tirto.id - Bacaan doa tahlil, hadoroh, dan tawasul ziarah kubur merupakan rangkaian doa umum yang dibaca sebagai bentuk penghormatan dan permohonan doa bagi orang yang telah tiada.
Doa-doa ini tidak hanya digunakan untuk mendoakan orang yang telah meninggal agar diberikan ampunan, keselamatan, dan rahmat oleh Allah SWT, tetapi juga menjadi pengingat bagi yang masih hidup bahwa ada tahap panjang yang harus dilalui setelah kehidupan di dunia, yaitu kematian.
Bacaan Doa Hadoroh Ziarah Kubur
Kata hadoroh dalam bahasa Arab berarti "kehadiran", yang merujuk pada kehadiran batin atau niat tulus dari kerabat serta sanak saudara yang masih hidup untuk mendoakan mereka yang telah meninggal dunia.
Bacaan doa hadoroh yasin dibaca sebagai bentuk penghormatan dan permohonan ampunan bagi orang yang telah wafat, agar mereka mendapatkan berkah serta rahmat dari Allah SWT. Doa hadoroh tahlil ini biasanya dibaca sebelum membaca Surat Yasin.
Berikut ini adalah tata cara ziarah kubur bacaan doa hadoroh lengkap untuk ziarah kubur:
1. Membaca Istighfar, Syahadat, dan Sholawat (masing-masing satu kali)
إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَاَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ اَلْفَاتِحَة
Ilaa ḥaḍrotin nabiyyil muṣṭhafā Muḥammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, wa ālihi wa azwājihi wa aulādihi wa dhurriyyātihi, Al-Fātiḥah.
Artinya: "Teruntuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, para istri, anak-anak, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami persembahkan kepada Allah SWT, dengan harapan pahalanya sampai kepada mereka semua. Al-Fatihah…" (Baca Surat Al-Fatihah 1 kali).
2. Doa Hadoroh untuk Para Nabi, Wali, dan Ulama
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْمُصَنِّفِينَ وَجَمِيعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ خُصُوصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَلْفَاتِحَة
Tsumma ilā ḥaḍrat ikhwānihi minal anbiyā’i wal mursalīn wal awliyā’i wasy-syuhadā’i wash-shāliḥīn wash-shaḥābati wat-tābi’īn wal ‘ulamā’i wal muṣannifīn wa jamī’il-malā’ikatil-muqarrabīn khuṣūṣan sayyidinā asy-syaikh ‘Abdul Qādir Al-Jailānī raḍiyallāhu ‘anhu, Al-Fātiḥah.
Artinya: "Kemudian (kami hadiahkan) kepada para nabi dan rasul, para wali, syuhada, orang-orang saleh, para sahabat, tabi'in, ulama, para penyusun kitab yang ikhlas, dan seluruh malaikat yang dekat dengan Allah SWT. Terutama kepada junjungan kami, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Al-Fatihah…" (Baca Surat Al-Fatihah 1 kali).
3. Doa Hadoroh untuk Ahli Kubur dan Orang Tua
Doa ziarah kubur orang tua adalah sebagai berikut:ثُمَّ إلَى جَمِيعِ أَهْلِ الْقُبُورِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوصًا آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوصًا ... (sebutkan nama almarhum). اَلْفَاتِحَة
Tsumma ilā jamī’i ahlil-qubūr minal-muslimīn wal-muslimāt wal-mu’minīn wal-mu’mināt min masyāriqil-arḍi ilā maghāribiha barrihā wa baḥrihā khuṣūṣan ābā’anā wa ummahātinā wa ajdādanā wa jaddātinā wa masyāyikhinā wa masyāyikhi masyāyikhinā wa limanijtama’nā hunā bisababihi wa khuṣūṣan... (sebutkan nama almarhum), Al-Fātiḥah.
Artinya: "Kemudian (kami hadiahkan) kepada seluruh ahli kubur dari kalangan muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang berada di timur maupun di barat, di darat maupun di laut. Terutama kepada ayah-ayah kami, ibu-ibu kami, kakek-nenek kami, para guru kami, guru dari para guru kami, dan kepada orang yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Khususnya untuk arwah ... (sebutkan nama almarhum). Al-Fatihah…" (Baca Surat Al-Fatihah 1 kali).
