tirto.id - Seekor anjing pelacak bernama Reno gugur dalam upaya evakuasi korban bencana banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Minggu (30/11/2025). Reno tewas di tengah upayanya berhari-hari mencari jenazah.
Reno merupakan anjing pelacak dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Riau yang diterjunkan dalam Operasi Aman Nusa II di Kabupaten Agam. Selama bertugas, Reno merupakan anjing spesialis search and rescue (SAR).
Reno kini telah dimakamkan secara kedinasan, melalui upacara yang dipimpin oleh Direktur Samapta Polda Riau, Kombes Syahrial M Abdi.
"Reno gugur dalam tugas negara saat membantu operasi kemanusiaan di Kabupaten Agam. Dedikasinya patut diteladani. Kami seluruh keluarga besar Polda Riau menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam," tutur Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto kepada wartawan pada Selasa (2/12).
Kisah Anjing Pelacak Reno yang Gugur ketika Mencari Korban Longsor
Reno yang berjenis Belgian Malinois diterjunkan di Agam, Sumatera Barat untuk melacak jenazah korban yang tertimbun tanah longsor di sana. Agam menjadi salah satu kabupaten terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang menerpa Pulau Sumatra pada akhir November.
Bencana tersebut merupakan salah satu bencana hidrometeorologis paling mematikan di Indonesia sepanjang tahun 2025. Berdasarkan update Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (4/12), total korban meninggal dalam bencana tersebut telah mencapai 776 jiwa.
Reno kemudian diterjunkan ke Agam untuk mengidentifikasi letak jenazah korban bencana tersebut pada Sabtu (29/11). Di Agam, Reno jadi salah satu personel Operasi Aman Nusa II Polda Riau. Kala itu, ia berusia 8 tahun 4 bulan ketika bertugas.
Setelah sampai di Agam, Reno kemudian bekerja untuk mengidentifikasi jenazah korban bencana yang tertimbun longsor.
Pada Minggu, sehari setelah diterjunkan ke Agam, Reno menjalankan tugas pencarian jenazah sekitar pukul 11.00 WIB.
Kala itu, proses pencarian jenazah korban tanah longsor dilaporkan berlangsung secara intens akibat medan yang sulit dan banyaknya material yang tertimbun.
Akan tetapi, di tengah proses pencarian jasad korban bencana, Reno tiba-tiba menunjukkan gelagat kelelahan. Tubuhnya melemah hingga akhirnya tumbang di lokasi pencarian.
Anjing pelacak dilaporkan tumbang pada Minggu sekitar pukul 12.30 WIB. Personel polisi yang mendampingi Reno pun segera melarikan Reno ke klinik hewan terdekat.
Namun, kondisi Reno sudah tidak tertolong ketika sampai di klinik hewan. Meskipun sempat mendapatkan perawatan darurat, dokter menyatakan bahwa Reno tewas.
Gugurnya Reno kemudian membawa duka, tak hanya bagi pihak kepolisian, tetapi juga dari komunitas pencinta hewan di Indonesia.
Salah satunya adalah Animal Stories Indonesia. Melalui unggahan akun Instagramnya, @animalstoriesindonesia, mereka menyoroti jam kerja Reno ketika bertugas.
Menurut mereka, tugas yang dibebankan kepada anjing pelacak perlu memperhatikan kondisi fisik sang anjing. Mereka mencontohkan, beban kerja anjing K9 seharusnya dibatasi selama 30 menit per sesi kerja dengan waktu istirahat setelah.
"Total kerja dalam satu hari tidak boleh lebih dari 4 jam. Operasi 24 jam harus dengan rotasi K9, bukan memaksa satu anjing terus bekerja," tulis mereka.
"K9 bukan mesin, mereka hidup, bernapas, dan punya batas fisik," tulis mereka menambahkan.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























