Menuju konten utama

AS Serang Iran, Puan Nilai Sistem Keamanan Global Gagal

Puan soroti penggunaan militer langgar kedaulatan negara lain oleh AS.

AS Serang Iran, Puan Nilai Sistem Keamanan Global Gagal
Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) bersama Wakil Ketua DPR Saan Mustopa (kiri), Adies Kadir (kedua kiri) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) memimpin Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua DPR RI, Puan Maharani menilai eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran menunjukkan adanya kegagalan sistem keamanan global dalam menjaga keseimbangan kepentingan antarnegara.

Hal itu disampaikan Puan saat menyampaikan pidato pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Menurut Puan, meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah itu menunjukkan bagaimana penggunaan kekuatan militer dalam hubungan internasional semakin mengabaikan prinsip kedaulatan negara.

“Dalam meningkatnya eskalasi aksi militer tersebut, membawa kepada pemahaman kolektif yang kritis bahwa penggunaan kekuatan militer yang saat ini terjadi telah mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara," kata Puan dalam pidatonya.

"Memperlihatkan dominasi negara tertentu atas negara lain, mengabaikan peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik yang lebih luas, serta kegagalan sistem keamanan global yang tidak lagi mampu menjamin keseimbangan kepentingan antarnegara,” lanjutnya.

Ia pun menilai konflik antara AS, Israel, dan Iran tidak hanya mencerminkan pertarungan kepentingan regional, tetapi juga menjadi tantangan serius bagi tata kelola global ke depan. Puan juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut gugur dalam serangan militer AS dan Israel terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.

“Atas nama Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pimpinan Tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada tanggal 28 Februari 2026,” kata Puan.

Ia menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan dan perdamaian dunia turut menyampaikan simpati kepada rakyat Iran yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, menyampaikan simpati yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Puan juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas global serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional.

“DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil peran serta bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas global,” kata Puan.

Ia menegaskan Indonesia akan tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dalam merespons dinamika geopolitik global yang berkembang. Menurut Puan, pendekatan diplomasi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara menjadi kunci untuk mencegah konflik yang lebih luas di tengah meningkatnya ketegangan internasional.

“Pemerintah Republik Indonesia harus terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dalam menjaga kepentingan nasional secara bijaksana, konsisten, dan konstruktif dalam merespons dinamika geopolitik global yang berkembang,” ucap dia.

Baca juga artikel terkait DPR RI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana