Menuju konten utama

Sultan HB X Beri Kekancingan 320 Ribu Meter Persegi untuk Tol

Sultan berharap, keberadaan tol beri dampak ekonomi ke warga DIY.

Sultan HB X Beri Kekancingan 320 Ribu Meter Persegi untuk Tol
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat diwawancarai wartawan di Kopdes Merah Putih, Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, pada Senin (21/7/2025). tirto.id/Abdul Haris

tirto.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyerahkan kekancingan seluas 320 ribu meter persegi untuk pembangunan tiga ruas jalan tol di DIY. Ketiga ruas jalan tol tersebut adalah Jogja-Bawen, Jogja-YIA Kulonprogo, dan Jogja-Solo.

Secara rinci, tol Jogja-Bawen menggunakan seluas 75.440,75 meter persegi dengan 90 bidang tanah desa dan delapan tanah Sultan Ground (SG). Sementara jalan tol Jogja-YIA Kulonprogo dan Jogja-Solo menggunakan seluas 245.302 meter terdiri dari 177 bidang tanah desa dan 17 tanah SG.

Sultan mengkonfirmasi penyerahan serat kekancingan yang diberikan kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. Penyerahan serat kekancingan itu diberikan langsung oleh Sultan pada Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar, di Kraton Kilen, pekan lalu.

"Iya tahap pertama," kata Sultan pada sela kegiatan di Kopdes Merah Putih, Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, pada Senin (21/7/2025).

Adapun izin pemanfaatan tanah melalui Serat Palilah, dikeluarkan untuk lahan dengan status Sultan Ground yang terdampak pembangunan jalan bebas hambatan. Selanjutnya ditegaskan, bahwa Sultan Ground memang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, tetapi tidak dijual.

“Karena kan hakikatnya itu tidak dijual, tapi bisa digunakan, perkara dibayar atau tidak urusan nanti, yang penting jalan itu bisa selesai,” kata Sultan.

Di sisi lain, Sultan berharap agar pembangunan jalan tol dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di DIY.

“Kalau itu tidak ada [berdampak ekonomi untuk warga DIY], maka kita hanya menyaksikan lalu lintas kendaraan, tapi tidak ada yang berhenti untuk apa, tidak membantu pertumbuhan ekonomi, itu yang kita desak untuk pemerintah pusat membangun jalan-jalan yang bisa keluar maupun masuk,” ungkapnya.

Sultan mencontohkan, pembangunan jalan baru dari Bokoharjo ke arah Wonosari, Gunungkidul yang bisa menopang aksesibilitas 10 destinasi pariwisata.

"Di situ ada 10 kawasan destinasi pariwisata dari Prambanan ada Kalasan, ada Candi Ijo, ada Nglanggeran, dan sebagainya ada 10. Memang ada jalan, tapi jalan kabupaten. Dilewati bus turis yang gede-gede itu, tidak bisa. Di samping menggok-nya [kontur jalan] naik turun, tapi juga jalannya sempit," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait TOL JOGJA-SOLO atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah