Menuju konten utama

Bisnis Seluler Stagnan, Telkom Perkuat Bisnis di Luar Telkomsel

Pertumbuhan bisnis seluler mengalami stagnasi seiring dengan mandeknya pertumbuhan bisnis telekomunikasi global.

Bisnis Seluler Stagnan, Telkom Perkuat Bisnis di Luar Telkomsel
Gedung Data Center NeutraDC. FOTO/dok. Telkom
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, menjelaskan saat ini tengah terjadi disrupsi terhadap bisnis telekomunikasi dunia, yang mendorong terjadinya stagnasi margin keuntungan hingga pertumbuhan pendapatan yang melandai.

Karena itu, kedepannya Telkom akan mendorong bisnis lain di luar konektivitas yang selama ini menjadi penopang pendapatan perusahaan. Sebagai informasi, bisnis konektivitas yang bertumpu pada Telkomsel menyumbang hingga 73 persen dari total pendapatan perusahaan.

"Strategi kami adalah bagaimana supaya untuk konektivitas yang merupakan basic market untuk telco dioptimalkan dan kami memperluas bisnis non-konektivitas," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Gedung Parlemen, Rabu (2/7/2025).

Menurut Dian, tantangan di bisnis telekmonikasi telah menyebabkan beban modal kerja (capital expenditure/capex) perusahaan meningkat. “Ini menyebabkan kapitalisasi pasar yang stagnan serta komposisi market cap untuk technology company yang semakin relevan dibandingkan dengan telco,” imbuhnya.

Selain itu, stagnasi pertumbuhan bisnis telekomunikasi global juga turut menyebabkan pertumbuhan bisnis seluler turut mengalami stagnasi. Sehingga, untuk mendapatkan struktur pasar yang lebih sehat dan untuk menuju perusahaan dengan aset ringan, para pelaku usaha yang bergerak di lini bisnis seluler harus melakukan konsolidasi.

“Dan di industri seluler ini, hampir semua operator itu memperkuat fix mobile convergence dan kami semua berencana untuk menuju perusahaan dengan aset yang ringan,” tambah Dian.

Tren konsolidasi di bisnis seluler ini lantas membuat para pelaku usaha yang bergerak di bisnis tower juga melakukan hal yang sama. Sebab, pertumbuhan bisnis tower akan selalu mengikuti pertumbuhan bisnis operator seluler. “Sehingga, di dunia tower pun pertumbuhannya sekarang mengalami stagnasi,” ujar dia.

Baca juga artikel terkait TELKOM atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana