Menuju konten utama

Warga Maguwoharjo Diduga Diintimidasi Pekerja Tol Jogja-Solo

Impi mempertanyakan dasar proyek tetap berjalan. Padahal, telah ada kesepakatan agar proyek dihentikan karena empat tuntutan warga belum terpenuhi.

Warga Maguwoharjo Diduga Diintimidasi Pekerja Tol Jogja-Solo
Alat berat kontruksi jalan tol Jogja-Solo seksi dua di Padukuhuan Ringinsari, Kalurahan Maguwoharjo, Sleman. tirto.id/ Abdul Haris
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Warga Padukuhan Ringinsari, Kalurahan Maguwoharjo, Sleman, Impi Astawati, mengaku diintimidasi pekerja proyek PT Daya Mulia Turangga (DMT) yang beroperasi di sekitar rumahnya pada Selasa (3/2/2026).

Impi mulanya mempertanyakan dasar proyek tetap berjalan. Padahal, telah ada kesepakatan agar proyek dihentikan karena empat tuntutan warga belum terpenuhi.

Empat tuntutan yang dimaksud meliputi penyelesaian sertifikat hak milik (SHM) tanah sisa, khususnya bagi warga yang terdampak sebagian. Kedua, keterbukaan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Ketiga, pembuatan kajian ilmiah dan terakhir soal sosialisasi lanjutan, khususnya kepada masyarakat yang tidak terdampak langsung proyek konstruksi Tol Jogja–Solo Seksi 2.

Saat berupaya menghentikan proyek, Impi mengaku direkam oleh pekerja proyek dengan alasan untuk laporan kepada atasan.

"Saya itu divideo, setelah itu saya menjelaskan pokoknya harus berhenti ya," kata Impi saat ditemui awak media di lokasi.

Tak lama kemudian, pimpinan proyek tiba dan menyampaikan bahwa proyek tak bisa dihentikan.

"Warga itu enggak bisa menghentikan proyek, ini proyek PSN," lanjut Impi menirukan gaya bicara pimpinan tersebut.

Proyek Tol Jogja–Solo

Alat berat kontruksi jalan tol Jogja-Solo seksi dua di Padukuhuan Ringinsari, Kalurahan Maguwoharjo, Sleman. tirto.id/ Abdul Haris

Pimpinan proyek itu juga menyatakan akan melaporkan Impi ke polisi karena menghentikan proyek. "Pokoknya saya laporkan ke Polda, karena warga yang menghentikan proyek PSN," kata pimpinan proyek kepada Impi.

Mendengar ancaman tersebut, Impi membantah tidak takut jika harus dilaporkan. Ia menyebut sebelumnya telah ada pertemuan antara warga dan pihak kontraktor pada Senin (2/2/2026) malam, namun berujung deadlock.

"Kalau mau tangkap silakan saja, saya enggak takut," bebernya.

Impi berharap ada sosialisasi lanjutan terkait proyek tol. Ia mengaku mendapat informasi adanya penambahan dua meter untuk kebutuhan tol.

Hal itu, menurut dia, diperkuat dengan patok yang digeser mendadak di halaman depan rumahnya.

Dalam kesempatan yang sama, warga Padukuhan Sembego, Jaka Puwanto, menjelaskan sejak sosialisasi pada September 2024 di Kalurahan Maguwoharjo, belum ada sosialisasi lanjutan untuk menjawab empat tuntutan warga.

Jaka menuturkan pertemuan pertama dilakukan pada September 2024 lalu tidak ada lanjutan hingga kini.

"Sampai sekarang sudah setahun lebih, artinya itu sekedar formalitas memenuhi kewajiban saja," paparnya.

Padahal, kata dia, seharusnya ada pertemuan lanjutan untuk menjelaskan pertanyaan warga yang belum terjawab saat itu. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendapat kepastian.

"Kami juga pernah berkoordinasi dengan terkait hal ini kepada bupati, DPRD, maupun dinas lingkungan hidup," ungkapnya.

Di sisi lain, Deputi Project Manager PT DMT, Arfi Zulham, mengaku tidak mengetahui dugaan intimidasi yang dilakukan pekerjanya.

"Saya enggak tau itu, enggak ter-copy yang itu," ujar Arfi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Arfi menegaskan untuk Padukuhan Ringinsari maupun Sembego, konstruksi belum dimulai. Terkait sosialisasi, ia mengklaim sudah dilakukan beberapa kali pada 2024. Sementara soal tambahan lahan, ia mengaku masih berkoordinasi dengan PPK lahan

Baca juga artikel terkait TOL JOGJA-SOLO atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama