Menuju konten utama

Korban Banjir dan Longsor di Sumatra Tembus 1.071 Jiwa

BNPB melaporkan masih ada 27 kota/kabupaten yang berstatus tanggap darurat. Jumlah yang terdampak dan masih mengungsi jumlahnya mencapai 526.868 orang.

Korban Banjir dan Longsor di Sumatra Tembus 1.071 Jiwa
Warga memasangkan bendera putih di depan rumahnya yang rusak pasca bencana hidrometeorologi di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Rabu (17/12/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh terus bertambah. Hingga Jumat (19/12/2025) sore, total korban jiwa mencapai 1.071 orang.

“Per hari ini jumlah korban meninggal secara total di tiga provinsi ini bertambah tiga [jiwa] dari 1.068, sore hari ini 19 Desember menjadi 1.071 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan persnya, dikutip Sabtu (20/12/2025).

BNPB merinci, korban meninggal terbanyak tercatat di Aceh sebanyak 455 jiwa, disusul Sumatra Utara 369 jiwa, dan Sumatra Barat 247 jiwa. Sementara itu, jumlah korban hilang mencapai 185 orang.

Adapun jumlah warga terdampak yang masih mengungsi tercatat 526.868 orang, turun dari 537.185 orangpada hari sebelumnya.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih berlangsung di sejumlah wilayah. BNPB juga mencatat 27 kabupaten/kota masih berstatus tanggap darurat.

“Untuk operasi SAR yang masih berlangsung, Sumatra Utara 4 sektor, Sumatra Barat 5 sektor, dan Aceh itu masih di 6 kabupaten,” tutur Abdul Muhari.

Dia juga menjelaskan, pemerintah mulai mempercepat proses pemulihan, khususnya pembangunan hunian bagi warga terdampak.

“Langkah percepatan pembangunan hunian tetap maupun hunian sementara di lokasi terdampak sudah mulai dikerjakan,” tandasnya.

Sementara itu, Pemerintah Pusat menyatakan penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menunjukkan kemajuan signifikan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bencana di wilayah Sumatra telah ditetapkan sebagai prioritas nasional dengan pengerahan penuh sumber daya kementerian dan lembaga.

Pernyataan tersebut disampaikan Menko PMK dalam konferensi pers di Base Ops Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025), bersama para menteri dan pimpinan lembaga terkait.

Pemerintah, kata dia, berkomitmen mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, serta infrastruktur dasar bagi masyarakat terdampak.

“Kerja seluruh elemen masyarakat yang bahu-membahu dalam solidaritas dan gotong-royong, dan keseriusan pemerintah yang telah menetapkan bencana Sumatra sebagai prioritas nasional, dengan mengerahkan seluruh sumber daya nasional, mengerahkan seluruh kementerian dan lembaga,” ujar Menko PMK.

Di sektor infrastruktur, konektivitas jalan nasional dan provinsi di sejumlah wilayah terdampak mulai pulih. Di Aceh, beberapa jalur strategis seperti Lhokseumawe–Langsa, Langsa–Kuala Simpang, serta Banda Aceh–Aceh Tengah melalui Beutong Ateuh sudah dapat dilalui meski masih dalam tahap perbaikan.

Di Sumatra Utara, akses antarwilayah seperti Padangsidempuan, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal sebagian besar telah tersambung, dengan sejumlah titik masih menggunakan jembatan darurat. Sementara di Sumatra Barat, perbaikan jalur Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai dilaporkan telah melampaui 90 persen.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfons Yoshio Hartanto