Menuju konten utama

Profil Iwan Tuaji, Wakil Bupati PALI Ditangkap Kejati Sumsel

Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, ditangkap Kejati Sumsel. Ia diduga terlibat dalam kasus suap fee proyek.

Profil Iwan Tuaji, Wakil Bupati PALI Ditangkap Kejati Sumsel
Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji. (Instagram/@protokol_pali)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, ditangkap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Selatan (Sumsel) pada Rabu (3/6/2026). Ia ditangkap terkait dugaan kasus korupsi fee proyek. Lantas, bagaimana rekam jejaknya?

Penangkapan Iwan Tuaji sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Kejati Sumsel. Iwan dilaporkan tidak ditangkap sendirian, Kejati Sumsel disebut juga turut mencokok Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten PALI untuk kasus yang sama.

"Benar ada pengamanan terhadap dua orang tersebut," ungkap Kepala Kejati Sumsel Ketut Sumedana, Rabu (3/6)

Kejati disebut menangkap Iwan di rumah dinasnya di Kabupaten PALI. Sementara Kepala Bapenda PALI ditangkap oleh tim penyidik di Kota Palembang melalui operasi terpisah.

Usai ditangkap, Iwan dilaporkan langsung dibawa ke Palembang untuk diperiksa lebih lanjut oleh Kejati Sumsel. Detail kasus korupsi yang menjerat Iwan belum dirilis Kejati, namun hal ini disebutkan terkait dengan kasus suap fee proyek di lingkungan Kabupaten PALI.

Kejati juga dilaporkan tengah menggali informasi untuk menjaring kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Profil Wakil Bupat PALI Iwan Tuaji yang Ditangkap Kejati Sumsel

Iwan Tuaji merupakan salah satu politisi muda di Sumsel. Ia kelahiran 28 Agustus 1986 sehingga kini berusia 39 tahun.

Selama ini Iwan dikenal sebagai kader Partai NasDem. Partai ini menjadi kendaraan politiknya ketika maju dalam Pilkada 2024 lalu.

Dalam kontestasi Pilkada 2024, Iwan menjadi calon wakil bupati yang mendampingi Asgianto dari Gerindra. Kala itu, keduanya diusung koalisi gemuk: Gerindra, PSI, NasDem, Perindo, Gelora, Buruh, Garuda, dan PKN.

Sebelum maju sebagai calon wakil bupati, Iwan Tuaji dikenal dengan kiprahnya di dunia pergerakan pemuda dan organisasi kemasyarakatan di PALI. Ia juga dikenal punya pengalaman di bidang legislatif karena sempat menjadi Tenaga Ahli DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam dunia organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, nama Iwan Tuaji dikenal sebagai anggota berbagai organisasi. Mulai dari Garda Pemuda Nasdem Kota Palembang, Sapma Pemuda Pancasila (PP), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hingga Pemuda Panca Marga (PPM).

Bekal organisasi tersebut kemudian mengantarkan Iwan bertemu dengan Asgianto, kawan SMP-nya yang juga tumbuh jadi politisi. Keduanya kemudian maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Kabupaten PALI dalam Pilkada 2024.

Dengan dukungan koalisi partai gemuk, pasangan ini berhasil memenangkan pemilu daerah secara meyakinkan. Dari empat pasangan kandidat, Asgianto-Iwan Tuaji memperoleh 40,72 persen suara.

Jumlah suara yang ia himpun itu kemudian mengantarkannya sebagai Wakil Bupati Kabupaten PALI untuk masa jabatan 2025-2030. Iwan dilantik Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025 lalu.

Akan tetapi, setahun berselang, lulusan Universitas Sjakhyakirti ini ditangkap Kejati Sumsel karena dugaan kasus korupsi. Ia diduga terlibat dalam praktik suap fee proyek.

Padahal, seturut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK miliknya, Iwan melaporkan kekayaan sebesar Rp6,72 miliar. Kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp6 miliar, kendaraan senilai Rp550 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp35 juta, kas dan setara kas senilai Rp150 juta.

Baca juga artikel terkait PROFIL TOKOH atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar