tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan pembahasan mengenai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan segera dilakukan setibanya ia di Jakarta. Saat ini, Bahlil masih mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Jepang dan menegaskan belum ada keputusan resmi terkait kenaikan harga.
“Menyangkut dengan penyesuaian harga, untuk BBM nonsubsidi akan kami kembali ke Jakarta, baru kami akan melakukan pembahasan dengan melihat dinamika yang ada,” kata Bahlil dalam konferensi pers secara daring di Tokyo, Jepang, Selasa (31/3/2025).
Bahlil menyebut, kalau nantinya diharuskan ada kenaikan harga BBM non-subsidi, maka ia berharap kenaikan itu tidak akan terlalu tinggi.
Ia pun menegaskan bahwa penentuan besaran kenaikan harga baru akan ditetapkan pada fase berikutnya, setelah pembahasan selesai dilakukan.
“Katakanlah ada [kenaikan harga], tapi kalau tidak banyak, itu jauh lebih baik, tapi waktunya nanti, berapanya, itu nanti, kita akan bahas pada fase berikutnya,” tuturnya.
Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, pembahasan mengenai penyesuaian harga BBM non-subsidi akan dilakukan bersama dengan pihak Pertamina maupun perusahaan SPBU swasta yang beroperasi di Indonesia.
Karena pembahasan belum dimulai, sampai sejauh ini, Bahlil memastikan bahwa harga BBM non-subsidi tidak akan mengalami kenaikan, seperti isu yang sempat beredar beberapa waktu belakangan.
“Untuk BBM yang non-subsidi sampai dengan hari ini kami dengan tim Pertamina maupun dengan SPBU-SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai. Nah, waktunya kapan? Tunggu dulu. Jadi artinya apa? Belum juga ada penyesuaian harga,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id







































