tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, pembangunan kilang minyak berupa refinery development master plan (RDMP) yang terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur, sempat menemui hambatan.
Hal ini ia nyatakan saat Presiden Prabowo Subianto hendak meresmikan RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026). Menurut Bahlil, RDMP Balikpapan telah berdiri pada awal 2024. Akan tetapi, fasilitas kilang itu terbakar.
"Proyek RDMP ini, Bapak Presiden, banyak dramanya. Saya harus jujur katakan banyak dramanya, kenapa? Seharusnya sudah jadi awal bulan, awal Mei 2024, tapi ini, pak, terbakar, ada bagian yang dibakar," kata Bahlil.
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab terbakarnya RDMP Balikpapan tersebut apakah memang tidak sengaja terbakar atau memang sengaja dibakar. Pada Agustus 2024, Bahlil mengaku memerintahkan anak buahnya untuk mengecek penyebab kebakaran itu.
Ia lantas menuding terbakarnya RDMP Balikpapan disebabkan kesengajaan dengan motif tertentu. Meski demikian, Bahlil tidak mengungkapkan apa penyebab pasti terbakarnya RDMP itu.
"Saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena ada faktor lain. Bulan Agustus, saya memerintahkan tim saya dari Irjen yang sekarang masih komisaris, Bapak Irjen kami, Komisaris di Pertamina, Pak Bambang, kami minta untuk investigasi. Ternyata barang ini ada udang di balik batu," urai Bahlil.
Dalam kesempatan itu, ia mengklaim terdapat pihak yang tidak menginginkan Indonesia mencapai swasembada energi.
"Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi, agar impor terus, impor terus, impor terus. Kita harus hadapi dan kita selesaikan dalam waktu yang tidak lama lagi, Pak," tutur Bahlil.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id




































