tirto.id - Teks khutbah Jumat, 5 Desember 2025 dengan tema tabah dalam menghadapi bencana. Berikut ini naskah yang bisa dijadikan sebagai acuan atau panduan khotib dalam menyampaikan khutbah.
Salat Jumat merupakan ibadah yang wajib dilakukan muslim laki-laki yang sudah baligh setiap Jumat. Pelaksanaannya biasanya di masjid secara berjamaah.
Umat Islam laki-laki secara rutin menunaikan ibadah salat Jumat setiap pekannya. Adapun perempuan tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah ini.
Dalam rukun atau tata cara ibadah salat Jumat, terdapat khutbah. Khutbah ini ada dua yang perlu didengarkan jemaah. Orang yang berkhutbah disebut khotib.
Untuk berkhutbah, biasanya khotib menggunakan teks khutbah. Hal ini dapat memudahkannya untuk digunakan sebagai acuan atau untuk membantu menyimpan apa yang ingin disampaikan,
Teks Khutbah Jumat 5 Desember 2025: Tabah Menghadapi Bencana
Indonesia dalam sepekan ini, dari akhir November 2025 lalu, dilanda duka karena bencana ekologis yang menimpa wilayah Sumatera berupa banjir dan tanah longsor. Maka, tema “Tabah Menghadapi Bencana” menjadi tema yang relevan bagi jemaah salat Jumat, kendati tidak mengalaminya.
Hal itu dapat digunakan menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga alam dan mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu menghadapi bencana serupa. Berikut ini contoh teks khutbah Jumat, 5 Desember 2025 dengan tema “Tabah Menghadapi Bencana”.
Khotbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰه، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧) (البقرة: ١٥٥-١٥٧)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dalam beberapa ayat tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Mereka diberi kabar gembira akan mendapatkan shalawat dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Shalawat yang dimaksud adalah rahmat (kasih sayang) yang disertai dengan kemuliaan derajat dan keagungan (ta’zhim) dari Allah Ta’ala. Rahmat tersebut adalah rahmat yang khusus, bukan sekadar rahmat.
Rahmat Allah terbagi menjadi dua: rahmat umum dan rahmat khusus. Rahmat yang sifatnya umum diberikan oleh Allah di dunia ini tidak hanya kepada orang-orang yang mukmin, tapi juga diberikan kepada siapa pun.
Semua manusia, mukmin atau pun kafir, orang yang taat maupun pelaku maksiat, di dunia semuanya mendapatkan rahmat Allah yang umum. Di antaranya, yakni kesehatan, kekayaan, nikmat bernapas dan menghirup udara segar serta nikmat-nikmat duniawi lainnya.
Hal-hal tersebut merupakan rahmat Allah yang diberikan secara umum kepada semua makhluk-Nya tanpa memandang agama dan keyakinannya, tanpa memandang akhlak dan perilakunya.
Adapun rahmat yang khusus adalah rahmat yang disertai dengan kemuliaan derajat dan keagungan, tidaklah Allah anugerahkan di dunia ini kecuali kepada orang-orang yang beriman, bersabar, dan ridha terhadap segala apa yang Allah takdirkan kepada mereka. Jadi, syarat pertama dan paling utama untuk mendapatkan rahmat khusus itu adalah iman, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Kaum muslimim yang dirahmati Allah,
Dalam ayat tersebut, Allah menyebut kata “mushibah” dengan lafaz nakirah. Artinya, setiap musibah akan memberikan manfaat bagi seorang muslim jika dihadapi dengan sikap ridha dan sabar.
Musibah itu pasti akan mengangkat derajat dan menghapus dosanya. Sampai-sampai musibah yang sangat ringan sekali pun dan tidak dianggap sebagai musibah oleh kebanyakan orang, juga bermanfaat bagi seorang muslim.
Semakin besar dan semakin berat musibah yang Allah timpakan kepada seorang Muslim, semakin banyak manfaat yang dia peroleh. Juga, semakin banyak dosanya yang diampuni dan semakin tinggi derajatnya.
Bahkan, hal itu turut menjadi tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan pada dirinya. Sebagaimana sabda Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)
Maknanya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya” (HR al-Bukhari).
Oleh karena itu, semakin tinggi derajat seseorang maka semakin berat musibah yang Allah kenakan kepadanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَحْمَدُ وَابْنُ حِبَّانَ)
Maknanya: “Orang yang paling berat bala’ dan musibahnya adalah para nabi, lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka, seseorang diuji dengan bala’ sesuai dengan kadar kekuatannya memegang teguh agama.” (HR at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban).
Khotbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ،فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait khotbah jumat dapat mengakses tautan berikut ini:
Link Artikel Khutbah Jumat
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id





































