Menuju konten utama

Khotbah Jumat 21 November 2025 Jelang Bulan Jumadilakhir: Waktu

Teks khutbah Jumat 21 November 2025 menjelang Jumadilakhir 1447 Hijriah mengusung tema manajemen waktu dan dapat menjadi pilihan bagi khatib yang bertugas.

Khotbah Jumat 21 November 2025 Jelang Bulan Jumadilakhir: Waktu
Iustrasi khotbah jumat. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

tirto.id - Teks khutbah Jumat 21 November 2025 menjelang bulan Jumadilakhir 1447 Hijriah mengusung tema manajemen waktu. Naskah khutbah Jumat dapat digunakan oleh khatib yang bertugas.

Berdasarkan kalender Hijriah, awal Jumadilakhir 1447 bertepatan dengan hari Sabtu, 22 November 2025. Bulan Jumadilakhir merupakan bulan keenam dalam penanggalan Islam, berlangsung setelah bulan Jumadilawal dan sebelum bulan Rajab.

Secara terminologi, Jumadilakhir atau Jumadil Tsani diadaptasi dari istilah bahasa Arab, “jamada” yang berarti beku. Hal ini merujuk pada daerah Arab mengalami musim dingin (syita) di bulan tersebut.

Khutbah Jumat 21 November 2025: Manajemen Waktu

Salah satu syarat sah dalam melangsungkan salat Jumat ialah didahului dengan dua khutbah. Dalam khutbah, khatib akan menyampaikan nasihat dan mengajak pada jemaah salat jumat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Tema yang tepat dalam Khutbah Jumat 21 November 2025 ialah manajemen waktu menjelang datangnya bulan Jumadilakhir.

Berikut isi lengkap teks khutbah 21 November 2025 yang dapat digunakan sebagai khatib yang bertugas:

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى: كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Hadirin jamaah Jumat Rahimakumullah.....

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga pada hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.

Mari bersama-sama selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. hingga menjadi umat yang berharga.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa menghadap-Nya kelak.

Pada kesempatan siang hari ini, khatib ingin mengajak bersama-sama untuk merenungi sebuah topik yang sangat penting, yaitu tentang manajemen waktu.

Hari ini, Jumat, 21 November 2025 bertepatan dengan akhir bulan Jumadilawal. Artinya, esok hari kita telah memasuki waktu Jumadilakhir.

Bulan Jumadil Akhir merupakan bulan keenam dalam penanggalan Islam, berlangsung setelah bulan Jumadil Awal dan sebelum bulan Rajab. Bagi umat Islam, terdapat beberapa peristiwa penting yang terjadi pada bulan Jumadilakhir.

Pertama, wafatnya Khalifah pertama Islam, Abu Bakar As-Shiddiq pada 22 Jumadilakhir tahun 13 H sekaligus diitunjuknya Umar bin Khattab sebagai penerus.

Kedua, meletusnya Perang Yarmukyang berlangsung selama enam hari. Perang ini dipimpin oleh Khalid bin Walid yang kemudian digantikan oleh Abu Ubaidah bin Al Jarrah.

Dalam perang tersebut, kaum Muslimin yang hanya mengerahkan 36.000 prajurit menang melawan Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium yang mengerahkan hingga 240.000 prajurit.

Ma’asyiral Muslimin...

Menjelang bulan Jumadilakhir, umat Islam hendaknya memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa termasuk kerugian bagi orang yang menyia-nyiakan waktu.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-'Ashr:

{وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-'Ashr: 1-3).

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang Islam akan mengalami kerugian jika tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Kecuali empat golongan yang memanfaatkannya dengan iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.

Memanfaatkan waktu dengan baik pada bulan Jumadilakhir merupakan amalan yang terpuji. Salah satunya dengan memprioritaskan kewajiban seperti menunaikan ibadah.

Kemudian, menjaga keseimbangan dunia dan akhirat juga bagian dari memanfaatkan waktu dengan proporsional. Tak hanya itu, waktu luang juga bagian dari rizki Allah yang harus dimanfaatkan dengan beramal shalih.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Bagi umat Islam, manajemen waktu juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:

لَا تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ.

Artinya: "Tidak akan bergeser kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabbnya hingga ia ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; tentang masa mudanya, untuk apa digunakannya; tentang hartanya, dari mana didapatkannya dan untuk apa dibelanjakannya; dan tentang apa yang ia amalkan dari ilmu yang ia miliki." (HR. At-Tirmidzi)

Mengingat pentingnya manajemen waktu, maka hendaklah segera melaksanakan kebaikan dengan tujuan yang baik. Kemudian, tinggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat. Terakhir, lakukan evaluasi diri atau muhasabah untuk mengingat waktu yang terus berjalan.

Ingatlah, hadirin sekalian, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Hari kemarin telah menjadi sejarah. Hari esok masih misteri. Hanya hari ini yang kita miliki. Gunakan waktu ini untuk meraih ampunan dan ridha-Nya.

Di waktu menjelang datangnya bulan Jumadilakhir, mari kita tingkatkan syukur dan menjadi hamba yang pandai bersyukur. Semoga dengan syukur, Allah tambahkan nikmat-Nya dan kita dihindarkan dari azab-Nya yang pedih.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Ilustrasi ceramah di masjid

Orang-orang sedang mendengarkan ceramah di masjid. FOTO/iStockphoto

Khutbah II

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ. اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ:

فَيَاعِبادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ العَالَمِينَ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبادَ الله

إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ

تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo