tirto.id - Pendiri Oracle Corporation, Larry Ellison, sempat menjadi orang terkaya di dunia pada Rabu (10/9/2025). Ia menyalip kedudukan Elon Musk untuk sementara, meski pada penutupan perdagangan Musk kembali berada di posisi pertama dengan kekayaan sekitar 437 miliar dolar AS.
Harga saham Oracle naik hampir 36 persen dalam sehari. Ini membuat nilai kepemilikan saham Ellison melonjak menjadi 380 miliar dolar AS atau lebih dari 100 miliar dolar AS dibanding hari sebelumnya.
Diketahui, Ellison (81 tahun) menjabat sebagai Chief Technology Officer sekaligus sebagai Chairman. Dia telah mempertahankan lebih dari 1,1 juta saham selama lebih dari 25 tahun, alih-alih menjual sebagian saham secara bertahap.
Apa Itu Oracle Corporation dan Sejarah Berdirinya?
Oracle merupakan sebuah perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) yang menyediakan berbagai produk dan layanan bisnis, termasuk Oracle Database, sistem manajemen basis data relasional (RDBMS).
Didirikan tahun 1977 di California, perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan perangkat lunak dan perangkat keras terbesar di dunia. Oracle telah mengembangkan sejumlah besar solusi teknologi informasi (TI) dan mengakuisisi portofolio perusahaan yang luas.
Perusahaan ini sangat terkenal dengan penawaran perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) berbasis cloud dalam intelijen bisnis dan layanan keuangan, serta untuk sistem seperti Solaris, Java, dan Oracle Linux. Tak hanya itu, Oracle juga memproduksi dan menjual server dan solusi jaringan yang dibuat khusus untuk menjalankan platform dan basis datanya.
Saat ini produk dan layanan Oracle digunakan secara global dalam jasa pemerintahan, perusahaan telekomunikasi, dan lingkungan kesehatan, tempat keamanan data dan pengelolaan beban kerja yang kompleks dan berulang sangat penting.
Dilansir dari laman resmi Oracle, tahun 1977 menandai kelahiran startupSilicon Valley. Saat itu, insinyur Larry Ellison, Bob Miner, dan Ed Oates mendirikan Software Development Laboratories (SDL). Kantor mereka seluas 900 kaki persegi (sekitar 90 meter persegi) di Santa Clara, California.
Kemudian, pada 1982, perusahaan mengubah namanya menjadi Oracle Corporation dari Relational Software Inc. yang sebelumnya SDL. Tahun 1986, Oracle menjadi perusahaan publik di bursa NASDAQ dengan simbol kutipannya adalah ORCL.
Setahun berikutnya, 1987, Oracle menempati peringkat sebagai perusahaan manajemen bisnis data terbesar di dunia dengan penjualan sebesar 100 juta dolar AS dan 4.500 pengguna akhir di 55 negara. Pada 1989, Oracle memulai debutnya di S&P 500, memperluas kantor pusat lamanya, dan pindah ke Redwood Shores, California.
Tahun 1992, Oracle merayakan ulang tahun ke-15 dan merilis Oracle7. Lalu, pada 1995, dengan memanfaatkan kekuatan internet, CEO Larry Ellison memperkenalkan strategi produk untuk menghadirkan perangkat lunak Oracle melalui internet.
Beberapa tahun kemudian, 1999, Oracle Database menetapkan standar. InformationWeek menobatkan Oracle Database sebagai salah satu produk paling berpengaruh tahun 1990-an.
Menyambut abad ke-21, Oracle menghemat 1 miliar dolar AS pada tahun 2000 dengan menggabungkan sistemnya sendiri menggunakan Oracle E-Business Suite 11i, rangkaian aplikasi perusahaan pertama yang terintegrasi sepenuhnya.
Selama tahun 2000-an hingga sekarang, perusahaan ini semakin sukses. Pada 2013, Oracle Database terhubung ke cloud hingga tahun 2016 mengakuisisi NetSuite dengan kesepakatan senilai 9,3 miliar dolar AS.
Pada 2018 Oracle meluncurkan database otonom pertama. Tahun lalu, 2024, Oracle Database mendapat dorongan AI. Versi 23ai hadir dengan AI Vector Search dan ratusan fitur baru lainnya.
Harga Saham Oracle dan Cara Belinya
Tanggal 12 September 2025 ini Oracle (ORCL) trading di harga 307,86 dolar AS per lembar saham dengan harga tutup sebelumnya 307,86 dolar AS. Saham ini berfluktuasi dengan renang harian 304,60—331,00 dolar AS.
Bagi yang tertarik untuk membeli saham Oracle Corp, yang perlu dilakukan adalah membuka akun, meng-installplatform perdagangan, menganalisis pasar, dan menggunakan indikator teknis. Baru kemudian melakukan order beli atau jual berdasarkan analisis yang telah dilakukan.
Pembaca yang tertarik membaca artikel sejenis terkait saham dapat mengakses tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id






