4. Membaca Surah Yasin
Setelah selesai membaca doa-doa hadoroh ziarah kubur di atas, dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin lengkap dari ayat 1 sampai ayat 83.Bacaan Doa Tahlil Ziarah Kubur
Doa tahlil lengkap merupakan rangkaian doa yang dilantunkan saat acara tahlilan sebagai bentuk pengingat hari kematian seorang muslim.
Doa tahlil kubur ini biasanya dibacakan pada hari ke-1, ke-7, ke-14, ke-40, ke-100, atau ke-1000 setelah wafatnya seseorang. Selain untuk mendoakan almarhum, pembacaan doa tahlil kubur ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi di antara kerabat dan keluarga.
Doa tahlil ziarah kubur terdiri dari kalimat tahlil, dzikir, surat-surat pendek, serta doa khusus untuk almarhum.
1. Pengantar Al-Fatihah dan Bacaan Al-Fatihah
Doa tahlil biasanya diawali dengan pembacaan doa pengantar yang ditujukan untuk almarhum, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.
Doa Pengantar Al-Fatihah:
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَآلِهِ وَاِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلَّهِ، لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Ila hadhratin nabiyyī Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, wa ālihi wa ikhwanihi minal anbiyā’i wal mursalin, wal auliyā’i wasyuhadā’i washāliḥīn, washahābati wat-tābi’īn, wal ‘ulamā’il ‘āmilīn wal mushannifīn al mukhliṣīn, wa jamī’il malā’ikatil muqarrabīn. Ṡumma ilā jamī’i ahlil qubūr minal muslimīn wal muslimāt, wal mu’minīn wal mu’mināt, min masyāriqil arḍi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā, khuṣūṣan ilā ābā’inā wa ummahātinā wa ajdādinā wa jaddātinā, wa masyāyikhinā wa masyāyikhi masyāyikhinā, wa asātidzatinā wa asātidzati asātidzatinā, wa liman aḥsana ilainā wa liman ijtama’nā hahunā bisababihi syai’un lillāhi, lahumul-Fātiḥah...
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabat, para nabi dan rasul, para wali, syuhada, orang-orang saleh, para tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, seluruh malaikat yang dekat dengan Allah, serta semua muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang di timur maupun barat, di daratan maupun lautan. Secara khusus, kami tujukan kepada orang tua kami, kakek-nenek kami, guru-guru kami, para sesepuh kami, dan mereka yang telah berbuat baik kepada kami. Semoga Allah melimpahkan pahala bacaan ini kepada mereka semua. Al-Fatihah…"
2. Surat Al-Ikhlas (Dibaca 3 Kali)
Setelah membaca Surat Al-Fatihah, doa setelah tahlil dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Qul huwallahu ahad. Allahus-shamad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, 'Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung bagi segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.'"
3. Tahlil dan Takbir
Setelah membaca Surat Yasin, doa tahlil singkat dilanjutkan dengan membaca tahlil dan takbir:
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Laa ilaaha illallaahu, Allaahu Akbar.
Artinya: "Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Maha Besar."
4. Surat Al-Falaq
Setelah membaca tahlil dan takbir, doa ziarah kubur singkat dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Falaq, kemudian diikuti kembali dengan tahlil dan takbir.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Qul a’udzu birabbil-falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin-naffaa tsaati fil ‘uqad. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki.'"
5. Surat An-Nas
Setelah membaca doa ziarah kubur tahlil, dilanjutkan dengan membaca Surat An-Nas. Kemudian kembali membaca doa tahlil, takbir, dan diakhiri dengan membaca Surat Al-Fatihah sebanyak satu kali.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. اِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul a'uudzu birabbinnaas. Malikinnaas. Ilahinnaas. Minsyarril was waasil khannaas. Alladzii yuwas wisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wannaas.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, baik dari golongan jin maupun manusia.'”
