tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mendorong tim pelaksana harian untuk rapat tiap hari guna melakukan pengawasan dan penyempurnaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan ini diambil dalam rapat perdana yang membahas pelaksanaan Keputusan Presiden (Perpres) Nomor 28/2025 tentang Penyelenggaraan Program Makanan Berisi Gratis.
“Makan bergizi ini adalah program utama, program yang paling prioritas, sebab kesuksesan pemerintahan bergantung kepada program ini," ujarnya di Kemenko Pangan, Selasa (4/11/2025).
Ia menambahkan bahwa tim koordinasi juga telah terbentuk yang terdiri dari 13 kementerian dan lembaga, dengan pelaksana harian yang akan melakukan rapat setiap hari guna memastikan program berjalan optimal.
Pelaksana harian tersebut diketuai oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, yang akan bekerja sama dengan eselon terkait.
“Namanya pelaksana harian, maka akan ada tiap hari rapat di sini. Karena program makan bergizi ini mendasar, skalanya besar, bayangkan 82,9 juta penerima manfaat tentu juga dampaknya besar, juga tantangannya besar. Kita tidak ingin ada resiko apapun, bukan soal angka yang kena, tetapi ini soal anak-anak kita,” ujarnya.
Selain itu, proses penyempurnaan tata kelola program juga menjadi fokus utama. Pihaknya tengah menyusun peraturan presiden (Perpres) terkait hal tersebut.
Menurut Zulhas, proses perumusan tata kelola tersebut akan melibatkan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
"Verifikasi harus transparan dan terbuka, dan nantinya akan bergabung dengan sistem dashboard yang baru," ujarnya.
Terkait struktur organisasi, Zulhas mengungkapkan adanya penyesuaian Rancangan Perubahan Perpres Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Badan Gizi Nasional yang sebelumnya terdiri dari 4 deputi dan 3 wakil kepala, kini akan bertambah menjadi 9 pejabat, termasuk satu tambahan untuk penguatan tim.
Ia menjelaskan bahwa penataan ini tidak melibatkan rekrutmen baru dan akan menggunakan sumber daya dari tim koordinasi yang sudah ada guna mengelola program di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
"Ini program besar dan luas, jadi kami harus terus memonitor dan menyempurnakan agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak," ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































