tirto.id - Ustaz Jazir, takmir Masjid Jogokariyan meninggal dunia pada hari ini, Senin, 22 Desember 2025. Ini profil lengkapnya.
Kabar duka datang dari Yogyakarta pagi ini. Muhammad Jazir ASP atau yang lebih populer disebut Ustaz Jazir meninggal dunia pagi ini pukul 03.00 WIB di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ia menjadi salah satu pelopor manajemen masjid yang modern. Obituari ini disampaikan melalui akun resmi Instagram @masjidjogokariyan.
"Beliau adalah arsitek perjuangan Masjid Jogokariyan, yang alhamdulillah menjadi rujukan Manajemen Masjid di Indonesia dan Asia," tulis keterangan @masjidjogokariyan.
Perlu diketahui, Masjid Jogokariyan dibangun pada tahun 1966. Kemudian, 20 Agustus 1967 pertama kali masjid ini diresmikan dan digunakan untuk salat Jumat pertama. Berawal dari langar kecil di Yogyakarta, Masjid Jogokariyan kini memiliki gagasan dan gerakan dakwah yang menjadi percontohan di Indonesia.
Informasi meninggalnya Ustaz Muhammad Jazir juga disampaikan oleh pendakwah Ustaz Faizar. Ia menyampaikan ucapan belasungkawa sekaligus mengirim doa untuk almarhum.
"Ya Allah, ampunilah beliau.. Lapangkan kuburnya sebagaimana Engkau melapangkan rahmat-Mu. Terangi tempat peristirahatannya dengan cahaya keimanannya selama hidup.." tulisnya dalam akun @muhammad.faizar.
Profil Ustaz Jazir
Ustaz Jazir merupakan takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Selain takmir masjid, Ustaz Jazir juga menjadi Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan. Ia juga tokoh yang aktif di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogokariyan.
Seturut laman Pimpinan Daerah Muhammadiyah Yogyakarta, Ustaz Jazir menjadi salah satu penggagas gerakan dakwah memakmurkan masjid untuk masyarakat sekitar. Salah satu gagasan Ustaz Jazir ialah ”Saldo Masjid Nol Rupiah”.
Sebab, dana yang dimiliki masjid akan dimanfaatkan untuk memakmurkan masyarakat di sekitar masjid, baik dari segi ekonomi maupun spiritual masyarakat untuk datang dan meramaikan kegiatan masjid. Saldo yang dimiliki masjid berupa infak dari jamaah kembali ke jamaah dalam bentuk pelayanan beribadah yang nyaman.
Gagasan tersebut terbilang unik di tengah banyaknya masjid yang menginginkan saldo masjid yang terus bertambah untuk keperluan pembangunan yang megah dan keperluan lainnya, dibanding kemaslahatan masyarakat sekitar.
Berkat gagasan Ustaz Jazir, Masjid Jogokariyan kini dikenal luas oleh masyarakat di penjuru Indonesia. Ustaz Jazir juga membuat inovasi-inovasi dakwah yang inklusif dengan menghadirkan berbagai pembicara dari banyak golongan. Beberapa kajian Masjid Jogokariyan juga mengundang tokoh ternama di Indonesia, seperti Anies Baswedan, Syaikh Yahya Jaber, Ustaz Abdul Somad.
Masjid Jogokariyan juga kerap menghadirkan sejumlah artis dan penyanyi seperti Sheila On 7, Kunto Aji dan lainnya. Berbagai kajian dari beragam latar belakang ini membuat Masjid Jogokariyan diminati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Selain kajian, Masjid Jogokariyan juga berperan aktif dalam kegiatan solidaritas baik tingkat nasional maupun internasional. Pada Sabtu (20/12), relawan Masjid Jogokariyan melangsungkan perjalanan kemanusiaan menuju Yordania untuk mengantarkan bantuan bagi Palestina.
Relawan Masjid Jogokariyan juga terjun langsung dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra. Tim relawan tersebut turut menyiapkan dapur umum, bantuan logistik, hingga membersihkan masjid di wilayah Aceh yang terdampak bencana.
Ustaz Jazir juga turut menggagas adanya Kampoeng Ramadhan di Masjid Jogokariyan. Acara tahunan yang telah berlangsung saban Ramadhan yang diisi dengan kegiatan Bazar UMKM, buka puasa gratis, kajian setelah subuh, dan kajian setelah tarawih.
Semasa hidup, Ustaz Jazir berperan serta dalam mengelola manajemen Masjid Jogokariyan, yaitu berusaha menerapkan manajemen masjid zaman Rasulullah dengan aplikasi di zaman modern dan dengan inovatif sehingga bisa diterima oleh masyarakat.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id



































