Menuju konten utama

10 Amalan Sunah di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya

Ramadan merupakan momen baik bagi umat Islam untuk menjalankan amalan sunnah puasa. Lantas, amalan sunnah apa saja yang dilakukan di bulan Ramadhan?

10 Amalan Sunah di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Ilustrasi salah satu amalan sunnah di bulan Ramadhan, yakni membaca Al Quran. ANTARA FOTO/Khalis Surry/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ramadan merupakan bulan istimewa dan mulia bagi kaum muslim. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan hari-hari selama Ramadan dengan sunah puasa.

Salah satu keutamaan Ramadan disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 185. Allah SWT berfirman, "Bulan Ramadan adalah [bulan] yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda [antara yang benar dan yang batil]."

Selain itu, selama Ramadan, setan-setan dibelenggu, pintu neraka ditutup, dan pintu surga dibuka. Ini merupakan berkah dan kesempatan bagi umat Islam untuk berlomba-lomba menjalankan amalan sunah di bulan Ramadan, selain ibadah wajibnya.

Lantas, hal-hal apa saja yang disunahkan dalam berpuasa? Amalan sunah apa saja yang dilakukan di bulan Ramadhan? Simak daftar amalan sunah puasa dan dalilnya di bawah ini.

Daftar Amalan Sunah di Bulan Ramadan dan Dalilnya

Saat Ramadan, umat muslim dapat menjalankan amalan-amalan sunah puasa, sebagai pelengkap ibadah wajibnya. Di antaranya termasuk Tarawih, salat sunah yang termasuk amalan utama di bulan Ramadan.

Berikut beberapa amalan sunah di bulan Ramadhan yang dianjurkan oleh Rasulullah saw.

1. Sahur dengan cara mengakhirkannya

Sahur menjadi salah satu amalan sunah yang utama sepanjang bulan Ramadan. Makan sahur sebaiknya diakhirkan selama tidak mendekati waktu yang dilarang.

Ketika terdengar tanda imsak, umat Islam masih memiliki waktu 10 menit sebelum azan subuh berkumandang. Oleh karenanya, seorang muslim tidak perlu tergesa-gesa. Sebaliknya, rentang 10 menit itu cukup untuk bersiap mengerjakan salat subuh berjamaah di masjid.

Rasulullah Saw. bersabda, "Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka." (H.R. Ahmad).

2. Menyegerakan buka puasa

Sunah puasa berikutnya ialah menyegerakan berbuka. Berkebalikan dengan sahur, buka puasa sebaiknya disegerakan ketika sudah waktunya atau terdengar suara azan magrib.

Berikut dasar hadis tentang sunnah puasa berupa anjuran menyegerakan berbuka.

Rasulullah saw. bersabda, "Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan,” (H.R. Abu Dawud).

3. Membaca doa ketika buka puasa

Membaca doa saat berbuka puasa juga termasuk salah satu dari amalan-amalan di bulan Ramadan. Terdapat beberapa versi doa yang dapat diucapkan seorang muslim. Pertama adalah doa buka puasa sesuai hadis tentang amalan sunah di bulan Ramadan yang diriwayatkan Ibnu Umar. Berikut redaksinya.

"Dari Ibnu Umar r.a. [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Apabila Rasulullah Saw. berbuka, beliau berdoa: 'Dzahabadh-dhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatil ajru insya Allah.'" (H.R. Abu Dawud).

Artinya: "Hilanglah rasa haus dan basahlah urat-urat [badan] dan insya Allah mendapatkan pahala,"

Ada juga hadis tentang amalan sunah di bulan Ramadan berupa doa buka puasa yang diriwayatkan dari Abu Hurairah. Berikut redaksinya.

"Adalah Nabi Saw. apabila berpuasa, beliau berbuka. Beliau mengucapkan 'Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu' yang bermakna 'Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan karena rizki-Mu aku berbuka,'" (HR. Ibnu Abi Syaibah, Abu Dawud dan al-Baihaqi).

4. Bersedekah

Contoh perbuatan baik di bulan Ramadan yang juga termasuk salah satu sunah ialah bersedekah. Hadits tentang amalan sunnah di bulan Ramadhan berupa sedekah pernah diriwayatkan oleh Ahmad. Berikut redaksinya.

Nabi pernah bersabda, "Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut," (HR Ahmad).

Berdasarkan hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa bersedekah merupakan perbuatan baik yang disunahkan di waktu berpuasa. Sedekah selama Ramadan dalat dilakukan kepada keluarga sendiri, kerabat, atau tetangga. Sedekah tidak harus berupa uang, tetapi juga makanan untuk berbuka puasa.

5. Iktikaf di Masjid

Amalan sunah di bulan Ramadan berikutnya adalah beriktikaf alias berdiam diri di masjid. Ini merupakan ibadah yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan utama di bulan Ramadan berupa iktikaf sangat dianjurkan, terutama selama 10 hari terakhir Ramadan. Hadis tentang amalan sunah di bulan Ramadhan berupa iktikaf salah satunya diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra. Beliau berkata, "Rasulullah Saw. selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadan," [Muttafaq ‘Alaih].

6. Membaca Al-Quran

Amalan yang termasuk sunah puasa ialah memperbanyak membaca Al-Qur'an. Setidaknya, bisa khatam minimal sekali selama Ramadan.

Rasulullah Saw. termasuk orang yang paling gemar membaca Al-Qur'an saat Ramadan, selain menjadi orang yang paling dermawan dalam bersedekah.

Hadis tentang amalan sunnah di bulan Ramadhan berupa tadarus Al-Qur'an terdapat dalam riwayat Ibnu 'Abbas.

“Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah Saw. adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadan ketika malaikat Jibril as menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadan, di mana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus,” (HR. Bukhari).

7. Menjaga lisan

Contoh perbuatan baik di bulan Ramadan ialah menjaga lisan. Umat muslim dianjurkan berbicara lembut serta menghindari ucapan dari perkara yang tidak berguna, tidak berbohong, dan tidak berkata kotor, terutama saat Ramadan.

Sunah puasa berupa sikap menjaga lisan ini selaras dengan hadis riwayat Ibn Abbas, yang menjelaskan, "Dari Ibnu Abbas berkata, 'Rasulullah saw. adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadan ketika malaikat Jibril as menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadan, di mana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah Saw. orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus,” (HR. Bukhari)."

8. Berbuka dengan kurma atau air

Sunah puasa sesuai hadis juga berkaitan dengan makanan saat berbuka, yakni kurma basah. Namun, kalau tidak, muslim dianjurkan berbuka dengan kurma kering. Sementara itu, apabila tidak ada kurang kering, dianjurkan minum seteguk air.

Berikut redaksi lengkap hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik ra.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb [kurma basah] sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr [kurma kering]. Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”

9. Salat Tarawih

Amalan sunah di bulan Ramadhan berikutnya ialah salat Tarawih. Hukumnya sunah muakkad karena ibadah tersebut sudah dicontohkan sejak zaman Rasulullah.

Berikut hadis tentang amalan utama di bulan Ramadhan berupa salat Tarawih.

“Siapa saja yang sembahyang malam Ramadan (Tarawih) iman dan ikhlas, maka dosanya yang telah lalu diampuni,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

10. Salat Witir

Salat Witir juga termasuk salah satu di antara amalan-amalan di bulan Ramadan yang dianjurkan.

Witir dapat dikerjakan di hari lain selain Ramadan. Namun, salat sunah ini dapat menjadi contoh perbuatan baik di bulan Ramadhan, yakni sebagai penutup ibadah Tarawih.

Anjuran pelaksanaan amalan sunah di bulan Ramadan ini dijelaskan oleh mazhab Hanabilah dan satu pernyataan mazhab Hanafiyah. Berikut redaksinya.

“Berjamaah pada salat Witir adalah hal yang sunah di bulan Ramadan menurut Madzhab Hanabilah dan Syafi’iyyah serta satu qaul dari Madzhab Hanafiyah.” (Kementrian Wakaf dan Urusan Keagamaan Kuwait, Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, juz 27, hal. 168).

Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Ramadhan 2026, pembaca dapat mengunjungi tuatan di bawah ini.

Artikel Ramadhan 2026

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2025 atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Edusains
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Fadli Nasrudin