah memperbaiki mekanisme kerja, termasuk melalui rapat daring dan pengaturan jam kerja.

Namun, di tengah proses pembenahan tersebut, BGN kembali dihadapkan dengan kasus keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah.

“Tapi kemudian di atas itu semua, tiba-tiba ada keracunan makanan. Itu kemudian kami, aduh, cukup sangat prihatin dan drop ya,” ujarnya.

Sudaryono menyebut kasus keracunan makanan tersebut terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Sidoarjo dan Agam, Sumatera Barat.

Ia juga menyebut adanya kasus keracunan di Rembang, Jawa Tengah. Menurutnya, rentetan kasus tersebut menjadi persoalan yang harus segera diperbaiki oleh BGN.

“Ini tentu saja kami sangat sangat terpukul sebetulnya tapi ini dan kami tidak boleh menyerah,” tegasnya.

Sudaryono mengatakan BGN akan melakukan perbaikan terhadap tata kelola dan aturan program MBG, termasuk memperbaiki alur penataan keuangan serta memperkuat koordinasi data dengan kementerian dan lembaga terkait.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah