Menuju konten utama

Keutamaan Meninggal Saat Bulan Ramadhan: Apa Bebas Siksa Kubur?

Keutamaan meninggal di bulan Ramadhan salah satunya akan bebas dari siksa kubur. Berikut penjelasan tentang keutamaan meninggal saat bulan Ramadhan.

Keutamaan Meninggal Saat Bulan Ramadhan: Apa Bebas Siksa Kubur?
Penyanyi Ikang Fawzi (kanan) mengusung keranda jenazah istrinya Marissa Haque untuk dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu (2/10/2024). Adapun umat muslim memercayai bahwa salah satu keutamaan meninggal di bulan Ramadhan adalah bebas dari siksa kubur. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Adanya keutamaan meninggal di bulan Ramadhan menjadi salah satu kabar baik bagi muslimin maupun muslimat. Lantas, apakah meninggal di bulan Ramadhan bebas siksa kubur?

Pada dasarnya, meninggal dunia alias wafat akan dirasakan oleh setiap umat manusia. Siapa pun bisa meninggal tanpa melihat umur, latar belakang, dan segala hal yang berkaitan dengan dunia.

Adapun bulan Ramadan atau bulan puasa merupakan periode yang penuh berkah bagi umat Islam. Selain berpuasa, umat muslim mayoritas percaya bahwa seseorang yang meninggal saat bulan Ramadhan dibebaskan dari siksa kubur.

Keutamaan Meninggal Saat Bulan Ramadhan

Keutamaan meninggal di bulan Ramadhan salah satunya adalah dapat dibebaskan dari siksa kubur. Kendati demikian, seseorang baru bisa mendapatkan keutamaan wafat pada bulan puasa ketika ia giat menjalankan ibadah.

Kebebasan ini baru bisa muncul ketika seorang hamba banyak memohon pengampunan kepada Allah SWT maupun sesama manusia. Allah SWT berfirman mengenai kematian dalam Surah Ali Imran ayat 185 sebagai berikut.

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Bacaan Latin:

Kullu nafsin żā'iqatul-maut(i), wa innamā tuwaffauna ujūrakum yaumal-qiyāmah(ti), faman zuḥziḥa ‘anin-nāri wa udkhilal-jannata faqad fāz(a), wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā‘ul-gurūr(i).

Artinya:

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."

Setelah meninggal dunia, seseorang akan memasuki alam kubur (alam barzakh). Di alam tersebut, seseorang akan menerima dua keadaan yang tergantung kepada amalannya di dunia.

Dua di antaranya adalah beristirahat atau mengalami siksa kubur sampai hari akhir tiba. Dalam sebuah hadis dari Utsman bin Affan, Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut:

“Sesungguhnya, alam kubur adalah pos pertama dari sekian banyak pos alam akhirat; Jika seseorang selamat dari siksanya, maka perjalanan berikutnya akan lebih mudah. Namun, jika dia tidak selamat dari siksanya, maka pos-pos berikutnya akan lebih berat baginya,” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Siksa kubur bukanlah perkara remeh, bahkan tidak dapat dibandingkan dengan kesusahan di dunia. Oleh sebab itu, wajar apabila kaum muslim menginginkan untuk terhindar darinya.

Mereka yang meninggal saat bulan Ramadhan juga dipercaya mendapatkan ampunan, bisa masuk surga, memperoleh pahala yang banyak, taufik, mati syahid, bebas dari berbagai laknat hingga membawa amalan yang bisa dibalas langsung oleh Allah SWT.

Meninggal di Bulan Ramadhan Apakah Bebas Siksa Kubur?

Kendati tidak diketahui kapan datangnya, umat Islam tentu menginginkan kematian saat waktu yang baik. Salah satu waktu terbaik ketika ajal menjemput seorang muslim adalah bulan Ramadan.

Beberapa hadis memuat tentang keterangan orang yang meninggalkan dunia di bulan Ramadan. Salah satu hadis yang membahas tentang meninggal saat bulan Ramadhan dibebaskan dari siksa kubur sebagai berikut.

Dari Ibnu Abbas RA Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Siapa saja yang meninggal di bulan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka ia akan terbebas dari azab kubur," (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Adapun riwayat lain yang menerangkan tentang meninggal di bulan Ramadhan bebas dari siksa kubur sebagai berikut.

“Sesungguhnya azab kubur diangkat dari orang yang meninggal selama bulan Ramadan,” (HR Al-Qurthubi).

Terlepas dari kategori kedua hadis di atas, lemah atau sahih, muslim yang meninggal dunia di bulan Ramadhan kemungkinan akan terbebas dari siksa kubur. Sebab, Allah SWT membuka pintu magfirah (pengampunan) kepada siapa saja yang mau beribadah sepanjang bulan suci.

"Siapa yang menghidupkan bulan Ramadhan [dengan puasa atau ibadah] dengan iman dan mengharap pahala dari Allah Swt. maka diampuni dosanya yang telah lalu, dan siapa yang menghidupkan [beribadah] malam Lailatulqadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah SWT maka diampuni dosanya yang telah lalu," (HR Bukhari dan Muslim).

Kendati demikian, bukan berarti seseorang dapat bermalas-malasan ketika bulan puasa tiba dengan anggapan dia akan bebas dari siksa kubur. Sebaliknya, Ramadan adalah saat yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sudah menjadi kewajiban seorang hamba untuk beribadah kepada Rabb-Nya seperti sabda Allah dalam surah Az-Zariyat:56.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Bacaan Latin:

Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn(i).

Artinya:

"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."

Demikian penjelasan tentang keutamaan meninggal di bulan Ramadhan yang dapat umat muslim jadikan pengetahuan. Semoga ibadah selama bulan Ramadan ini bisa memasukkan kita semua ke dalam kategori orang beriman dan bertakwa.

Simak juga beberapa artikel terbaru tentang bulan Ramadhan dan berbagai keutamaannya di sini.

Informasi Ramadhan Terbaru

Baca juga artikel terkait PEOPLE SOCIETY atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Edusains
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Yuda Prinada