Menuju konten utama

Larry Ellison Sempat Jadi Orang Terkaya Dunia Geser Elon Musk

Larry Ellison sempat menggeser posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia. Lantas, siapa Larry Ellison? Simak profil dan total kekayaannya di sini.

Larry Ellison Sempat Jadi Orang Terkaya Dunia Geser Elon Musk
Larry Ellison menghadiri Rebels With A Cause Gala 2019 di Lawrence J Ellison Institute for Transformative Medicine, USC, pada 24 Oktober 2019 di Los Angeles, California. Phillip Faraone/Getty Images/AFP

tirto.id - Larry Ellison, pendiri Oracle Corporation, sempat menggeser posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia, pada Rabu (10/9/2025). Saham perangkat lunak tersebut melonjak naik sebesar 34 persen pada hari itu yang membuat Ellison merebut posisi Musk meskipun hanya sementara.

Dilansir Aljazeera, saham Oracle meroket lebih dari sepertiga dalam beberapa menit. Kekayaan Ellison sebagian besar berasal dari 41 persen sahamnya di Oracle.

Namun, setelah 40 menit, posisi orang terkaya di dunia kembali diduduki Musk. Menurut data Forbes, saat ini total kekayaan Ellison sebesar USD 367 miliar atau setara Rp6.018 triliun.

Nilai tersebut berada jauh di bawah Elon Musk yang saat ini memiliki nilai kekayaan sebesar USD 447 miliar atau setara Rp7.330 triliun. Lantas, siapa Larry Ellison? Simak profilnya.

Profil Larry Ellison

Larry Ellison memiliki nama lengkap Lawrence Joseph Ellison, lahir di New York, Amerika Serikat, pada 17 Agustus 1944. Ellison menjadi salah satu pendiri perusahaan perangkat lunak Oracle Corporation.

Sejak kecil Ellison diadopsi dan dibesarkan oleh paman dan bibinya di Chicago. Ia bersekolah di South Shore High School, kemudian melanjutkan studi di University of Illinois.

Ellison sempat menjadi mahasiswa sains terbaik, namun ia tidak menyelesaikan pendidikannya akibat kematian ibu angkatnya.

Ellison kemudian melanjutkan pendidikannya di University of Chicago pada tahun 1966 untuk mempelajari fisika dan matematika. Di sana ia mulai mengenai desain komputer.

Ia menghabiskan waktu selama sepuluh tahun menulis kode komputer, termasuk perusahaan teknologi Ampex Corporation, tempatnya mengerjakan proyek database Oracle untuk CIA.

Dilansir dari situs Jhonny Thiodoran, Ellison mendapat ide mendirikan Oracle setelah membaca makalah penelitian IBM tentang basis data relasional. Ia melihat potensi besar dari teknologi yang menawarkan cara untuk mengatur data berukuran besar agar mudah untuk diakses.

Tahun 1977, beserta dengan rekan-rekannya di Ampex, Bob Miner, dan Ed Oates, Ellison menggunakan tabungan mereka sebesar $2.000 untuk mendirikan Software Development Laboratories, yang saat ini dikenal sebagai Oracle.

Pada tahun 1979, Oracle untuk pertama kalinya dirilis, Ellison kemudian mendirikan Oracle System Corporation pada tahun 1983. Ia menjabat sebagai CEO Oracle sejak 1977 hingga 2014.

Pada pertengahan tahun 1990-an, Elliosn sempat saingi Microsoft Corporation dengan menawarkan alternatif yang lebih terjangkau untuk komputer pribadi (PC) yang disebut Network Computer (NC).

Pada tahun 2012, selain memimpin Oracle, Ellison juga memiliki 15 juta saham di perusahaan milik Elon Musk, Tesla Inc. (TESLA). Pada tahun yang sama, kekayaannya diperkiraan mencapai USD 40 Miliar.

Pada tahun 2025, berkat kenaikan tajam saham Oracle yang ditopang oleh bisnis Cloud dan Artificial Intelligence (AI) membuat kekayaannya melesat hingga USD 395 miliar atau setara Rp6.507 triliun.

Ellison pun sempat menduduki posisi sebagai orang terkaya di dunia selama 40 menit setelah berhasil melampaui kekayaan pendiri Tesla, Elon Musk. Kekayaan Musk tercatat mencapai USD 384 miliar atau setara Rp6.325 triliun.

Namun, setelah itu kekayaan Ellison turun menjadi USD 367 miliar dan kembali berada di posisi kedua sebagai orang terkaya di dunia versi situs Forbes.

Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Orang Terkaya. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!

Kumpulan Artikel Orang Terkaya

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Indyra Yasmin

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Indyra Yasmin
Editor: Iswara N Raditya