tirto.id - Sepak bola dikenal sebagai olahraga paling populer di dunia, dengan jutaan pasang mata menyaksikan setiap pertandingan, terutama di ajang besar seperti Piala Dunia, Liga Champions, atau kompetisi lokal.
Namun, seiring ketatnya persaingan di lapangan, keputusan wasit kerap menjadi sorotan. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya VAR (Video Assistant Referee) sebagai teknologi pendukung untuk membantu wasit mengambil keputusan lebih akurat.
VAR mulai digunakan secara resmi pada Piala Dunia 2018 di Rusia, yang menandai era baru dalam sepak bola modern. Sejak saat itu, lebih dari 100 kompetisi di seluruh dunia mengadopsi teknologi ini untuk memastikan jalannya pertandingan lebih adil.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan VAR? Bagaimana cara kerjanya, dan siapa saja yang terlibat dalam penggunaannya?
Apa yang Dimaksud dengan VAR?
Ilustrasi VAR Sepak Bola. wikimedia/Carlos Figueroa

VAR merupakan singkatan dari Video Assistant Referee. VAR biasa digunakan dalam pertandingan sepak bola dan ditandai dengan adanya monitor di tepi lapangan. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan VAR? Bagaimana cara kerjanya?
Dilansir dari laman resmi FIFA, VAR adalah sebuah alat pendukung untuk menyokong wasit dalam memimpin pertandingan sepak bola. Ketentuan tentang penggunaan video dalam sebuah laga sepak bola tercantum di Laws of the Games FIFA edisi 2018/2019.
Piala Dunia 2018 di Rusia menandai kemunculan VAR. Hajatan terakbar sepak bola dunia itu menjadi momentum keterlibatan VAR di olahraga ini untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, VAR diterapkan di lebih dari 100 kompetisi seluruh dunia.
Fungsi Utama VAR
VAR tidak bisa digunakan untuk semua kejadian di lapangan. Berdasarkan aturan FIFA, teknologi ini hanya dipakai dalam empat situasi krusial:
- Gol dan pelanggaran yang berhubungan dengan gol
VAR membantu memastikan apakah gol sah atau tidak, misalnya karena offside, handball, atau pelanggaran sebelumnya. - Keputusan penalti
VAR digunakan untuk meninjau apakah suatu insiden memang layak diberikan penalti atau sebaliknya. - Kartu merah langsung
VAR meninjau pelanggaran keras yang bisa berujung pada kartu merah langsung. - Kesalahan identifikasi
VAR memastikan pemain yang dihukum benar-benar pelaku pelanggaran, bukan pemain lain.
Bagaimana Cara Kerja VAR?

Ada 4 situasi yang bisa diajukan oleh tim VAR kepada wasit untuk mengambil keputusan. Keempat situasi itu adalah gol dan pelanggaran yang menutup peluang terjadinya gol; penalti dan pelanggaran yang mengarah pada keputusan penalti; kartu merah langsung; dan kesalahan identifikasi.
Jika situasi di atas terjadi, maka VAR akan mulai bekerja. Informasi untuk meninjau sebuah insiden akan disampaikan oleh wasit kepada VAR maupun sebaliknya.
Selepas itu, video insiden dipelajari oleh VAR. Tim memberi tahu kepada wasit utama via headset tentang apa yang ditampilkan dalam rekaman video.
Tahap terakhir adalah pengambilan keputusan. Sebelum memutuskan, wasit terlebih dahulu akan meninjau rekaman video di pinggir lapangan. Selain itu, tindakan yang tepat juga bisa diambil wasit setelah mengikuti saran dari VAR.
Tim VAR Terdiri dari Siapa Saja?
Ruang VAR (Video Assistant Referee) selama Lokakarya IFAB pada uji coba VAR di Red Bulls Arena. Foto/USA Today/Andy Marlin
VAR tidak hanya beroperasi melalui video, melainkan dalam sebuah tim. Tim VAR terdiri dari video asisten wasit (VAR) dan 3 asisten lainnya (AVAR1, AVAR2, dan AVAR3). Sementara itu, terdapat pula 3 operator yang bertugas memilih dan menunjukkan sudut kamera terbaik.
VAR akan memantau kamera utama di monitor. Bila terjadi insiden, ia bakal memeriksa dan meninjaunya di monitor quad-split. Tugas lain VAR adalah memimpin tim VAR dan berkomunikasi dengan wasit di lapangan.
VAR dibantu oleh AVAR 1 yang mencurahkan konsentrasinya pada kamera utama. Ia juga menginformasikan kepada VAR tentang pemutaran langsung untuk sebuah insiden yang tengah ditinjau.
Sementara itu, AVAR 2 merupakan ofisial video laga dengan latar belakang asisten wasit. Terletak di stasiun offside, AVAR 2 bertugas untuk memeriksa potensi offside dengan bantuan teknologi offside semi-otomatis.
AVAR 3 cenderung fokus pada umpan program TV. Ia akan membantu VAR mengevaluasi suatu insiden dan memastikan komunikasi yang baik antara VAR dan AVAR2.
Agar semua penggemar di stadion dan penonton layar kaca mendapatkan informasi yang ditinjau VAR, setiap keputusan dan alasan di baliknya bakal disampaikan. Informasi itu disampaikan oleh penyiar dan komentator pertandingan.
FIFA menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan VAR. Oleh karena itu, setiap keputusan yang diambil berdasarkan VAR disampaikan kepada publik melalui penyiar televisi dan komentator pertandingan.
Dengan begitu, penonton di stadion maupun di rumah bisa memahami alasan di balik keputusan wasit.
Penulis: Ahmad Yasin
Editor: Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




































