tirto.id - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah, resmi membuka Fakultas Kedokteran. Launching fakultas baru berlangsung di kampus tersebut pada Rabu (23/4/2025).
Fakultas Kedokteran UIN Walisongo akan membawahi dua program studi, yakni prodi kedokteran dan prodi pendidikan profesi dokter. Pada tahun pertama bakal menerima 50 mahasiswa baru.
Rektor UIN Walisongo, Prof Nizar, mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi dalam pendirian fakultas tersebut. Secara khusus ia menyebut mantan Rektor UIN Walisongo, Prof Imam Taufiq, yang turut andil besar.
“Tentu tidak ada kata selain mengucap terima kasih kepada semua pihak yang ikut membidani lahirnya Fakultas Kedokteran, sehingga hari ini bisa kita launching,” kata dia.
Fakultas ke-9 di UIN Walisongo ini memiliki sumber daya manusia dan infrastruktur penunjang yang memadai. Sudah tersedia gedung fakultas, gedung perkuliahan, laboratorium kedokteran, hingga rumah sakit satelit.
Bangun RS Pendidikan
Sebagai langkah strategis untuk memajukan Fakultas Kedokteran, UIN Walisongo tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit pendidikan di Kampus I di Jalan Walisongo.
UIN Walisongo memiliki tiga kampus yang lokasinya saling berdekatan. Kampus I yang luasnya sekitar 2 hektare saat ini utamanya difungsukan sebagai kampus pascasarjana. Kampus pascasarjana nantinya bakal diganti rumah sakit.
“Kampus I yang letaknya strategis di pertigaan itu akan kita demolisi (robohkan) semuanya untuk didirikan rumah sakit pendidikan,” kata Nizar, Rabu (23/4/2025).
Rencana besar proyek ini telah memasuki tahap visitasi oleh Kementerian Keuangan dalam hal pembiayaan. Menurut desain, pembangunan rumah sakit pendidikan ini bakal memakan biaya Rp400 miliar.
“Desain yang di anu (usulkan) sih Rp400 miliar, ya, untuk pembangunan rumah sakit ini," ungkap Nizar.
Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama itu berharap agar pembangunan bisa segera terealisasi untuk menjadi rumah sakit pendidikan UIN Walisongo, sehingga kian menunjang Fakultas Kedokteran.
Nizar mengatakan, jika prosesnya mulus, maka pembangunan rumah sakit bakal dimulai pada 2026. Sementara kampus pascasarjana, rencananya bakal dipindah di wilayah Kecamatan Gunungpati.
“Mudah-mudahan 2026 kita mulai, nanti pascasarjana dipindah ke Gunungpati,” kata dia.
Nizar menambahkan, belum lama ini UIN Walisongo mendapat hibah dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah berupa lahan seluas Rp5,4 hektare di Gunungpati, Kota Semarang.
Lahan yang jika dirupiahkan senilai lebih dari Rp150 miliar ini bakal dimanfaatkan untuk pengembangan UIN Walisongo, tidak menutup kemungkinan dijadikan Kampus IV untuk pascasarjana.
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id






































