Menuju konten utama

Update Korban Meninggal Bencana Banjir Bandang Sumatra: 969 Jiwa

Update korban meninggal akibat bencana banjir bandang Sumatra hingga Rabu, 10 Desember 2025, mencapai 969 jiwa.

Update Korban Meninggal Bencana Banjir Bandang Sumatra: 969 Jiwa
Warga melintas di antara tumpukan gelondongan kayu di permukiman di Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatera Barat, Selasa (9/12/2025). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Update korban meninggal bencana banjir bandang Sumatra hingga hari Rabu, 10 Desember 2025 sudah mencapai 969 jiwa.

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsong Sumatra menyetuh angka 969 jiwa.

Berdasarkan Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun 2025 milik BNPB hingga dilihat pukul 09.07 WIB, Rabu (10/12/2025), jumlah korban yang dinyatakan masih hilang berjumlah 262 jiwa.

BNPB juga melaporkan setidaknya banjir Sumatra 2025 hingga kini menyebabkan 5.000 jiwa mengalami luka-luka.

Selain itu, sejumlah 157,9 ribu rumah rusak dan berdampak terhadap 52 Kabupaten di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Update Korban Meninggal di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Total korban meninggal di Provinsi Aceh akibat bencana banjir Sumatra sudah mencapai angka 391 orang.

Korban meninggal paling tinggi berasal dari Aceh Utara (138 orang). Kemudian Aceh Tamiang (58 orang) dan Aceh Timur (48 orang).

Sementara korban hilang di Aceh berada di angka 31 jiwa dengan 4.300 orang mengalami luka-luka.

Di Sumatra Barat, korban meninggal berjumlah 238 jiwa. Paling tinggi berasal dari Agam (181 orang).

Lalu Padang Pariaman (23 orang) dan Kota Padang Panjang (19 orang). Sebanyak 93 jiwa masih dinyatakan hilang dan 113 luka-luka.

Tumpukan kayu gelondongan di permukiman

Foto udara tumpukan gelondongan kayu di permukiman di Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatera Barat, Selasa (9/12/2025). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/tom.

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana.

"Setelah diadakan rapat pada hari ini, maka kita putuskan untuk perpanjangan tanggap darurat sampai tanggal 22 Desember nantinya," ujar Gubernur Sumbar Mahyeldi, Selasa (9/12), seperti dikutip laman BNPB.

"Kita harapkan kepada bupati-wali kota untuk bisa melengkapi seluruh pendataan-pendataan yang ada sehingga pada masa ini sehingga kita dapat membuat langkah-langkah dalam rangka untuk rehab-rekon ke depan," lanjutnya.

Adapun data korban meninggal di Sumatra Utara adalah 340 jiwa. Paling tinggi berada di Tapanuli Tengah (110 orang).

Lantas Tapanuli Selatan (85 orang) dan Kota Sibolga (53 orang). Sejumlah 138 jiwa di Sumut masih dinyatakan hilang. Sedangkan angka korban luka-luka sebanyak 650 jiwa.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Edusains
Penulis: Beni Jo
Editor: Iswara N Raditya