tirto.id - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan rasa dukacita atas banyaknya korban jiwa yang ditimbulkan oleh banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Indonesia serta beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres melalui Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric dalam konferensi pers pada Selasa (2/12) waktu setempat.
Tragedi bencana banjir dan longsor ini telah menewaskan hingga lebih dari 1.000 orang di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Sri Lanka.
PBB Sampaikan Dukacita Bencana di Asia dan Siap Salurkan Bantuan
Sekjen PBB menyampaikan rasa dukacita yang mendalam melalui Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric dalam konferensi pers pada Selasa (2/12) waktu setempat.
“Guterres sangat berdukacita atas jatuhnya korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Sri Lanka, Indonesia, Thailand, dan Malaysia,” ujar Dujarric.
Ia menambahkan bahwa Sekjen PBB menyatakan dukungan kepada para korban. PBB juga terus berkoordinasi dengan otoritas negara terkait dan siap membantu operasi penyelamatan serta menyalurkan bantuan, seperti dilansir dari laman UN.
“PBB terus berkoordinasi dengan otoritas di keempat negara dan siap mendukung operasi penyelamatan dan memberikan bantuan yang diperlukan," tambah Dujarric.
Update Korban Bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data korban bencana Sumatra. Berdasarkan data sementara per Kamis (4/12) pukul 11.50 WIB, total korban meninggal dunia mencapai 776 jiwa dan 564 jiwa masih dinyatakan hilang.
Menurut informasi terbaru dari Pusat Data BNPB jumlah korban meninggal di Sumatra Utara akibat bencana meningkat menjadi 299 jiwa dan 159 jiwa masih dinyatakan hilang. Jumlah tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah Sumbar dan Aceh.
Provinsi Aceh mencatat 277 orang meninggal dunia dan 193 orang masih dinyatakan hilang. Sebaran korban mencakup wilayah Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, dan Ayo Lues.
Sementara itu, di Provinsi Sumatra Barat korban meninggal dunia mencapai 200 jiwa dan 212 jiwa masih dinyatakan hilang. Sebaran korban mencakup wilayah Agam, Padang Pariaman, Kota Padang Panjang, Kota Padang, dan Pasama Barat.
Update Korban Bencana di Sri Lanka, Thailand, dan Malaysia
Sementara itu, berdasarkan laporan terakhir dari ABC News, total korban tewas akibat bencana alam di Sri Lanka telah mencapai 465 jiwa, 186 jiwa di Thailand, dan tiga korban tewas di Malaysia.
Sejumlah desa dilaporkan masih tertimbun lumpur dan reruntuhan akibat bencana, sementara pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi juga belum pulih.
Di Thailand, pihak berwenang telah menjalankan operasi penyelamatan secara masif, mereka mengerahkan pasukan militer, dan menyalurkan bantuan darurat.
Di sisi lain, Sri Lanka menghadapi tantangan besar dalam merespons bencana, karena negara ini masih dalam pemulihan dari krisis ekonomi. Mereka harus menghadapi bencana dengan keterbatasan sumber daya, defisit devisa, dan layanan publik yang masih melemah.
Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Banjir Hari Ini. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id