6. Surat Al-Baqarah Ayat 1–5
Setelah itu, doa setelah tahlil kembali dibacakan, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Baqarah ayat 1–5.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. المّ. ذَلِكَ الكِتابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ. أُو۟لَـٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًۭى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alif laam miim. Dzaalikal kitaabu laa roiba fiihi hudal lil muttaqiin. Alladziina yu’minuuna bil ghaibi wa yuqimuunash shalaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun. Walladziina yu’minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila min qoblika wa bil aakhirati hum yuuqinuun. Ulaa'ika 'alaa hudam mir rabbihim wa ulaa'ika humul muflihuun.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Alif lam mim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Juga mereka yang beriman kepada kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad SAW), serta kitab-kitab yang diturunkan sebelum kamu, dan mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang mendapatkan petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
7. Surat Al-Baqarah Ayat 163
Setelah itu, bacaan doa tahlil dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Baqarah ayat 163.
وَاِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَّاحِدٌ ۖ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Wa ilaahukum ilaahun waahid, laa ilaaha illaa huwar-rahmaanur-rahiim.
Artinya: “Dan Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan yang layak disembah selain Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
8. Ayat Kursi dan Surat Al-Baqarah Ayat 255
Bacaan doa tahlil kemudian dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi dan Surat Al-Baqarah ayat 255.
Lafalan Ayat Kursi
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُۚ لَا تَاْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allaahu laa ilaaha illaa huw, al-hayyul-qayyum. Laa ta'khuzuhu sinatuw wa laa na’um. Lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh. Man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’. Wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh. Wa laa ya’uuduhu hifdzuhumaa. Wa huwal-‘aliyyul-‘azhiim.
Artinya: “Allah, tidak ada yang layak disembah selain Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Mahatinggi lagi Mahaagung.”
Surat Al-Baqarah Ayat 284-286
Selanjutnya, rangkaian doa tahlil dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Baqarah ayat 284-286.
لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ٢٨٤
Lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa in tubdụ mā fī anfusikum au tukhfụhu yuḥāsibkum bihillāh, fa yagfiru limay yasyā`u wa yu'ażżibu may yasyā`, wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr
284. Artinya: "Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ٢٨٥
Bacaan latin: Amanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr
285. Artinya: "Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Mereka juga berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.""
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ ٢٨٦
Bacaan latin: Laa yukalliful-laahu nafsan illaa wus'ahaa; lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat; rabbanaa la tu'aakhidznaa in nasiinaaa aw akhtaa-naa; rabbanaa wa laa tahmil-'alainaaa ishran kamaa hamaltahuu 'alal-ladziina min qablinaa; rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqatalanaa bih, wa'fuannaa waghfirlanaa warhamnaa, anta maulanaa fanshurnaa 'alal-qoumil-kaafiriin
286. Artinya: "Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.""
9. Shalawat Nabi Sebanyak 3 Kali dan Istighfar
Sholawat nabi kemudian dibacakan sebagai rangkaian doa tahlil yang dilanjutkan dengan membaca istighfar.
اَلَّلهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ صَلَاةٍ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
Allahumma sholli afdholasholaati 'ala as'adi makhluqatika nuuril huda sayyidinaa wamaulanaa muhammadin wa 'ala alihi sayyidinaa muhammad. 'Adadama ma'lumaatika wa midaada kalimaatika kullamaa dzakaraka rzaakirun. Wa ghofala 'andziktikal ghoofiluuna.
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan untuk pemimpin dan tuan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarganya, sebanyak pengetahuan-Mu dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Mu pada saat zikir orang-orang yang ingat dan pada saat lengah orang-orang yang lalai berzikir kepada-Mu.”
10. Tahlil 160x dan Syahadat
Terakhir, bacaan berlanjut ke tahlil sebanyak 160 kali dan ditutup dengan kalimat syahadat.
لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ
Laa ilaaha illallah.
Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah.” (160 kali).
Kemudian, doa tahlil singkat dilanjutkan dengan membaca dua kalimat syahadat.
لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Laa ilaha Illallah muhammadurrasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah. Nabi Muhammad SAW utusan-Nya.”
عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ الآمِنِيْنَ
Alaiha nahya waalaiha namutu waalaiha nub’asu insyaallahu taala minal aminin.
Artinya: “Dengan kalimat itu, kami hidup. Dengannya, kami wafat. Dengannya pula insya Allah kelak kami dibangkitkan termasuk orang yang aman.”
Bacaan Doa Tawasul Ziarah Kubur
Doa tawasul adalah doa yang bertujuan meminta ampun dan pertolongan kepada Allah dengan menghadirkan tawasul (perantara) melalui doa, amal saleh, atau orang yang beziarah ke makam.
Berikut ini rangkaian doa tawasul tahlil bacaan doa ziarah kubur lengkap:
1. Salam untuk Penghuni kubur
Doa tawasul lengkap tahlil diawali dengan mengucapkan salam pada penghuni kubur.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ العَافِيَةَ
Assalāmu ‘alaikum ahlad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn, wa innā in syā’allāhu bikum lāḥiqūn, nas’alu-llāha lanā wa lakumul-‘āfiyah.
Artinya: "Salam sejahtera untuk kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan orang beriman dan muslim. Kami insyaAllah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian."
2. Surat-Surat Pendek
Setelah itu, doa tawasul tahlil bacaan doa ziarah kubur lengkap dilanjutkan dengan membaca surat pendek dan menghadiahkan pahalanya untuk almarhum.
- Surat Al-Fatihah (1 kali)
- Surat Al-Ikhlas (3 kali)
- Surat Al-Falaq & An-Nas (masing-masing 1 kali)
- Surat Yasin.
3. Doa Tawasul untuk Almarhum
Doa bacaan ziarah kubur tawasul kemudian berlanjut dengan membaca doa setelah yasin dan tahlil yaitu tawasul.
اللَّهُمَّ بِحَقِّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَبِحَقِّ أَوْلِيَائِكَ الصَّالِحِينَ، وَبِحَقِّ عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ، اغْفِرْ لِهَذَا الْمَيِّتِ، وَارْحَمْهُ، وَجَافِ الأَرْضَ عَنْ جَنْبَيْهِ، وَوَسِّعْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، وَاجْعَلْهُ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَنَوِّرْ عَلَيْهِ فِي قَبْرِهِ، وَثَبِّتْهُ عِنْدَ السُّؤَالِ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Allāhumma biḥaqqi nabiyyika Muḥammad ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam, wa biḥaqqi awliyā’ikaṣ-ṣāliḥīn, wa biḥaqqi ‘ibādikal-mu’minīn, ighfir li hādzal-mayyit, warḥamh, wajāfil arḍa ‘an janbayhi, wa wassi‘ lahu fī qabrihi, waj‘alhu rawḍatan min riyāḍil-jannah, wanawwir ‘alayhi fī qabrihi, wa thabbit’hu ‘indas-su’āl, waghfir lanā wa lahu yā arḥamar-rāḥimīn.
Artinya: "Ya Allah, dengan hak Nabi-Mu Muhammad SAW, dengan hak para wali-Mu yang saleh, dan dengan hak hamba-hamba-Mu yang beriman, ampunilah mayit ini, rahmatilah dia, lapangkanlah kuburnya, jadikanlah kuburnya taman dari taman-taman surga, berikanlah cahaya dalam kuburnya, teguhkanlah dia saat ditanya (di alam kubur), dan ampunilah kami serta dia, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih."
4. Penutup
Doa tawasul ziarah kubur diutup dengan membaca doa penutup guna meminta permojonan keselamatan.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.
Rabbana ighfir lanā wa li-ikhwāninā alladzīna sabaqūnā bil-īmān, wa lā taj‘al fī qulūbinā ghillan lilladzīna āmanū, rabbana innaka ra’ūfun raḥīm.
Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman sebelum kami. Janganlah Engkau biarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Itulah bacaan lengkap dari doa hadoroh ziarah kubur, tahlil dan doa tawasul. Semoga artikel ini bisa membantu.
- Bolehkah Wanita Haid Ziarah Kubur? Ini Tata Cara & Doanya
- Bacaan Doa Ziarah Kubur sesuai Sunah dan Sahih
- Bacaan Doa Tahlil dengan Arab, Latin, dan Artinya
- 7 Contoh Doa Ziarah Kubur Orang Tua Singkat dan Tata Caranya
- Tata Cara Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadhan dan Doanya
- Usai Menang Quick Count, Prabowo Ziarah ke Makam Orang Tua
Penulis: Marhamah Ika Putri
Editor: Yulaika Ramadhani