Menuju konten utama

Cara Membersihkan AC setelah Hujan Abu Vulkanik yang Benar

Hujan abu vulkanik bisa berdampak pada perangkat AC, terutama unit outdoor. Ketahui bahaya paparan abu vulkanik dan cara membersihkan AC dengan benar.

Cara Membersihkan AC setelah Hujan Abu Vulkanik yang Benar
ilustrasi membersihkan AC. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hujan abu vulkanik bisa mengotori dan memengaruhi kinerja berbagai peralatan rumah tangga, salah satunya pendingin ruangan atau AC. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara membersihkan AC yang terkena abu vulkanik agar perangkat tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

AC merupakan perangkat yang sangat berguna untuk mendinginkan udara sehingga suhu ruangan tetap nyaman. AC pun wajib dibersihkan secara berkala untuk menjaga kebersihan komponen sekaligus agar kinerja pendinginannya tetap optimal.

Interval waktu atau jadwal untuk membersihkan AC idealnya sekitar 2–3 bulan sekali. Namun, pembersihan perangkat juga bisa lebih sering jika lingkungan sekitar rumah memiliki polusi yang tinggi atau sangat berdebu.

Hal yang sama juga berlaku ketika terjadi hujan abu. Namun, apa sebenarnya bahaya abu vulkanik terhadap AC? Bagaimana cara merawat AC setelah terpapar hujan abu vulkanik?

Apakah Aman Menyalakan AC Saat Hujan Abu Vulkanik?

Mode dry pada AC

Ilustrasi AC. foto/istockphoto

Abu vulkanik merupakan material yang muncul akibat letusan gunung berapi. Ukuran partikelnya sangat kecil dan halus, tapi cenderung keras dan tajam sehingga bersifat abrasif. Abu vulkanik juga mudah terbawa angin dan menyebar ke area yang cukup luas.

Ketika hujan abu sampai pemukiman warga, partikel abu dapat menempel pada unit outdoor AC yang terpasang di luar rumah. Lantas, apakah hal ini berbahaya? Apakah aman menyalakan AC saat hujan abu vulkanik?

Situs International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) merekomendasikan untuk tidak menyalakan peralatan apa pun yang bisa menarik udara luar ke dalam rumah, salah satunya adalah AC.

Beberapa merek AC diketahui memang menghadirkan fitur khusus yang bisa menarik udara dari luar ke dalam ruangan, tujuannya agar udara dalam rumah tidak pengap dan bisa berganti dengan udara yang lebih segar.

AC seperti ini biasanya juga sudah dilengkapi dengan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) yang andal menyaring partikel udara. Namun, dalam kondisi hujan abu vulkanik, AC jenis ini sebaiknya dihindari.

Sementara itu, AC standar tidak bekerja dengan menghisap udara dari luar ruangan. Kebanyakan AC yang digunakan saat ini hanya mensirkulasikan udara di dalam ruangan melalui unit indoor, yaitu dengan menarik udara, mendinginkannya, lalu mengalirkannya kembali ke ruangan.

Jadi, jika khawatir kualitas udara dalam rumah akan memburuk ketika menyalakan AC di tengah hujan abu, hal tersebut umumnya tidak terjadi selama tidak menggunakan fitur yang bisa mengisap udara luar ke dalam rumah.

Meski demikian, abu vulkanik tetap dapat berdampak pada unit outdoor AC karena bagian tersebut berhubungan langsung dengan udara luar. Lalu, seperti apa bahaya abu vulkanik terhadap perangkat AC?

Bahaya Paparan Abu Vulkanik terhadap AC

ilustrasi membersihkan AC

ilustrasi membersihkan AC. foto/istockphoto

Dikutip dari situs Inquirer, Concepcion Industrial Corporation (CIC) menjelaskan bahwa aman atau tidaknya penggunaan AC saat hujan abu vulkanik bergantung pada intensitasnya.

