tirto.id - Apa kriteria siswa nakal di Jawa Barat (Jabar) bisa masuk barak militer? Rencana digagas langsung oleh Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana melaksanakan kebijakan berupa memasukkan anak nakal ke barak militer untuk mengikuti wajib militer (wamil). Program ini disebut-sebut menjadi salah satu solusi pembangunan karakter pelajar.
Wajib militer diklaim dapat menumbuhkan karakter bela negara dalam diri pelajar. Pelaksanaan wamil bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi dan Polda Jabar.
Apa Kriteria Siswa Nakal di Jabar Masuk Barak Militer?
Siswa nakal yang akan masuk barak militer bakal menjalani pendidikan karakter. Lalu, apa saja sebenarnya kriteria siswa nakal yang berpeluang masuk barak militer?
Pelaksanaan siswa nakal masuk barak militer TNI tak akan langsung diselenggarakan di 27 daerah. Namun, program dilaksanakan di wilayah yang paling siap dan rawan terlebih dahulu.
"Tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kami mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu, lalu bertahap," ujar Dedi, Minggu (27/4/2025), seperti dikutip Antara.
"Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya," lanjutnya.
Rencana memasukkan siswa nakal ke dalam barak militer perlu memenuhi sejumlah kriteria. Berikut ini adalah contohnya:
- Siswa yang tertangkap karena balapan liar
- Siswa yang tertangkap mabuk-mabukan
- Siswa yang terlibat geng motor
- Siswa yang terlibat perkelahian antar pemuda atau tawuran
- Siswa yang kerap bermain game online semalaman
- Siswa yang melawan orang tua dan melakukan pengancaman
- Siswa yang membolos.
Kapan Siswa Nakal di Jabar akan Masuk Barak Militer?
Siswa nakal di Jawa Barat diketahui sudah melaksanakan masuk barak militer TNI pada hari Kamis, 1 Mei 2025. Puluhan pelajar tingkat SMP dilaporkan sudah berada di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, Purwakarta, Jawa Barat.
Program pembinaan karakter berbasis militer ini dilaksanakan oleh 39 siswa dari total 40 siswa yang terdaftar. Para siswa tiba sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka menaiki bus dan truk yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Para siswa mendapatkan pembinaan dengan penuh disiplin selama 14 hari di lingkungan militer. Selain memasukkan siswa nakal ke barak TNI, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga berencana memasukkan kurikulum wamil buat SMA agar membentuk karakter bela negara.
Penulis: Lita Candra
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id


































