Menuju konten utama

Penumpang Injourney Airtports saat Nataru Diprediksi Naik 4,1%

Pada periode yang sama tahun lalu tercatat, 10,5 juta penumpang menggunakan bandara kelolaan Injourney Airport.

Penumpang Injourney Airtports saat Nataru Diprediksi Naik 4,1%
Direktur Utama Angkasa Pura Indonesia Mohammad R. Pahlevi (kanan) bersama Wakil Direktur Utama Angkasa Pura Indonesia Achmad Syahir (kedua kanan) memberikan keterangan pers terkait kesiapan seluruh bandara InJourney Airports antisipasi peningkatan Penumpang Pesawat pada Libur Natal dan Tahun Baru di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (17/12/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

tirto.id - Direktur Utama Injourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, memperkirakan jumlah penumpang pesawat melalui bandara-bandara yang dikelola Injourney Airport akan meningkat 4,1 persen selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Pada periode yang sama tahun lalu tercatat, 10,5 juta penumpang menggunakan bandara kelolaan Injourney Airport.

Oleh sebab itu, kata Rizal, pihaknya akan mengoptimakan kelancaran operasional dan pelayanan bandara. Meski jumlah penumpang meningkat selama peak season Nataru.

“Kolaborasi yang baik di antara stakeholders menjadi faktor utama kelancaran operasional dan pelayanan bandara saat peak season Nataru. Lalu lintas penerbangan dan pelayanan kepada penumpang pesawat di bandara-bandara Injourney Airports berjalan lancar, termasuk pada arus puncak 20 - 21 Desember 2025, berkat dukungan seluruh pihak,” katanya, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (23/12/2025).

Berdasarkan data Injourney, pada hari pertama puncak pergerakan, yakni pada 20 Desember 2025, pergerakan pesawat tercatat sebanyak 3.738 penerbangan, dengan 517 ribu penumpang pesawat. Sementara pada hari kedua, yaitu 21 Desember 2025 terdapat 3.695 penerbangan dan 512 ribu penumpang pesawat.

“Realisasi pergerakan penumpang tanggal 22 Desember 2025 menjadi puncak arus yaitu 3.819 penerbangan dan 543 ribu penumpang pesawat,” tambah Rizal.

Di sisi lain, bandara di bawah Injourney Airports juga dinilai menjadi lebih siap menghadapi lonjakan penumpang, termasuk pada musim liburan akhir tahun karena transformasi bandara yang dilakukan Perseroan.

Dalam hal ini, transformasi bandara dijalankan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui pendekatan 3P, Premises, Process, dan People yang dirancang berbasis riset berkelanjutan, termasuk program mystery traveler, untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan pain points utama penumpang secara sistematis.

“Implementasi transformasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui revitalisasi dan rezoning terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang merupakan bandara tersibuk di Indonesia. Transformasi dilakukan untuk menciptakan pembagian fungsi terminal yang lebih jelas, efisien, dan berorientasi pada pengalaman penumpang,” jelas Rizal.

Selain bandara, kesiapan menyambut Nataru 2025/2026 juga dilakukan terhadap ekosistem pariwisata yang berada di bawah kelolaan Injourney. Dari sisi penginapan, Injourney memperkirakan ada peningkatan okupansi hotel di Injourney Hospitality sebesar 3,3 persen, dengan okupansi diperkirakan sebesar 74 persen. Okupansi tertinggi diprediksi ada di wilayah klaster Bali dan Jawa.

“InJourney Grup akan menangkap peluang berdasarkan tren pariwisata yang naik. Pada saat yang sama, Injourney juga melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya untuk memastikan pelayanan yang optimal sehingga perjalanan wisatawan melalui bandara Injourney Group dan destinasi pariwisata dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” kata Direktur Utama Injourney, Maya Watono.

Baca juga artikel terkait INJOURNEY AIRPORTS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah