Menuju konten utama

Bahlil Mau SPBU Swasta Beli BBM RON 92-98 dari Pertamina

Bahlil mengatakan Pertamina telah sepakat untuk mengerek memproduksi BBM RON 92-98 di semester II 2025 untuk bisa mensuplai SPBU swasta.

Bahlil Mau SPBU Swasta Beli BBM RON 92-98 dari Pertamina
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nym.

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan mendorong Pertamina menyuplai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta pada 2026 dengan BBM dengan nilai oktan (RON) 92, 95, dan 98 yang dapat diproduksi di Kilang Balikpapan.

Hal tersebut, ungkap Bahlil, telah disepakati dalam rapat Kementerian ESDM yang dihadiri Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

"Nanti di semester kedua, Pertamina saya minta untuk membangun agar tidak kita impor. Tadi malam, Bapak Presiden, kami laporkan rapat sampai jam 2 pagi, Pak. Kami telah bersepakat dengan Pak Simon dan seluruh direksi dan komisarisnya tadi malam, Komut (Komisaris Utama) hadir. Nanti Pak dengan RDMP ini kita akan meningkatkan produksi RON 92, 95 dan 98," ujar Bahlil dalam peresmian proyek jaringan infrastruktur dan RDMP Pertamina, Senin (12/1/2026).

"Itu supaya tidak kita impor lagi Pak. Supaya badan-badan usaha swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina," sambungnya.

Sebagai informasi, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan memungkinkan kilang tersebut mengelola hingga 360 ribu barel per hari. Kapasitas itu setara dengan 22-25 persen atau sekitar seperempat dari kebutuhan nasional.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun serta kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun.

Dengan kapasitas tersebut, jelas Bahlil, pemerintah juga akan menyetop impor solar untuk SPBU swasta mulai tahun ini. Hal itu juga telah ditegaskan Kementerian ESDM dengan tidak menerbitkan kembali izin impor solar kepada SPBU swasta.

Apabila masih terdapat kargo-kargo solar yang masuk ke Indonesia pada Januari atau Februari, lanjutnya, maka solar tersebut merupakan sisa impor 2025.

“Mulai tahun ini, saya tidak lagi mengeluarkan izin impor solar. Izin impor solar mulai tahun ini enggak ada lagi,” kata Bahlil ketika ditemui di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, seperti dikutip Antara.

Baca juga artikel terkait BAHLIL LAHADALIA

tirto.id - Insider
Sumber: Antara
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana