tirto.id - Platform digital Kitabisa telah mengumpulkan donasi sebesar Rp31 miliar dari total 371.000 donatur untuk bencana Sumatra per 3 Desember 2025. Jumlah sebesar itu dikelola melalui 300 penggalangan dana terverifikasi.
Co-Founder dan CEO Kitabisa, Vikra Ijas, menerangkan, donasi yang dikumpulkan akan langsung disalurkan kepada pihak yang membutuhkan lewat mitra penyaluran donasi. Ia mengatakan, mitra tersebut bisa lewat organisasi sosial, CSO, maupun simpul relawan.
“Pada dasarnya, donasi yang terkumpul akan disalurkan oleh pihak penggalang dana atau mitra penyaluran donasi seperti organisasi sosial, CSO, atau simpul relawan di daerah,” jelas Vikra kepada Tirto, Kamis (4/12/2025).
Dalam situasi darurat, sambungnya, platform proaktif mempertemukan penggalang dana dengan mitra di lapangan untuk mempercepat distribusi. Mekanisme penyalurannya fleksibel, mengikuti kebutuhan di lapangan. Mitra penyalur atau relawan setempat yang berkoordinasi menentukan kebutuhan, lalu penggalang dana mencairkan dana sesuai permintaan tersebut untuk kemudian didistribusikan.
Penyaluran dilakukan bertahap. Sebab, skala bencana yang masif membutuhkan bantuan yang sifatnya jangka pendek dan jangka panjang. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak di periode-periode tertentu.
“Misalnya untuk tahapan awal, bantuan akan berfokus pada kebutuhan mendesak seperti sembako, posko/tenda, hygiene kit, atau paket untuk balita seperti popok,” ujarnya.
Kecepatan penyaluran pun sangat bergantung pada akses. Jika akses lancar, bantuan dapat disalurkan dalam 24 jam. “Dalam kurang dari 1 x 24 jam bantuan bisa langsung disalurkan ke warga terdampak selama akses ke lokasi tidak terisolasi,” kata Vikra.
Namun, tantangan terbesar justru di daerah terpencil. Wilayah yang terisolasi dan tak terjangkau darat menghambat distribusi. Untuk mengatasinya, berbagai upaya dilakukan. Salah satunya dengan melibatkan bantuan udara.
Vikra mencontohkan, penggalang dana Praz Teguh yang bekerja sama dengan relawan dan TNI AU menyalurkan bantuan via helikopter ke Agam, Sumatra Barat.
Vikra memastikan, upaya transparansi pengelolaan anggaran dan penyaluran bantuan tetap diutamakan Kitabisa saat penyaluran bantuan. Di platform Kitabisa, Vikra mengungkapkan bahwa publik dapat memantau perkembangan penyaluran dana di setiap halaman galang dana, melalui fitur “Kabar Terbaru”, dan via media sosial resmi Kitabisa.
Dengan demikian, alur dana dari donatur ke penerima dapat dipertanggungjawabkan di setiap tahapannya.
“Di setiap halaman galang dana, publik dapat melihat jumlah donasi yang terkumpul, jumlah donatur, detail penggunaan donasi, dan juga update penyaluran donasi melalui Kabar Terbaru yang terkirim secara otomatis ke email donatur dan dapat dipantau melalui aplikasi Kitabisa,” tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































