tirto.id - Penjelasan mengenai apa itu monomer biopolimer perlu dipahami oleh mereka yang tertarik dengan bidang kimia maupun biologi. Monomer polimer adalah istilah yang saling berkaitan satu sama lain dan termasuk molekul penting dalam kehidupan.
Monomer biopolimer memiliki peran besar dalam berbagai proses biologis. Sebagai contoh, setiap makhluk hidup diketahui memiliki DNA, sedangkan DNA tersusun dari unit-unit kecil bernama nukleotida. Unit-unit kecil inilah yang disebut sebagai monomer biopolimer.
Tak hanya dalam konteks biologi dan kehidupan organisme, biopolimer sendiri dianggap sebagai salah satu jenis material bernilai tinggi yang dapat diaplikasikan di berbagai bidang, termasuk industri. Pengembangan biopolimer pun terus dilakukan karena dampaknya yang minim terhadap lingkungan.
Salah satu contoh penggunaan biopolimer adalah untuk pembuatan plastik. Plastik berbahan biopolimer lebih mudah terurai jika dibandingkan dengan plastik biasa. Karena bersifat biodegradable, biopolimer pun dianggap sebagai solusi keberlanjutan yang ramah lingkungan.
Pengertian Monomer Biopolimer dan Kegunaannya

Apa yang dimaksud dengan monomer biopolimer? Untuk memahami apa itu monomer biopolimer, maka kita harus mengetahui dulu pengertian dari monomer, polimer, dan biopolimer itu sendiri.
Apa Itu Monomer Biopolimer?
Monomer dan polimer merupakan istilah dasar dalam dunia kimia. Monomer adalah molekul kecil yang dapat bergabung dengan molekul sejenis atau berbeda melalui ikatan kimia untuk membentuk struktur yang lebih besar. Struktur yang lebih besar inilah yang disebut polimer.Secara sederhana, monomer adalah unit pembangun tunggal, sedangkan polimer adalah molekul besar yang terbentuk dari penggabungan banyak unit monomer yang serupa atau berbeda secara berulang.
Ibarat sebuah bangunan, monomer adalah batu bata, sedangkan polimer adalah dinding yang terbentuk dari banyak monomer. Di sisi lain, kita juga mengenal adanya istilah biopolimer.
Dikutip dari Science Direct, biopolimer adalah polimer yang terdiri dari monomer-monomer yang berasal dari sumber hayati dan terikat secara kovalen. Dibandingkan dengan polimer sintetis, biopolimer memiliki struktur yang lebih kompleks.
Sumber-sumber biopolimer mencakup organisme hidup seperti tumbuhan, hewan, hingga mikroba. Umumnya, biopolimer dihasilkan dari bahan alami seperti gula, lemak, minyak nabati, atau protein.
Jadi, apa itu monomer biopolimer? Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa monomer biopolimer adalah unit molekul kecil organik/alami yang dapat berikatan membentuk biopolimer.

Kegunaan Monomer Biopolimer
Monomer biopolimer berperan penting sebagai bahan dasar pembentuk berbagai jenis polimer alami. Setiap jenis monomer, seperti asam amino, nukleotida, dan monosakarida, berperan dalam membentuk makromolekul biologis yang esensial bagi kehidupan.Sebagai contoh, asam amino adalah salah satu jenis monomer yang berfungsi sebagai penyusun protein dan penting untuk pembentukan enzim, hormon, hingga struktur sel.
Kegunaan biopolimer sendiri sangat luas, tidak terbatas dalam menunjang kehidupan suatu organisme dan bisa diaplikasikan di berbagai bidang. Di bidang industri misalnya, biopolimer seperti polyactic acid (PLA) dapat digunakan untuk membuat kantong belanja yang biodegradable.
Di bidang medis, biopolimer seperti asam poliglikolat (PGA) digunakan sebagai benang jahit bedah yang dapat diserap tubuh. Jadi, monomer biopolimer memiliki banyak sekali kegunaan karena bisa menggantikan bahan kimia dan mendukung pengembangan produk yang lebih ramah lingkungan.
Jenis Monomer Biopolimer

Setelah memahami apa itu monomer biopolimer, kita juga perlu mengetahui jenis-jenis monomer biopolimer agar lebih paham tentang materi ini.
Jenis monomer biopolimer dapat dibedakan berdasarkan kategori makromolekul biologis yang dibentuknya. Dengan mengetahui jenis monomernya, kita juga bisa memahami struktur dan fungsi dari biopolimer tersebut.
Dikutip dari tugas akhir berjudul Pengembangan Biopolimer Berbahan Dasar Pati Alami dengan Penambahan Beeswax sebagai Plastik Ramah Lingkungan karya Fahmi Mujahidin, berikut beberapa jenis monomer biopolimer:
Asam Amino
Ini adalah monomer pembangun protein. Terdapat banyak jenis asam amino yang bisa ditemukan di dalam berbagai jenis protein, termasuk enzim, hormon, hingga jaringan otot.Monomer berupa asam amino dapat bergabung melalui ikatan peptida dan membentuk rantai panjang yang disebut polipeptida yang nantinya dapat membentuk protein.
Nukleotida
Nukleotida adalah monomer penyusun asam nukleat seperti asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA), dua biomolekul yang berperan sebagai pembawa informasi genetik pada makhluk hidup.Nukleotida memegang peranan penting dalam hal metabolisme di tingkat seluler. Setiap nukleotida terdiri dari tiga bagian, yaitu gula pentosa (ribosa atau deoksiribosa), gugus fosfat, dan basa nitrogen (guanina, adenina, sitosina, timina/urasil).
Gula (Monosakarida)
Gula sederhana atau monosakarida adalah monomer penyusun biopolimer berupa polisakarida. Monosakarida dapat bergabung melalui ikatan glikosidik dan membentuk karbohidrat kompleks seperti pati dan selulosa.Gula sendiri berperan penting sebagai sumber energi utama dalam metabolisme makhluk hidup. Selain itu, beberapa polisakarida yang terbentuk dari gula juga memiliki fungsi struktural, seperti selulosa pada dinding sel tumbuhan atau kitin pada eksoskeleton serangga.
Contoh Monomer Biopolimer

Guna memahami lebih jauh tentang apa itu monomer biopolimer, kita perlu mengetahui contoh-contohnya. Ada banyak contoh monomer yang sangat dekat dengan kehidupan kita sebagai manusia. Berikut contoh monomer biopolimer berdasarkan jenisnya:
1. Asam Amino
- Lisin: Asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Lisin juga membantu tubuh menyerap kalsium dan terlibat dalam produksi hormon, enzim, serta antibodi.
- Leusin: Asam amino esensial yang berperan dalam pembentukan otot dan pemulihan setelah aktivitas fisik. Leusin juga membantu mengatur kadar gula darah dan merangsang pelepasan hormon pertumbuhan.
- Glisin: Asam amino paling kecil dan sederhana dalam protein yang berperan dalam sejumlah reaksi metabolik dan biosintesis senyawa penting, termasuk kolagen.
2. Nukleotida
- Adenosin Monofosfat (AMP):Bagian dari rantai RNA dan juga berperan penting dalam metabolisme energi, sebagai hasil pemecahan ATP (adenosin trifosfat).
- Guanosin Monofosfat (GMP): GMP menyusun RNA dan juga dapat berperan sebagai sinyal intraseluler dalam bentuk siklik GMP (cGMP) yang mengatur banyak proses fisiologis.
- Deoksiadenosin Monofosfat (dAMP): Terdiri dari basa adenin, gula deoksiribosa (bukan ribosa), dan satu gugus fosfat. dAMP merupakan salah satu dari empat jenis nukleotida penyusun rantai DNA.
- Sitosin Monofosfat (CMP): CMP adalah nukleotida RNA yang terdiri dari basa sitosin, gula ribosa, dan fosfat. CMP dapat diubah menjadi bentuk aktif (CTP) yang digunakan dalam sintesis RNA.
- Timin dan Urasil: Timin ditemukan dalam DNA, sedangkan urasil hanya ditemukan dalam RNA. Keduanya berperan sebagai pasangan basa spesifik. Timin berpasangan dengan adenin di DNA dan urasil menggantikan timin di RNA.
3. Gula/Monosakarida
- Glukosa: Contoh monosakarida paling umum yang digunakan tubuh makhluk hidup sebagai sumber energi. Dalam bentuk rantai panjang, glukosa membentuk polisakarida seperti pati, glikogen, dan selulosa.
- Fruktosa: Fruktosa adalah gula alami yang banyak ditemukan dalam buah, sayur, hingga madu. Fruktosa memiliki struktur mirip glukosa dan bisa digunakan tubuh untuk energi setelah diubah menjadi glukosa di hati.
- Galaktosa: Gula sederhana yang menjadi bagian dari laktosa dan dapat ditemukan di produk susu. Galaktosa penting dalam metabolisme dan dapat menjadi sumber energi.
- Ribosa: Ribosa adalah gula dengan struktur lima karbon yang menjadi komponen penting dalam struktur RNA dan beberapa koenzim seperti NADH.
- Xilosa: Sering disebut sebagai gula kayu, xilosa adalah monosakarida yang menyusun hemiselulosa, salah satu jenis polisakarida dalam dinding sel tumbuhan. Xilosa sering dimanfaatkan sebagai bahan baku pemanis seperti xylitol.
Dengan mengetahui apa itu monomer biopolimer, jenis, serta contohnya, kita dapat lebih memahami bagaimana proses biologis di sekitar kita. Pengetahuan ini pun dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari biologi, biokimia, hingga pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id







































