tirto.id - Publikasi buku The World Factbook oleh Badan Intelijen AS (CIA) resmi dihentikan . Buku ini sebelumnya selalu diterbitkan setiap tahun, tahun. Apa sebenarnya fungsi buku yang selama puluhan tahun jadi referensi ini?
Melansir ABC News, penghentian publikasi The World Factbook ini diumumkan CIA pada Rabu (4/2/2026).
"Salah satu publikasi intelijen CIA tertua dan paling dikenal, The World Factbook, telah berakhir," tulis CIA.
Meski tak dijelaskan alasan pemberhentian publikasi itu, namun hal ini dilakukan seiring janji Direktur CIA John Ratcliffe untuk mengakhiri program yang tidak memajukan misi inti badan intelijen tersebut.
Pada awal periode kedua pemerintahan Presiden AS Donald Trump, Gedung Putih juga dilaporkan telah mengurangi jumlah staf CIA dan Badan Keamanan Nasional. Hal ini memaksa badan tersebut bertugas dengan sumber daya yang lebih sedikit dari sebelumnya.
CIA sejauh inti belum memberikan keterangan terkait keputusan penghentian penerbitan The World Factbook ini. Lantas, apa isi buku ini?
Apa itu CIA World Factbook dan Fungsinya?
Buku The World Factbook pertama diluncurkan pada 1962 oleh CIA. Semula, buku ini merupakan referensi rahasia bagi petugas intelijen. Isi buku ini terdiri dari gambaran rinci tentang negara-negara lain, juga situasi ekonomi, militer, sumber daya, dan masyarakat mereka.
Dalam perjalanannya, buku ini kemudian turut digunakan oleh badan-badan federal AS lainnya. Usai satu dekade dirilis setiap tahun, buku ini kemudian dirilis dalam dua versi pada 1971.
Satu versi buku ini memuat informasi rahasia dan hanya diperuntukkan secara terbatas. Sementara versi lain telah disunting, tidak memuat informasi rahasia, dan diperuntukkan bagi publik secara luas.
Usai dirilis ke publik, buku ini kemudian jadi rujukan bagi para peneliti, jurnalis, mahasiswa, hingga turis. Pada 1997, Factbook diluncurkan secara daring dan dengan cepat jadi referensi untuk menemukan fakta-fakta menarik.
Selain memuat gambaran situasi ekonomi dan politik di banyak negara di dunia, sebagian foto pada buku ini merupakan jepretan asli para agen intelijen CIA ketika bertugas. Hal ini membuat sejumlah foto berasal dari wilayah yang sulit diakses dan jarang dikunjungi turis.
"Hanya orang dalam CIA yang tahu bahwa para perwira [intelijen] menyumbangkan beberapa foto perjalanan pribadi mereka ke The World Factbook, yang menampung lebih dari 5.000 foto yang bebas hak cipta untuk diakses dan digunakan siapa pun," tulis CIA dalam keterangan resminya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































