Menuju konten utama

AHY Blak-blakan soal Gap Anggaran Infrastruktur Kereta dan Jalan

AHY sebut infrastruktur perkeretaapian di Indonesia mengalami underinvestment atau kekurangan investasi.

AHY Blak-blakan soal Gap Anggaran Infrastruktur Kereta dan Jalan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) didampingi Sekjen Herman Khaeron (kanan) dan Wakil Ketua Umum Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) memberikan keterangan pers kepada wartawan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/8/2025). Ketua Umum Partai Demokrat memberikan sikap resmi terkait situasi nasional terkini dan menegaskan dukungan penuh partainya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam meredakan dinamika politik dan sosial yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti ketimpangan pembiayaan infrastruktur sektor perkeretaapian dibandingkan sektor jalan di Indonesia.

Bahkan, ia menyebut, infrastruktur perkeretaapian di Indonesia mengalami underinvestment atau kekurangan investasi. Tahun ini, misalnya, anggaran untuk pembangunan atau revitalisasi jalur kereta hanya Rp5 triliun. Sebaliknya, alokasi APBN untuk pembangunan atau perbaikan jalan-jalan nasional yang mencapai Rp46 triliun.

Padahal, sebagai transportasi darat massal, kereta api bisa mengurangi emisi karbon secara signifikan. “Tahun 2026 ini saja misalnya bisa dikatakan Rp46 sekian triliun itu untuk pembangunan atau perbaikan jalan-jalan secara nasional, sedangkan hanya kurang lebih Rp5 triliun untuk rel kereta. Jadi ada gap di situ,” ujar AHY dikutip akun YouTube Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kamis (23/4/2026).

Karena ketimpangan pendanaan tersebut, panjang jalur kereta dengan jalur-jalur nasional yang terbangun juga tidak sebanding. Berdasarkan data yang didapat AHY, dari kurang lebih 12.000 kilometer jalur kereta yang terbangun, 10.000 kilometer di antaranya berada di Pulau Jawa.

Namun, dari jumlah tersebut jalur yang aktif dan beroperasi secara efektif hanya sekitar 7.000 kilometer.

“Sedangkan Sumatera ada, tapi tentunya belum sangat terhubung. Kalimantan belum ada kereta, Sulawesi hanya sedikit sekali, seratusan kilometer saja. Nah dengan demikian arahan Bapak Presiden untuk mengembangkan jaringan kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini menjadi strategis,” tutur AHY.

“Nah, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi tidak boleh tertinggal terlalu jauh. Termasuk tentunya Indonesia bagian timur, saudara-saudara kita di Papua, Maluku, Nusa Tenggara dan lain-lain,” tambahnya.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, pembangunan dan reaktivasi jalur kereta dimaksudkan untuk mendukung mobilitas manusia serta barang dan jasa. Karenanya, hingga 2045 Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan dan reaktivasi 14.000 kilometer jalur kereta.

“Jalan kita harus bagus juga, yang bolong-bolong, yang lubang-lubang harus kita tambal supaya mulus dan bisa digunakan dengan baik dan aman. Tapi ada gap yang besar antara alokasi anggaran untuk membangun atau preservasi jalan dengan membangun rel kereta,” tambah AHY.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana