Menuju konten utama

CIA Gunakan Medsos untuk Rekrut Banyak Informan dari Iran

CIA menggunakan media sosial X untuk mendapat informan dari Iran dan memperoleh data intelijen. Cara ini pernah pula dilakukan sebelumnya oleh CIA.

CIA Gunakan Medsos untuk Rekrut Banyak Informan dari Iran
Lobby kantor pusat CIA. FOTO/REUTERS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat melakukan upaya perekrutan informan di Iran melalui media sosial. Hal itu dilakukan CIA secara terbuka pada Selasa (24/2/2026), di tengah risiko pecah perang antara AS dan Iran karena program nuklir.

Upaya perekrutan itu dilakukan CIA secara terbuka di akun X resmi mereka. Melalui sebuah unggahan berbahasa Farsi, CIA membagikan cara bagi orang Iran untuk menghubungi badan intelijen tersebut dengan aman.

"Halo. CIA dapat mendengar suara Anda dan ingin membantu Anda. Di bawah ini adalah panduan yang diperlukan tentang cara menghubungi kami secara virtual dengan aman," tulis badan intelijen itu.

Dalam unggahan itu, disertakan pula video berisi tata cara menghubungi CIA. Hal ini termasuk penggunaan VPN, penghapusan riwayat penjelajahan, menggunakan perangkat sekali pakai, juga menggunakan laman web CIA di darknet.

Seluruh unggahan itu menggunakan bahasa Farsi dan telah ditonton lebih dari 3 juta kali. Upaya perekrutan ini sebelumnya juga sering digunakan CIA.

Perekrutan Informan lewat Medsos Pernah Dilakukan Sebelumnya

Menukil Iran International, upaya perekrutan informan intelijen lewat media sosial merupakan tindakan yang kerap dilakukan sejumlah lembaga intelijen. Selain CIA, MI6 dan Mossad juga pernah melakukannya.

Pola perekrutannya serupa, CIA, MI6, atau Mossad akan mengirim pesan terbuka melalui media sosial. Isinya adalah tata cara untuk menghubungi mereka secara "aman".

Guna menjangkau audiens yang ditargetkan, institusi intelijen akan menggunakan bahasa yang digunakan oleh audiens targetnya. Seperti yang dilakukan CIA di Iran dengan bahasa Farsi.

Menukil Times of Israel, CIA menggunakan pola perekrutan informan macam itu setidaknya sejak 2024. Kala itu, CIA menargetkan Cina, Iran, dan Korea Utara sebagai target perekrutan.

CIA menulis pesan-pesan berisi tata cara menghubungi mereka dengan aman dalam bahasa Mandarin, Farsi, dan Korea di media sosialnya. Menurut CIA, cara ini diklaim juga telah berhasil menghimpun informan dari Rusia.

Direktur CIA John Ratcliffe juga menyebut bahwa cara itu menghasilkan dampak yang positif bagi pihaknya. Ia menyebut bahwa pesan dalam bahasa Mandarin sebagai contohnya.

“Tahun lalu, kampanye video berbahasa Mandarin CIA menjangkau banyak warga negara Cina, dan kami tahu ada lebih banyak lagi yang mencari cara untuk meningkatkan kehidupan mereka dan mengubah negara mereka menjadi lebih baik,” kata Ratcliffe awal bulan ini, dikutip dari AP.

Sementara CIA mencoba merekrut informan dari Iran, Washington telah mengerahkan pasukan perang ke kawasan Teluk di dekat perairan Iran. Skala pasukan ini disebut jadi yang terbesar sejak invasi Irak 2003 silam.

Teheran dan Washington dijadwalkan berunding secara tak langsung di Jenewa, Swiss pada Kamis (26/2/2026) mendatang. Perundingan ini jadi yang ketiga kalinya di tengah saling balas ancaman antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar