Menuju konten utama

Update Perang AS-Israel vs Iran: 1.332 Orang Tewas di Teheran

Berita terkini perang AS-Israel vs Iran, sebanyak 1.332 orang tewas di Teheran. Serangan masih berlangsung, belum ada tanda gencatan senjata.

Update Perang AS-Israel vs Iran: 1.332 Orang Tewas di Teheran
Asap mengepul dari area di arah Pangkalan Udara Al Udeid, yang menampung Angkatan Udara Emir Qatar dan pasukan asing termasuk AS, di Doha pada 28 Februari 2026, menyusul serangan Iran yang dilaporkan. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, dengan penyiar publik Israel melaporkan bahwa pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah menjadi sasaran, sementara republik Islam itu membalas dengan rentetan rudal ke negara-negara Teluk dan Israel. (Photo by MAHMUD HAMS / AFP)

tirto.id - Sepekan telah berlalu sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, Sabtu (28/2/2026). Hingga Jumat (6/3/2026), setidaknya 1.332 jiwa dilaporkan tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel di Teheran.

Mengutip Aljazeera, Komando Pusat militer AS mengatakan mereka telah menyerang lebih dari 3.000 target di Iran dan menghancurkan 43 kapal perang Iran sejak 28 Februari.

Selain korban jiwa, ribuan warga Iran lainnya juga mengalami luka-luka dalam konflik ini.

Berbicara dihadapan para jurnalis di markas PBB, New York, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani menegaskan AS dan Israel sengaja menargetkan infrastruktur sipil, sementara Iran menargetkan situs militer, bukan warga sipil. Namun, AS dan Israel mengatakan yang terjadi adalah sebaliknya.

Selain itu, Iran juga tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga dan sedang menyelidiki tuduhan bahwa mereka telah menyerang situs-situs non-militer.

"Penilaian awal kami menunjukkan bahwa beberapa insiden ini mungkin disebabkan oleh intersepsi atau gangguan oleh sistem pertahanan Amerika Serikat, yang mungkin telah dialihkan dari target militer yang dimaksudkan," katanya, dikutip The Straits Times, Sabtu (7/3/2026).

Di sisi lain, setelah pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei terbunuh pada hari pertama perang, Presiden AS Donald Trump menuntut agar Iran menyerah tanpa syarat.

Selain itu, untuk mengakhiri konflik, dia juga menuntuk untuk turut serta dalam pemilihan pengganti Khamenei, sehingga dapat memastikan pimpinan tertinggi Iran yang anyar 'dapat diterima'.

Iravani lantas menyebut pernyataan Trump sebagai pelanggaran yang jelas terhadap prinsip-prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara, sebagaimana diabadikan dalam Piagam PBB.

"Pemilihan kepemimpinan Iran akan berlangsung secara ketat sesuai dengan prosedur konstitusional kami dan semata-mata atas kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing," tambahnya.

Beberapa jam setelah komentar Trump, presiden Iran mengumumkan bahwa sejumlah negara telah berkomitmen untuk membantu upaya mediasi AS dan Iran. Ini menjadi salah satu sinyal pertama dari setiap inisiatif diplomatik untuk mengakhiri konflik.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra