Menuju konten utama

Cara AS Temukan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Sebelum Dibunuh

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dipantau keberadaannya lebih dahulu oleh CIA sebelum akhirnya terbunuh dalam serangan udara AS.

Cara AS Temukan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Sebelum Dibunuh
Dalam gambar yang dirilis oleh situs resmi kantor pemimpin tertinggi Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berbicara kepada bangsa dalam pidato yang disiarkan televisi menandai peringatan kematian 1989 Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam 1979, di Teheran, Iran, Rabu, 3 Juni 2020. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran via AP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dibunuh dengan rudal di Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan itu kemudian diklaim oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Bagaimana kedua negara itu bisa mengetahui lokasi Khamenei dengan tepat pada hari terakhir bulan Februari?

Serangan rudal di kompleks kediaman Khamenei di Teheran disiarkan pada Sabtu pagi waktu Iran. Media lokal menerbitkan laporan bahwa kompleks tersebut dihantam ledakan rudal.

AS dan Israel menyebut bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan itu. Israel bahkan merilis daftar pejabat tinggi lain yang juga terbunuh dalam serangan.

Pemerintah Iran semula membantah kematian Khamenei. Namun, media pemerintah Iran kemudian merilis pengumuman kematian Khamenei pada Minggu (1/3/2026).

Belakangan, media-media AS dan Inggris mengeluarkan pernyataan sejumlah pejabat AS tentang detail operasi pembunuhan Ali Khamenei. Di dalamnya termasuk informasi tentang cara AS dan Israel mengetahui informasi lokasi Khamenei pada 28 Februari 2026.

Pengintaian dan Eksekusi terhadap Ali Khamenei

Melansir Al Jazeera, informasi kunci tentang keberadaan Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 pagi pukul 09.30 waktu Teheran, berasal dari Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Sumber anonim yang dikutip The New York Times menyebut, CIA telah mengetahui Khamenei dan sejumlah petinggi militer di negara itu akan bertemu di kompleks kediaman Khamenei di Teheran. CIA lalu membagikan informasi ini kepada Israel menurut sumber anonim CBS yang diketahui sebagai pejabat.

Belum jelas bagaimana metode CIA mendapatkan informasi data lokasi Khamenei. Namun, Presiden AS Donald Trump menulis di media sosial Truth bahwa hal itu melibatkan "sistem intelijen dan pelacakan canggih".

"Tidak ada yang dapat dilakukan olehnya [Khamenei], atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya," tulis Trump.

Belum jelas makna "pelacakan canggih" yang disinggung Trump. Ada kemungkinan pelacakan menerapkan metode pencegatan komunikasi telepon dan digital, pencitraan satelit, atau penugasan agen rahasia di lapangan. Metode tersebut bisa pula kombinasi semuanya, baik penggunaan perangkat teknologi penyadapan dan penempatan agen rahasia.

Agenda para pemimpin Iran berkumpul di kompleks kediaman Khamenei di Teheran pada 28 Februari 2026 tidak diungkapnya. Di sisi lain, ancaman terhadap Iran terus dikeluarkan AS.

Akan tetapi, yang jelas, kediaman Khamenei diledakkan dengan rudal pada Sabtu pagi. Serangan itu bersifat cepat dan sporadis, tak hanya di Teheran tetapi juga di wilayah Iran lainnya.

Anggota Kongres Partai Republik Mike Turner berbicara kepada CBC dan menyebut bahwa AS tak terlibat langsung dalam serangan pada Sabtu. Turner mengatakan AS semula tak menargetkan Khamenei. Hal ini telah dikonfirmasi Turner kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

"Sangat jelas dalam jawabannya bahwa kami tidak menargetkan Khamenei, dan kami tidak menargetkan kepemimpinan di Iran," kata Turner.

Laporan Associated Press sebelumnya melaporkan bahwa Israel telah mengajukan rencana pembunuhan Khamenei ke AS dan Trump semula menolaknya. Mengutip keterangan seorang pejabat anonim, laporan itu menyebut Trump masih khawatir pembunuhan Khamenei akan berdampak pada perluasan konflik regional.

Serangan sepihak dari Israel juga tersirat dalam pernyataan Rubio ketika memberikan pengarahan tertutup di Kongres pada Selasa (3/3). Rubio menyebut bahwa AS melakukan serangan kepada Iran setelah tahu bahwa Israel menyerang Negeri Para Mullah itu.

Menurut Rubio, pemerintah AS percaya bahwa Iran akan segera menyerang AS meskipun serangan dilakukan oleh Israel. Karenanya, AS memutuskan untuk ikut menyerang Iran.

“Kami tahu bahwa akan ada tindakan Israel. Kami tahu bahwa itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kami tahu bahwa jika kami tidak secara preemptif menyerang mereka sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan menderita korban yang lebih tinggi,” kata Rubio, dikutip dari The Guardian.

Sementara itu, pada hari penyerangan terjadi, sejumlah jet tempur Israel dilaporkan lepas landas dari pangkalan di Israel sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat. Beberapa di antaranya telah dipasangi amunisi jarak jauh dan akurat.

Laporan The Times menyebut, jet tempur Israel itu tiba di Teheran setelah sekitar 2 jam mengudara. Begitu sampai di Teheran, bom dijatuhkan di kompleks kediaman Khamenei.

Khamenei dikabarkan tengah berada di sebuah gedung yang berlainan dengan pertemuan para pejabat tinggi militer ketika serangan terjadi. Akan tetapi, letak gedung yang berdekatan membuat semuanya terdampak.

Pemboman lewat udara kemudian dibarengi pemblokiran sinyal komunikasi oleh AS di Iran. Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine menyebut Komando Siber AS melakukan pengacakan sinyal ketika serangan rudal berlangsung.

"Komando Siber AS dan Komando Antariksa AS yang menambahkan efek non-kinetik, mengganggu, menurunkan, dan membutakan kemampuan Iran untuk melihat, berkomunikasi, dan merespons," kata Caine dalam pengarahan pasca-operasi pembunuhan.

Oleh kubu AS dan Israel, operasi militer itu dipandang sebagai kesuksesan. Khamenei dan 40 pemimpin senior Iran disebut tewas, termasuk Ali Khamenei.

Sebanyak 13 pejabat tinggi bidang pertahanan Iran juga terkonfirmasi tewas dalam serangan pada Sabtu, baik di Teheran maupun wilayah lainnya di Iran pada hari yang sama.

Sejak itu, Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Teluk Persia dan Israel. Pangkalan militer AS di wilayah Teluk diserang dengan drone dan rudal.

Iran menyerang Tel Aviv. Sejumlah fasilitas produksi komoditas energi di Timur Tengah juga dilaporkan diserang oleh Iran.

Akan tetapi, kepemimpinan Ali Khamenei di Iran yang telah berlangsung sejak 1989 dipastikan berakhir pada 28 Februari 2026. Serangan pada Sabtu telah memastikan perlunya pergantian pucuk kepemimpinan Iran, termasuk mengakhiri hidup Ali Khamenei selamanya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar