Menuju konten utama

10 Keutamaan Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan, Pahala & Hukum

Ada banyak keutamaan membaca Alquran di bulan Ramadhan. Bagaimana soal hukum, dalil, dan pahalanya? Temukan semua penjelasannya lengkap di sini.

10 Keutamaan Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan, Pahala & Hukum
Umat muslim membaca Alquran keAlquran, Salat Tahajud tika beritikaf di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (30/5/2019) dini hari. ANTARA FOTO/Saptono/aww/19

tirto.id - Banyak keutamaan membaca Al Quran di bulan Ramadhan. Oleh karenanya, amalan tersebut paling banyak dilakukan di bulan suci ini.

Tadarus saat Ramadhan memiliki makna tersendiri. Sebab, di bulan inilah Al-Qur'an diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW Oleh karenanya, Ramadhan dijuluki sebagai Bulan Al-Qur'an (Syahrul Quran).

Penjelasan terkait turunnya Al-Qur'an terdapat dalam surah Al-Qadr ayat 1.

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ

Artinya, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan." (QS. Al-Qadr [97]: 1).

Lantas, apa saja keutamaan membaca Alquran di bulan Ramadhan? Dan, apa dalil tadarus Al Quran? Dalam artikel ini akan dibahas hal tersebut, termasuk hadits, hukum, dan pahala membaca Alquran di bulan Ramadhan.

Keutamaan Membaca Alquran di Bulan Ramadhan

Membaca Al-Qur’an juga merupakan ibadah utama di antara ibadah-ibadah lain. Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan an-Nu‘man ibn Basyir, Rasulullah saw. bersabda:

“Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an,” (HR Baihaqi).

Membaca Al-Qur’an selama Ramadan memiliki banyak keutamaan. Berikut ini di antaranya.

1. Syafaat saat Kiamat Tiba

Dalam sabda Rasulullah SAW, bahwa Al-Qur’an dapat memberi syafaat saat kiamat tiba.

Keutamaan ini termuat dalam firman Allah Surat Al-Isra ayat 9:

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Artinya: “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”

Al-Qur’an merupakan satu dari dua perkara yang diwariskan oleh Rasulullah SAW untuk umat Islam. Sebagaimana penjelasan dalam hadis riwayat Baihaqi, Rasulullah saw. bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh,” (HR. Baihaqi).

2. Dinaikkan Derajatnya di Sisi Allah SWT

Tadarus Al-Qur'an juga akan membuat seorang muslim dinaikkan derajatnya di sisi Allah SWT. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda:

“Allah mengangkat derajat beberapa kaum melalui kitab ini [Al-Quran] dan Dia merendahkan beberapa kaum lainnya melalui kitab ini pula,” (H.R. Muslim).

3. Dilipatkan Pahalanya

Pahala yang berlipat ganda akan diterima umat muslim yang rutin melakukan tadarus Al-Qur`an di bulan Ramadhan.

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur`an maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf,” (HR. Bukhari).

4. Mengobati Penyakit Hati dan Fisik

Diturunkannya Al-Qur`an sebagai obat dari segala penyakit kejiwaan. Tadarus Al-Qur`an di bulan Ramadhan bisa menjadi obat bagi penyakit fisik dan hati.

Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Dan Kami turunkan di dalam Al-Qur`an suatu yang menjadi obat (penyakit manusia) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS al-Israa: 82).

5. Membuat Rumah 'Bercahaya'

Rumah bakal terasa tenang dan damai jika rutin membaca Al-Qur`an. Bahkan, membaca Al-Qur`an di bulan Ramadhan dapat membuat rumah menjadi lebih 'bercahaya'.

Sebagaimana dalam riwayat at-Tirmidzi ada hadis yang berbunyi, “Sesungguhnya setan tidak akan masuk ke rumah yang dibaca di dalamnya surat Al-Baqarah.”

Dalam sabda Rasulullah SAW, “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya adalah seperti perumpamaan orang yang hidup dan orang yang mati.”

6. Kehadiran Malaikat

Membaca Al-Qur'an secara rutin, terutama selama bulan Ramadhan, tidak hanya memberikan ketenangan dan kedamaian kepada rumah. Kebiasaan ini biasanya akan mendatangkan kehadiran malaikat ke dalam rumah. Para penghuni akan merasakan kesan ruangan yang menjadi lebih lapang.

7. Sebaik-baik Manusia

Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.

عن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ » رواه البخاري

Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya,” (HR. Tirmidzi).

8. Diberikan Dua pahala

Allah SWT tetap berikan dua pahala bagi mereka yang belum lancar dalam membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an.

« وَاٌلَذِي يَقُراٌ القُرانَ وَيَتَتَعتَعُ فِيه وَهُوَ عَلَيهِ شَاقٌ لَه اَجَران » متفقٌ عليه

Rasulullah SAW bersabda, “Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala,” (HR. Bukhari Muslim).

9. Amal yang Paling Dicintai Allah SWT

Amal yang paling dicintai Allah SWT adalah mengkhatamkan Al-Qur’an. Sebagaimana hadis riwayat Imam Tirmidzi dijelaskan:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ : الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ - قَالَ : وَمَا الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ؟ قَالَ الَّذِي يَضْرِبُ مِنْ أَوَّلِ الْقُرْآنِ إِلَى آخِرِهِ كُلَّمَا حَلَّ ارْتَحَلَ .(رواه الترمذي : 2872 – سنن الترمذي - بَاب مَا جَاءَ أَنَّ الْقُرْآنَ أُنْزِلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ – الجزء : 10 – صفحة : 202)

Dari Ibnu Abbas ra, ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi).

10. Bersama para Malaikat-Nya

Bagi mereka yang mahir membaca Al-Qur’an, kelak akan bersama para malaikat-Nya.

عن عائشة رضي اللَّه عنها قالتْ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الَّذِي يَقرَأُ القُرْآنَ وَهُو ماهِرٌ بِهِ معَ السَّفَرةِ الكرَامِ البررَةِ » متفقٌ عليه .

Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah,” (HR. Bukhari Muslim).

Hukum Tadarus di Bulan Ramadhan dan Dalilnya

Hukum tadarus Alquran pada bulan Ramadan adalah sunah. Membaca kitab suci di bulan puasa Ramadhan memiliki makna dan keutamaan tersendiri. Selain itu, pahalanya juga akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Anjuran memperbanyak membaca Al-Qur'an diterangkan dalam hadis riwayat Abu Umamah. Hadits tadarus di bulan Ramadhan tersebut, bahwasannya Nabi Muhammad SAW:

“Hendaklah kalian membaca Al-Qur’an karena ia nanti akan datang sebagai pemberi syafa’at bagi pembacanya pada hari Kiamat,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Selain menjadi periode turunnya Al-Qur'an, Ramadhan merupakan waktu rutinan Rasulullah SAW bertadarus dengan Malaikat Jibril. Dalam hadis riwayat Ibnu 'Abbas dijelaskan:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah SAW adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah SAW orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus,” (HR. Bukhari).

Hadis di atas menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum khusus bagi Rasulullah SAW karena Jibril datang dan mengajarkan bacaan Al-Qur’an. Hadis ini menurut para ulama dapat menjadi dasar pelaksanaan tadarus selama Ramadhan.

Riwayat lain menyebutkan bahwa Rasulullah SAW lebih banyak membaca Al-Qur’an saat Ramadan dibandingkan dengan bulan lainnya. Kebiasaan ini pun diikuti oleh para sahabat dan umat muslim pada umumnya.

Ibnu Rajab al-Hanbali, ulama besar di bidang Akidah dan Fikih, memperkuat hadis di atas dan menegaskan kesunahan bertadarus Al-Qur'an pada malam bulan Ramadhan.

Dalam kitab Bughyah al-Insan fi Wadza’if Ramadhan, Ibnu Rajab menjelaskan:

و دل الحديث أيضا على استحباب دراسة القرآن في رمضان والاجتماع على ذلك، وعرض القرآن على من هو أحفظ له، وفيه دليل على استحباب الإكثار من تلاوة القرآن في شهر رمضان

“Hadits ini juga menunjukan kesunahan bertadarus Al-Qur’an pada bulan Ramadhan secara berjama’ah. Menyetorkan Al-Qur’an kepada orang yang lebih hafal darinya. Hadits ini sekaligus menunjukkan kesunahan memperbanyak membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan.” (Bughyah al-Insan fi Wadza’if Ramadhan, hal. 42).

Pahala Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Tadarus Al-Qur’an mengandung keutamaan yang berlimpah pahala. Pahala tadarus Al-Qur’an akan dilipatgandakan, sebagaimana penjelasan hadis riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud, Rasulullah bersabda:

Kata Abdullah ibn Mas‘ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

Huruf-huruf dalam Al-Qur’an mengandung keistimewaan yang tak terkira sehingga setiap di antaranya dinilai pahala bagi pelafalannya.

Imam Nawawi, dalam hadis riwayat jalur Anas bin Malik, menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an merupakan zikir yang paling muakkad. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa telah membaca 50 ayat (Al-Qu'ran) dalam sehari semalam, ia tidak termasuk dalam catatan orang yang lalai. Barang siapa membacanya 100 ayat, ia termasuk dalam catatan orang-orang yang patuh (kepada Allah). Barang siapa membacanya 200 ayat, ia tidak dihujah (dimintai keterangan) oleh Al-Qur'an nanti pada hari kiamat. Barang siapa membaca 500 ayat, dicatat pahala yang amat banyak baginya.”

Imam Nawawi juga menjelaskan bahwa salah satu waktu yang terbaik untuk tadarus Al-Qur'an adalah pada 10 hari terakhir Ramadhan. Di samping itu, waktu-waktu utama membaca kitab suci ini juga terdapat pada Jumat, Senin, Kamis, Arafah (9 Zulhijah), dan 10 hari awal Zulhijah.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2024 atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Ibnu Azis