Menuju konten utama

Apa Saja Jenis Pinjaman Bank? Ini Daftar Kredit & Penjelasannya

Sedang butuh dana? Yuk, kenali jenis pinjaman bank yang ada di Indonesia, mulai dari KPR hingga KUR. Pastikan pilih kredit sesuai kebutuhan finansialmu!

Apa Saja Jenis Pinjaman Bank? Ini Daftar Kredit & Penjelasannya
Ilustrasi Pinjaman Bank. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pinjaman bank menjadi salah satu solusi keuangan yang sering dipilih untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Pinjaman bank pun semakin diminati karena umumnya menawarkan proses pengajuan yang relatif mudah.

Semua bank pasti memiliki produk pinjaman yang bisa dinikmati oleh nasabah. Pinjaman bank ini umumnya berupa dana yang wajib dikembalikan dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan atau ketentuan yang berlaku.

Secara umum, pinjaman bank dapat digunakan oleh nasabah untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan sesuai jenis kreditnya, baik untuk keperluan pribadi maupun pengembangan usaha seperti UMKM.

Pinjaman ini disertai dengan bunga untuk bank konvensional, sedangkan bank syariah biasanya menerapkan sistem akad seperti murabahah atau ijarah. Di sisi lain, pinjaman bank tidak hanya menguntungkan bagi nasabah dan pihak bank, tapi juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Penyaluran kredit pada dasarnya membantu perputaran uang di masyarakat. Saat pelaku usaha mendapatkan modal, mereka bisa meningkatkan produksi, membuka cabang, hingga memperluas pasar. Jadi, dengan adanya kredit, roda ekonomi bisa terus bergerak dan berkembang.

7 Daftar Pinjaman Bank

Bank di Indonesia menawarkan beragam pilihan pinjaman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial nasabah. Mulai dari pembiayaan untuk keperluan pribadi hingga modal usaha, berikut macam-macam pinjaman dari bank:

1. Kartu Kredit

Ilustrasi Kartu kredit
Ilustrasi Kartu kredit. FOTO/iStockphoto

Kartu kredit termasuk fasilitas pinjaman bank jangka pendek yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi, termasuk berbelanja hingga batas limit tertentu. Limit akan kembali tersedia setelah nasabah membayar tagihan.

Jika saldo dibayar penuh sebelum jatuh tempo, nasabah biasanya tidak dikenakan bunga. Namun, jika hanya membayar jumlah minimum, biasanya akan dikenakan bunga dan jumlahnya bisa cukup besar.

Kartu kredit sendiri sangat praktis untuk kebutuhan sehari-hari atau dana darurat karena fleksibilitasnya, asalkan dikelola dengan disiplin agar tidak terjebak utang konsumtif.

2. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Ilustrasi Menghitung duit
Ilustrasi KUR. FOTO/iStockphoto

KUR merupakan program pembiayaan dari pemerintah yang memberikan pinjaman bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fokus utamanya adalah memberikan akses kredit bagi pengusaha yang layak atau memiliki bisnis produktif, tapi belum memiliki agunan yang cukup.

Melalui program ini, pelaku usaha kecil diharapkan bisa memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Dengan begitu, KUR dapat memperkuat kondisi keuangan UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan sektor riil dan meningkatkan peran usaha kecil dalam perekonomian.

Keunggulan utama KUR terletak pada suku bunga yang sangat rendah karena adanya subsidi dari pemerintah. Oleh karena itu, KUR kerap dipilih oleh para pelaku usaha karena dianggap menguntungkan dan bisa membantu bisnis yang dijalankan.

3. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Ilustrasi BI Checking
Ilustrasi Kredit. FOTO/Istimewa

Kredit Tanpa Agunan atau KTA adalah jenis pinjaman yang diberikan oleh bank tanpa mensyaratkan jaminan berupa aset (misalnya rumah, tanah, atau kendaraan).

Tanpa adanya agunan atau jaminan, maka penilaian dan persetujuan ajuan pinjaman didasarkan pada kemampuan finansial, seperti penghasilan dan riwayat kredit nasabah.

Karena tidak memerlukan agunan, pinjaman ini sering menjadi pilihan praktis bagi banyak orang untuk memenuhi berbagai kebutuhan dengan proses yang relatif lebih mudah dan cepat.

KTA bisa diajukan oleh siapa saja yang memenuhi persyaratan. Suku bunganya sendiri tergantung kebijakan masing-masing bank. Namun, karena risiko bagi bank lebih tinggi, KTA umumnya memiliki suku bunga yang cukup tinggi dan plafon pinjaman yang lebih terbatas

4. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Ilustrasi Jual Beli Properti
Ilustrasi KPR. Getty Images/iStockphoto

KPR termasuk salah satu pinjaman bank yang memungkinkan seseorang memiliki rumah tanpa harus membayar secara tunai di awal. Dengan KPR, pembeli cukup menyiapkan uang muka (DP), lalu melunasi sisa harga rumah melalui cicilan dalam jangka waktu tertentu dengan bunga yang telah ditetapkan.

Di tengah harga properti yang mahal dan selalu naik, KPR sering menjadi solusi bagi banyak orang. Oleh karena itu, tidak heran jika KPR menjadi metode pembiayaan yang paling banyak digunakan dibandingkan pembayaran tunai atau cicilan langsung ke pengembang properti.

Tenor KPR bisa bermacam-macam tergantung kesepakatan dan kebijakan bank, tapi biasanya sekitar 5-30 tahun. Semakin panjang tenor yang dipilih, cicilan bulanan biasanya akan terasa lebih ringan, tapi total bunga yang dibayarkan pasti jadi lebih besar.

Sebaliknya, tenor yang lebih pendek membuat cicilan per bulan lebih tinggi, tapi total bunga yang dibayar bisa lebih kecil. Maka, pemilihan tenor KPR sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan agar tetap aman dan tidak memberatkan di masa depan.

5. Kredit Kendaraan

Ilustrasi pajak mobil
Ilustrasi kredit mobil. FOTO/iStockphoto

Salah satu jenis pinjaman bank yang juga bisa dinikmati oleh nasabah adalah kredit kendaraan yang diperuntukkan bagi pembelian mobil atau sepeda motor, baik dalam kondisi baru maupun bekas.

Konsepnya mirip seperti KPR, kendaraan yang dibeli berfungsi sebagai jaminan (agunan) bagi bank atau perusahaan pembiayaan hingga masa kredit berakhir dan utang dinyatakan lunas.

Nasabah biasanya membayar uang muka (DP) dan biaya asuransi kendaraan sebagai bagian dari kesepakatan kredit. Tenor untuk kredit kendaraan umumnya lebih pendek dibandingkan KPR, biasanya berkisar antara 1-7 tahun, dengan perhitungan bunga yang bisa bersifat flat.

6. Kredit Pemilikan Tanah (KPT)

Header BRI III 66
Ilustrasi investasi properti. foto/Dok. BRI

KPT termasuk fasilitas pinjaman bank yang diberikan khusus untuk pembelian lahan atau tanah kaveling kosong. Seperti halnya KPR, KPT memungkinkan nasabah bisa memiliki tanah terlebih dahulu dengan cara mencicil, tanpa harus membayar secara tunai di awal.

Dalam praktiknya, tanah yang dibeli biasanya menjadi jaminan hingga kredit lunas. Lahan yang didapat dengan KPT pun bisa digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari tempat tinggal hingga usaha. Meskipun tenornya bisa cukup panjang, biasanya jangka waktu KPT lebih singkat daripada KPR.

7. Kredit Multiguna (KMG)

Ilustrasi Pinjaman dana tunai kartu kredit
Ilustrasi Kredit. FOTO/iStockphoto

Kredit Multiguna (KMG) adalah salah satu produk keuangan yang memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk menggunakan dana sesuai kebutuhannya, mulai dari renovasi rumah, biaya pendidikan, modal usaha, hingga melunasi utang lainnya.

Selama memenuhi syarat kelayakan dari bank, penggunaan dana KMG tidak dibatasi untuk tujuan tertentu sehingga sifatnya cukup fleksibel. Pinjaman ini umumnya menggunakan aset pribadi sebagai jaminan, misalnya BPKB kendaraan atau sertifikat properti.

Karena memiliki agunan atau jaminan, KMG biasanya menawarkan limit pinjaman yang lebih besar, tenor yang panjang (bisa mencapai 10-15 tahun), serta suku bunga pinjaman bank yang lebih rendah dibanding kredit tanpa agunan.

Itu dia beberapa contoh pinjaman bank yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap jenis pinjaman memiliki karakteristik, syarat, serta tujuan penggunaan yang berbeda. Maka dari itu, penting bagi calon peminjam untuk menyesuaikannya dengan kondisi dan kemampuan finansial masing-masing.

Butuh informasi lain terkait layanan perbankan? Cek selengkapnya melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Perbankan

Baca juga artikel terkait PERBANKAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani