Menuju konten utama

Update Korban Meninggal Bencana Banjir Bandang Sumut & Sumbar

Jumlah korban bencana banjir di Sumut dan Sumbar masih terus bertambah. Simak jumlah terbaru korban meninggal bencana banjir di Sumut dan Sumbar.

Update Korban Meninggal Bencana Banjir Bandang Sumut & Sumbar
Foto udara pekerja mengoperasikan alat berat saat membersihkan material banjir bandang dan tanah longsor di Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (2/12/2025). Akses menuju Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo sempat terputus dari wilayah sekitar, sehingga proses evakuasi warga dilakukan melalui jalur Danau Singkarak. ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/Lmo/bar

tirto.id - Update korban meninggal akibat bencana banjir bandang di Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar) hari ini, Kamis, 4 Desember 2025, telah dirilis oleh BNPB. Angka jumlah korban akibat bencana banjir di Sumut dan Sumbar masih terus bertambah.

Total korban meninggal terbaru akibat bencana banjir bandang di Sumut, Sumbar, dan Aceh adalah sebanyak 776 jiwa. Data dilihat hingga pukul 11.25 WIB, Kamis (4/12/2025), melalui Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsong Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Tahun 2025 milik BNPB.

Banjir bandang yang melanda wilayah Sumut , Sumbar, hingga Aceh menyebabkan dampak besar. Dalam penanganan bencana tersebut, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik ke wilayah Sumut dan Sumbar untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar.

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak bencana juga dilakukan. Rencananya, proses pemulihan dan pembangunan kembali wilayah terdampak bencana ditargetkan dapat terlaksana dalam 100 hari. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.

"Fokus pemerintah bukan hanya membagi bantuan logistik seperti beras dan mi instan, tetapi juga menjaga semua warga agar punya harapan untuk membangun kembali kehidupannya," ujar Pratikno, dikutip dari Antaranews, Rabu (3/12).

Update Korban Meninggal Bencana Banjir Bandang Sumut

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Data BNPB per Kamis pagi (4/12), jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang Sumut sebanyak 299 jiwa.

Jumlah tersebut cenderung lebih banyak di banding wilayah Sumbar dan Aceh. Kemudian, 159 korban dilaporkan hilang dan 610 jiwa mengalami luka ringan hingga luka berat akibat banjir.

Kemudian, jumlah korban meninggal bertambah 8 orang menjadi 307 korban jiwa, sebagaimana dilaporkan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumut.

Korban meninggal tercatat berasal dari 11 kabupaten/kota di Sumut, yakni Tapanuli Tengah 86 orang, Tapanuli Selatan 81 orang, dan Sibolga 52 orang.

Kemudian, Tapanuli Utara 34 orang, Deli Serdang 17 orang, Medan 12 orang, Langkat 11 orang, Humbang Hasudutan 9 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Nias 2 orang, dan Padangsidempuan 1 orang.

Sejumlah 2,4 ribu rumah juga dilaporkan rusak. Bencana banjir di Sumut dilaporkan meluas hingga 17 kabupaten.

Selain korban jiwa, sejumlah fasilitas umum juga turut rusak mencakup 27 jembatan, 19 rumah ibadah, 56 fasilitas pendidikan, dan 1 fasilitas Kesehatan.

Mengacu data dari Kementerian Sosial (Kemensos) per 1 Desember 2025, beberapa bantuan yang disalurkan di Sumut mencakup 30.280 makanan siap saji, 3.000 makanan anak, 5.800 pakaian, hingga tenda serbaguna 1.914 buah.

Berikut jumlah korban meninggal dan dampak bencana banjir di Sumut berdasarkan data terbaru dari BNPB per Kamis (4/12) pukul 09.30:

  • Korban Jiwa: 299 jiwa
  • Korban Hilang: 159 jiwa
  • Korban Luka: 610 jiwa
  • Rumah Rusak: 2,4 ribu
  • Kabupaten Terdampak: 17 kabupaten
  • Kerusakan Jembatan: 27
  • Kerusakan Fasilitas Umum: 74
  • Kerusakan Fasilitas Kesehatan: 1
  • Kerusakan Rumah Ibadah: 19
  • Kerusakan Fasilitas Pendidikan: 54

Update Korban Meninggal Bencana Banjir Bandang Sumbar

Banjir bandang di wilayah Sumbar meluas di 15 kabupaten. Berdasarkan data terbaru dari BNPB per Kamis (4/12) pukul 09.30, jumlah korban jiwa akibat banjir di Sumbar mencapai 200 jiwa. Kemudian, 212 orang dilaporkan hilang dan 111 jiwa mengalami luka ringan hingga luka berat.

Dari total jumlah korban meninggal, korban terbanyak berasal dari Agam dengan jumlah 147 jiwa. Banjir di Sumbar menyebabkan sejumlah kerusakan yang mencakup 181 fasilitas umum, 8 fasilitas Kesehatan, 96 fasilitas pendidikan, 77 rumah ibadah, 6 gedung/kantor, 2,8 ribu rumah, dan 64 jembatan.

Akibat bencana tersebut, pemerintah telah menyalurkan bantuan 4,4 ton beras, 5.758 makanan siap saji, 1.235 kasur, dan 850 perlengkapan anak, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya di wilayah Sumbar.

Berikut jumlah korban meninggal dan dampak bencana banjir di Sumbar berdasarkan data terbaru dari BNPB per Kamis (4/12) pukul 09.30:

  • Korban Jiwa: 200 jiwa
  • Korban Hilang: 212 orang
  • Korban Luka: 111 jiwa
  • Rumah Rusak: 2,8 ribu
  • Kabupaten Terdampak: 15
  • Kerusakan Jembatan: 64
  • Kerusakan Fasilitas Umum: 181
  • Kerusakan Fasilitas Kesehatan: 8
  • Kerusakan Rumah Ibadah: 77
  • Kerusakan Fasilitas Pendidikan: 96
BNPB menyediakan dashboard khusus untuk penanganan darurat banjir dan longsor di provinsi Aceh, Sumbar, dan Sumut. Data ini terus diperbarui oleh pihak BNPB.

Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang update terbaru dampak banjir di tiga provinsi tersebut dapat mengakses tautan di bawah ini:

Update Penanganan Darurat Banjir di Aceh, Sumbar, dan Sumut

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo