tirto.id - Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) mencatat peningkatan volume lalu lintas di sejumlah gerbang tol ruas Jabodetabek dan Jawa Barat sudah terjadi pada H-2 libur Nataru 2025/2026. Terjadi peningkatan volume lalu lintas 7,66 persen dibandingkan kondisi normal, yakni mencapai 183.789 kendaraan.
Berdasar data Satuan Tugas (Satgas) Jasa Marga Siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 sampai dengan Selasa (23/12/2025), tercatat sebanyak 197.866 kendaraan meninggalkan Jabodetabek menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, arah Merak, dan arah Puncak.
“Angka tersebut meningkat 7,66 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal yaitu 183.789 kendaraan. Total lalin tersebut merupakan angka kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT), yaitu GT Cengkareng (ke arah Bandara Internasional Soekarno Hatta), GT Benda Utama (ke arah Tangerang), GT Cikupa (ke arah Merak), GT Ciawi (ke arah Puncak),” tulis JMT dalam keterangan resminya pada Rabu (24/12/2025).
JMT merinci, peningkatan volume lalu lintas transaksi di GT Cengkareng arah Bandara Internasional Soekarno Hatta sebesar 6,64 persen atau sebanyak 80.187 kendaraan dibanding dari lalu lintas normal sebanyak 75.195 kendaraan.
Lalu, peningkatan volume lalu lintas transaksi di GT Benda Utama arah Tangerang sebesar 10,56 persen atau sebanyak 28.297 kendaraan dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 25.594 kendaraan.
Adapun peningkatan volume lalu lintas transaksi di GT Cikupa arah Merak sebesar 4,38 persen atau sebanyak 51.498 kendaraan dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 49.335 kendaraan.
“Peningkatan volume lalu lintas transaksi di GT Ciawi 1 arah Puncak Bogor sebesar 12,53 persen atau sebanyak 37.884 kendaraan dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 33.665 kendaraan,” jelas JMT.
Sementara itu di wilayah Jawa Barat, terpantau terdapat peningkatan volume lalu lintas menuju Bandung melalui GT Pasteur dan menuju Rancaekek melalui GT Cileunyi. Tercatat total sebanyak 72.873 kendaraan melintas, atau meningkat sebesar 14,83 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal yaitu 63.459 kendaraan.
Sedangkan volume lalu lintas yang meninggalkan Bandung menuju Jakarta melalui gerbang tol yang sama, tercatat volume lalu lintas sebanyak 64.132 kendaraan melintas, atau lebih tinggi 16,73 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal yaitu 54.942 kendaraan.
“Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat pula sebanyak 37.801 kendaraan menuju wilayah Rancaekek atau Garut melalui GT Cileunyi. Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut naik sebesar 19,66 persen dari lalin normal yaitu sebanyak 31.590 kendaraan,” sebut JMT.
Sedangkan volume lalu lintas transaksi dari arah sebaliknya yakni kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat 32.108 kendaraan atau naik sebesar 16,78 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 27.494 kendaraan.
Untuk GT Pasteur menuju Kota Bandung tercatat ada 35.072 kendaraan atau naik sebesar 10,05 persen dari lalu lintas normal sebanyak 31.869. Sedangkan volume lalu lintas transaksi yang meninggalkan Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 32.024 kendaraan atau naik sebesar 16,67 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 27.448 kendaraan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa peningkatan volume lalu lintas ini dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan di lingkungan pemerintahan dan sektor lainnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan cermat, menghindari waktu dan titik rawan kepadatan, serta memanfaatkan informasi lalu lintas terkini yang kami sediakan secara real time termasuk melalui aplikasi Travoy,” ujar Rivan dalam keterangan resminya pada Rabu.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id



