Saat hujan abu ringan, AC split maupun AC window masih dapat digunakan, apalagi AC seperti ini hanya mensirkulasikan udara di dalam rumah untuk menghasilkan udara dingin.

Akan tetapi, saat hujan abu lebat, penggunaan AC tidak disarankan karena abu dapat menyumbat kumparan kondensor pada unit outdoor. Penyumbatan tersebut akan menghambat kinerja sistem AC, menyebabkan kompresor dan semua sistem AC bekerja lebih keras dan berujung overheating.

Overheating pada AC dapat membuat kinerja pendinginan menurun karena sistem kesulitan membuang panas. Kondisi ini juga membuat sistem AC bekerja lebih berat. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini bisa meningkatkan risiko kerusakan pada perangkat.

CIC juga menjelaskan bahwa AC sebenarnya dirancang untuk bisa menghadapi paparan abu ringan. Namun, baik pada paparan abu ringan maupun berat, AC juga sebaiknya segera dibersihkan ketika hujan abu vulkanik selesai.

Panduan Membersihkan AC setelah Hujan Abu Vulkanik

Prompt Gemini AI Prank Tukang Masuk Rumah

Hasil Generator Gemini AI: Ilustrasi Membersihkan AC. FOTO/Gemini AI

Saat terjadi hujan abu vulkanik, unit outdoor AC adalah bagian yang paling perlu diperhatikan karena berhubungan langsung dengan udara luar. Jika hujan abu sudah benar-benar berhenti, pemilik rumah wajib membersihkan AC secara menyeluruh, baik pada unit indoor maupun outdoor.

Berikut cara membersihkan abu vulkanik dari AC menurut Midea:

1. Gunakan Masker dan Pelindung Mata

Sebelum mulai membersihkan AC, pastikan AC sudah dimatikan terlebih dahulu. Setelah itu, gunakan masker dan pelindung mata yang memadai untuk mengurangi risiko menghirup atau terkena partikel abu saat proses pembersihan.

2. Bersihkan Abu dengan Vacuum Cleaner

Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat abu dan partikel lain yang menempel pada AC, termasuk pada filter maupun kondensor. Menurut laman U.S. Geological Survey (USGS), pembersihan juga bisa dilakukan dengan blower dengan hembusan udara renda (maksimal 30 psi).

Setelah itu, lap perangkat AC yang sudah dibersihkan, lalu kumpulkan dan buang abu dengan cara yang tepat agar tidak kembali menyebar ke lingkungan sekitar.

3. Basahi Area Sekitar Unit Outdoor

Pada AC split, basahi area di sekitar unit outdoor untuk membantu mencegah abu kembali beterbangan saat dibersihkan. Namun, pastikan untuk tidak membasahi bagian kumparan (coil) dan papan sirkuit karena komponen tersebut harus terhindar dari air agar tidak rusak (korsleting).

4. Gunakan Jasa Servis Resmi

Jika ragu untuk membersihkan AC secara mandiri, apalagi jika abu yang menempel cukup banyak, disarankan untuk menghubungi pusat servis resmi atau teknisi yang sudah ahli.

Dengan jasa servis berpengalaman, bagian-bagian AC yang sulit dijangkau dapat diperiksa dan dibersihkan dengan tepat sehingga pendingin ruangan bisa bekerja secara optimal.

Itulah beberapa cara membersihkan AC yang terpapar abu vulkanik. Abu dari erupsi gunung berapi memang berisiko memengaruhi kinerja AC dengan cara menyumbat unit outdoor dan menyebabkan overheating.

Jadi, setelah hujan abu vulkanik berakhir, pastikan untuk segera membersihkan AC. Lakukan dengan hati-hati agar abu tidak kembali menyebar atau hubungi jasa servis resmi untuk proses pembersihan yang lebih maksimal.

Ingin tahu informasi menarik lain seputar peralatan elektronik? Cek selengkapnya melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Peralatan Elektronik

Baca juga artikel terkait PERALATAN ELEKTRONIK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani