tirto.id - Sekitar tujuh roket menghantam Teheran di dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan Istana Presiden, menurut laporan kantor berita Fars, Sabtu (28/2/2026).
Melansir dari Antara, Kantor berita Mehr kemudian melaporkan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, tidak terluka dalam serangan tersebut.
Pada hari yang sama, sejumlah apartemen tempat tinggal warga dilaporkan hancur akibat serangan rudal di beberapa distrik pusat di Teheran.
Sejumlah ledakan juga terjadi di kota pelabuhan Chabahar, yang terletak di provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran bagian tenggara, menurut laporan kantor berita Mehr.
Sebelumnya, Israel telah melancarkan serangan preemptif terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini merupakan serangan kedua yang didukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.
Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Amerika Serikat dan Iran telah melakukan tiga putaran perundingan program nuklir Iran secara tidak langsung yang dimediasi oleh Oman.
Putaran pertama dan kedua perundingan telah digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, yang berfokus pada pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Sedangkan putaran ketiga dilakukan pada Kamis (26/2) di Jenewa.
Masuk tirto.id
































