Menuju konten utama

BNN: Narkoba Berkedok Vape Incar Anak Muda

Liquid vape mengandung narkotika tersebut dikemas dengan menggunakan merek dagang 'Love Ind' dan akan diedarkan ke sejumlah tempat hiburan malam.

BNN: Narkoba Berkedok Vape Incar Anak Muda
Bungkus vape mengandung narkoba yang digagalkan penyelundupannya oleh penyidik Bareskrim Polri. Dok. Bareskrim Polri.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - BNN mengungkap adanya upaya sindikat pengedar narkotika yang mengemas narkoba dalam bentuk cartridge liquid vape untuk mengincar kalangan muda. Hal ini disampaikan Plt. Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Wibowo, Selasa (6/1/2025).

Dia mengatakan tren ini terjadi lantaran adanya pergeseran konsumsi vape sebagai alternatif rokok konvensional.

"Ada rentang klaster, kelompok tertentu yang menjadi sasaran mereka. Utamanya penikmat, pengguna vape yang tentu dari hasil survei kita semakin bertambah banyak anak-anak kita, generasi bangsa kita karena menganggap bagian daripada tren adalah dengan mengonsumsi vape sebagai alternatif daripada rokok konvensional," kata Budi di Jakarta, mengutip Antara.

Hal tersebut disampaikan Budi usai memberikan keterangan soal penggerebekan laboratorium pembuatan narkotika dalam bentuk liquid vape dan happy water, yang berlokasi di salah satu apartemen di wilayah Ancol, Jakarta.

Oleh sebab itu, Budi mengimbau kepada semua lapisan masyarakat mewaspadai modus-modus peredaran dan penyalahgunaan narkotika di sekitarnya.

Liquid vape mengandung narkotika tersebut dikemas dengan menggunakan merek dagang 'Love Ind' dan akan diedarkan ke sejumlah tempat hiburan malam, dengan sasaran utama kalangan muda, terutama yang mengkonsumsi vape.

Setiap cartridge dijual dengan harga berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta, tergantung kandungan zat berbahaya di dalamnya.

Berdasarkan jumlah barang bukti yang diamankan, jaringan ini diperkirakan mampu memproduksi ribuan cartridge liquid vape narkotika.

Dengan asumsi satu cartridge dapat dikonsumsi oleh tiga hingga lima orang, pengungkapan ini diperkirakan telah menyelamatkan ribuan hingga puluhan ribu generasi muda dari paparan narkotika sintetis, dengan risiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa.

Pengungkapan lab pembuatan narkotika tersebut berawal dari Operasi Pengamanan Natal dan tahun baru (Nataru) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Saat itu tim menangkap dua orang penumpang asal Malaysia berinisial HHS dan DM karena kedapatan membawa bahan yang diduga mengandung narkotika jenis MDMA dan Ethomidate.

Di TKP, bahan MDMA dan Ethomidate yang diselundupkan dari luar negeri dicampur dengan minyak nikotin dan cairan perasa untuk dijadikan liquid vape sebelum dipindahkan ke lokasi lain.

Pengembangan lanjutan mengarah ke sebuah gudang di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. Dari lokasi ini, petugas menyita bahan diduga narkotika, puluhan cartridge liquid vape mengandung narkotika siap edar, ribuan cartridge kosong, serta berbagai bahan dan peralatan peracikan.

Hasil penyidikan mengungkap bahwa jaringan ini menerapkan modus penyamaran berlapis. Selain mencampurkan narkotika ke dalam liquid vape, bahan baku, termasuk Ethomidate, juga dikemas menyerupai sachet minuman energi yang tampak seperti produk legal.

Pada Agusuts 2025 lalu, BNN juga sempat mengungkap modus narkoba jenis baru berkedok rokok elektrik. Kala itu petugas berhasil meggagalkan pengiriman ganja sintetis ke Malaysai dan Prancis.

Sebagai tindak lanjut atas pengungkapan kasus tersebut, BNN telah mencari dan mengumpulkan berbagai macam merek vape yang beredar di Indonesia. Ratusan sampel kemudian diujikan ke laboratorium BNN.

Baca juga artikel terkait VAPE

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Alfons Yoshio Hartanto